
"Dia hanya mengajaknya pergi berbelanja papa, tenang saja." Ujar Anne yang meyakinkan Jeff untuk memberikan izin Thompson yang mengajak Jill pergi. "Baiklah, karena kau ikut bersama mereka, aku membiarkan kalian pergi." Jeff akan selalu merasa tenang jika Anne selalu bersamaan dengan putrinya itu, sama seperti Heidi yang akan menyetujui hal itu. "Terimakasih ayah!"
Thompson sudah menunggu di depan rumah itu dengan mobil milik ayahnya, "Hey bung? Bagaimana kabarmu setelah berkelahi kemarin?" Anne menyindirnya. "Oh ayolah kau selalu menyebalkan Anne," Tawanya. "Sayangku Jill, selamat pagi." Sapanya tepat saat Jill duduk di sampingnya. "Baiklah, sepertinya aku harus menutup kedua telingaku dalam perjalanan ini." Ketiga remaja itu memulai hari libur mereka dengan tertawa. Thompson melambaikan tangannya kepada Jeff dan Helena yang tengah berdiri di depan rumah, "Hati-hati nak!"
__ADS_1
Setelah membeli banyak kanvas dan alat lukis lainnya, sampailah mereka di toko Hayter Brown, Jill membutuhkan beberapa barang pelengkap dan hanya Hayter lah yang memiliki apa yang di butuhkannya itu. Melihat ekspresi lelaki itu Jill bahagia, "Pensil, dan cat air yang kau inginkan." Sambil menyerahkan benda-benda itu pada Jill. "Terimakasih Brown, doakan aku agar hasilnya lebih dari yang ku bayangkan." Ucap Jill. "Tentu saja, hasilnya akan memuaskan, aku yakin itu." "Aku akan kembali lagi nanti! Terimakasih!"
Selama perjalanan pulang, Anne merasa lelah dengan membantu membawakan barang milik sahabatnya itu. "Sebenarnya kau mau melakukan apa dengan kanvas sebanyak ini???" Anne penasaran. "Aku hanya ingin membelinya saja Anne, lagipula kalian tahu aku gemar melukis." Jelasnya. "Baiklah itu terdengar menarik, apa yang akan kau lukis?" Thompson mendukungnya. Jill tersenyum, "Lihat saja nanti," Gadis itu memegang tangan kekasihnya. Pikiran baik yang ada di otaknya hari itu membuatnya merasa lebih baik.
__ADS_1
Tak jauh dari Smallville High School, kemeriahan yang semarak menghibur indera penglihatan dan juga pendengaran. Orang-orang berkostum aneh, lucu dan menarik itu membuat Jill tertawa, banyak sekali orang disana yang menyaksikan perayaan itu. "Lihatlah itu!" Jill menunjuk seseorang yang mengenakan kostum maskot dari sekolahnya, "Sekolah kita???" Anne keheranan. "Kalian tunggu disini, aku akan membeli minuman dulu!" Mereka saling meneriaki karena musik begitu kerasnya di mainkan. "Yeah kita akan menunggu disini!"
Seorang pria memberitahu mereka tentang perayaan itu untuk memberi semangat hidup bagi para penderita kanker di seluruh dunia. "Pantas saja, maskot itu ada disini, kau ingat yang di katakan Mr. Cole?" Anne teringat akan kegiatan donasi yang di katakan guru kimianya. "Yeah tentu aku ingat!" Mereka begitu asyik menyaksikan kemeriahan itu, hingga seseorang terlihat menghampiri Jill dengan kostum yang di pakainya. "Jill?" Lelaki itu membuat Jill ketakutan. "Siapa kau??!" Anne langsung melindungi sahabatnya itu. Lelaki itupun membuka topeng lucunya dan jelaslah terlihat wajah yang di kenali Jill tentunya Anne pun mengenalinya juga. Dua gadis itu terkejut sekaligus tertawa, "Jill! Dan kau Anne..." Lelaki itu adalah John Corbett yang sangat mengagumi Jill, kejadian memalukan yang tak akan pernah bisa Jill lupakan. "Hey John?" Jill menyapanya walaupun ia tak mau. Sebab lelaki itu yang menciumnya dengan paksaan saat di acara pernikahan Heidi, John adalah kerabat Dex yang jatuh hati pada Jill sejak pertemuan pertama mereka sebelum pesta pernikahan. "Kenapa kau ada disini?" Tanya John bersemangat. "Aku bersama kekasihku disini." Jill membuatnya kecewa. Anne tak hentinya tertawa, sementara lelaki itu merasa tak suka padanya. Karena sepertinya semua lelaki yang begitu mengagumi Jill akan membenci gadis tomboy yang menyebalkan itu, hanya satu lelaki yang menyukai Anne, Silver.
__ADS_1
"Anne!" Jill memintanya untuk berhenti tertawa. "Maaf John, tapi Jill tak mau mencium mu," Ejeknya yang membuat Jill kesal mendengar perkataan dari sahabatnya itu, tapi ia tak bisa berbicara apapun lagi. "Anne jangan seperti ini!" Jill memarahinya namun Anne melanjutkan tawanya karena ia tak bisa menahan dan terus mengingat kejadian yang sangat memalukan itu. Wajah John memerah dan terlihat emosional terhadap Anne, "Persetan kau!" Marahnya dan berlalu pergi. "Kau ini!" Jill memukul sahabat yang menyebalkannya itu. "Ouch!" Namun Jill juga tak bisa menahan tawanya itu, "Kau merasakannya? Kau juga tak sanggup menahan tawa!" Mereka sangat puas dengan tawa mereka yang terbahak-bahak, dan membuat Thompson merasa telah melewatkan sesuatu yang sangat lucu. "Ada apa ini?" Bingungnya dengan membawa beberapa minuman.