
Memang benar, tak orang di rumahnya. Miles hidup sendirian dengan pengawasan ayahnya dari jarak jauh, tanpa sepengetahuannya. Jill tak mau bertanya apapun tentang kehidupan Miles yang sangat tertutup itu. "Masuklah, dan anggap saja rumah sendiri." Tempat tinggal yang sederhana dan nyaman itu cocok untuk kesendiriannya. "Banyak makanan di dalam sana, ambil saja jika mau." Tuan rumah yang sangat baik. Anne tak bersabar untuk melihat semua peliharaan Miles yang pernah ia lihat sebelumnya, Jill mengikuti sahabatnya itu masuk ke salah satu ruangan. Tak ada hal yang membuat Jill tertarik akan reptil yang di perlihatkan Miles disana, Anne begitu asik sendiri dengan memotret hewan-hewan milik teman barunya itu. "Miles, bolehkah aku mendokumentasikan peliharaanmu ini?" Anne meminta izin untuk mengisi tugasnya. "Yeah tentu saja Anne, untuk catatan senior yang kau bilang itu?" Miles terlihat senang hari itu. "Uhuh, sebagian senior sudah tercatat, termasuk Max dan kawan-kawannya." Ucap Anne yang berkedip pada Jill mengenai senior keren Max. "Bersemangatlah Anne, tugas menjadi jurnalis sekolah itu tak mudah." Ujar Miles. Jill tersenyum di siang menuju sore hari itu, anehnya ia tak memikirkan Thompson sama sekali. Dan sebaliknya, Thompson terus memikirkan gadisnya itu dengan kegelisahan hatinya.
__ADS_1
Ibunya menelpon untuk segera pulang, "Biar aku yang mengantarnya." Ucap Miles pada Anne yang sudah mendapat jemputan dari kakaknya. "Oh ya Anne! Maukah kau menemaniku besok untuk mengambil bayi buaya Amazon???" Ajak lelaki itu pada Anne karena Jill akan ketakutan melihat reptil barunya itu. "Baiklah! Itu akan menyenangkan, sampai besok!"
__ADS_1
"Kemana ibumu pergi?" Miles memperhatikan kepergian Helena dengan menaiki taksi yang sudah di pesannya. "Ayahku sangat sibuk akhir-akhir ini, dia mendapat tugas di luar kota, dan mengajak ibu untuk menemaninya disana." Jawab Jill yang melambaikan tangan kepada ibunya. "Jadi kau sendiri disini?" "Yeah untuk malam ini aku sendiri, tapi tenanglah Anne pasti akan menginap besok, ayo kita masuk." Jill memperlihatkan kamarnya kepada Miles, "Kau pandai melukis Jill." Pujinya. "Hanya sekedar hobi, sama sepertimu yang gemar mempelihara reptil." Jill memberikan minuman cokelat. Mereka duduk di atas sofa yang mengarah ke komputer yang tak menyala, "Aku sangat berterimakasih padamu dan juga Anne karena telah berbaik hati padaku..." Jill hanya tersenyum. "Sebenarnya aku ingin sekali berbagi cerita pada kalian, hanya saja sangat sulit untuk mengatakannya... Dan jika aku memberitahu kalian, kau dan Anne akan menjauhiku pastinya." Gumamnya yang menutupi rahasia hidupnya walaupun Jill dan Anne sudah mengetahuinya, "Jangan khawatir, jika kau memang tak ingin menceritakannya, itu tak jadi masalah." Jill memahaminya yang tak mau kehilangan pertemanan mereka. "Terimakasih Jill." "Jangan terus berterimakasih seperti itu, aku mengerti." Mereka duduk dengan posisi berdekatan, Miles memang menyukai gadis itu. "Jill?" Panggilnya pelan, gadis itupun menatapnya. "Miles?" Pemuda itu mendekatkan wajahnya dengan perasaan yang tak tertahankan, Miles menciumnya. Dan Jill pun membalas ciuman itu namun sejenak pikirannya tertuju akan Thompson, "Maafkan aku Miles." Jill pun menangis di pelukannya karena kini ingatannya telah kembali pada kekasihnya yang hampir terlupakan. "Tak apa Jill, ini salahku." Miles merasa bersalah malam itu, "Bisakah kita menjadi sahabat saja?" Jill memastikannya agar tak terjadi keanehan di antara pertemanan mereka. "Yeah tentu, aku akan menjadi sahabat keduamu, agar Anne tak menjadi sahabat satu-satunya." Jill tertawa kecil mendengar jawabannya itu, "Terimakasih Miles." "Sudah cukup kau menjadi sahabatku saja Jill, ini sudah cukup bagiku." Miles berkata di dalam benaknya sendiri sambil memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1