Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 26 - Angka keberuntungan


__ADS_3

"Apa kau bercanda? Namanya sama seperti Miles!" Anne terkejut dengan apa yang di ceritakan Jill. "Entahlah mungkin hanya kebetulan." Gumam Jill. "Tidak mungkin, aku merasa curiga sekali... Tapi saat berada di rumahnya aku tak melihat orang selain aku dan dia disana..." Sambung Anne dengan otaknya yang bekerja. "Yang ku tahu saat hari pertama sekolahnya ia bilang tentang kepindahannya yang bersama kakaknya, kalau pun benar Miles dan Simon ada hubungannya, yang ku tebak Simon adalah adiknya." Tebakan Jill itu di setujui oleh otak Anne. "Kau benar Jill, bagaimana kalau kita menyelidikinya bersama?" Anne mulai bersemangat dalam memecahkan masalah. "Ya! Itu menarik, tapi bagaimana caranya?" "Jill, dia hanya akan bercerita padamu karena dia mengagumi dirimu," Anne membuatnya heran. "Kau gila, hanya karena dia menyukaiku bukan berarti dia akan menceritakan segalanya padaku..." Mereka berbincang di depan pintu gymnasium. "Tapi bisa saja dia berbohong padamu tentang kakaknya itu Jill, ah bagaimana kalau begini..." Anne mengatur rencananya untuk mengetahui siapa Miles yang sebenarnya. Dua gadis itu terlihat serius dalam penyelidikan yang memang tak begitu penting. Suara bising dari dalam gymnasium tak membuat mereka terganggu, "Tapi dia tak terlihat sama sekali disini..." Tiba-tiba muncul Thompson yang membuat mereka berdua terkejut dengan kedatangannya yang tak terduga, "Darimana saja kalian?" Thompson menghampiri mereka. "Ku bilang dia sedang sakit perut bung! Ah kau ini..." Anne pun berlalu memasuki gymnasium. Jill kebingungan sekaligus kesal terhadap Anne yang menyebutnya sedang sakit perut itu karena memalukan sekali baginya. "Kau baik-baik saja???" Thompson menggandengnya. "Yeah aku sudah tak apa-apa..." Dengan kekesalannya terhadap Anne ia harus bersandiwara pada kekasihnya. "Apa yang kau makan sampai bisa seperti ini?" Tapi Thompson adalah kekasih yang sangat perhatian. "Hey! Kalian tak boleh melewatkan ini walaupun tanpa Tony!" Teriak Nick memanggil mereka untuk kembali menonton di menit-menit terakhir olahraga basket itu. "Baiklah ayo," Akhirnya Thompson mengajaknya masuk dan melupakan tentang sakit perutnya itu.

__ADS_1


Matahari terbenam itu mengakhiri harinya di sekolah, Thompson mengantarkannya pulang. Terlihat di depan pintu rumah, ayahnya sedang berkacak pinggang mengamati putrinya yang tengah berjalan ke arahnya. "Apa alasannya???" Pertanyaan Jeff itu membuatnya kewalahan. "Apa ibu sudah memberitahumu?" Gadis itu mengatur nafasnya. "Dan apa itu? Jawab pertanyaan ayah." "Ayah apa kau akan melewatkan acara basket di sekolah? Jika kau masih muda pasti tak akan melewatkannya." Kesal Jill. "Baiklah kalau begitu kau boleh masuk." Kekhawatiran ayahnya itu sangat lucu, pada akhirnya Jill menertawainya.

__ADS_1


"Terimakasih bu." Helena menyiapkan makan malam. "Bagaimana tadi di sekolah?" Tanya ibunya. "Sangat seru, mereka begitu hebat." Kata Jill dengan suapan pertamanya. "Pasti mereka hebat karena sekolah asrama itu memang terpandang baik, dan bagaimana dengan softball yang di mainkan Thommy???" Tiba-tiba ayahnya mempertanyakan kekasihnya itu, Jill hampir tersedak. Helena menganggukan kepalanya pada Jill, karena memang dialah yang meyakinkan hubungan putrinya itu pada Jeff setelah mendapati informasi dari Anne mengenai Thompson. Jill tersenyum pada ibunya, "Dia pemain utama, dia juga hebat." Jawaban Jill itu membuat Jeff tertawa. "Tentu saja kau akan bilang dia hebat, ayah beritahu padamu Jill..." Sejenak Jeff menelan makanannya terlebih dahulu. "Kebanyakan pemain yang hebat itu akan memiliki angka keberuntungannya, contohnya dua puluh enam itu adalah bukti bahwa orang itu memang hebat, angka berapa yang ada di..." Belum sempat Jeff menyelesaikan ucapannya, Jill menyela. "Di bajunya terdapat angka dua puluh enam ayah... Dia memang hebat seperti yang kau katakan." Jill tertawa bersama Helena. Sementara Jeff merasa di permalukan, "Baiklah baiklah Thompson memang hebat, ayan tahu itu." Ayahnya itu pun tertawa menahan malu.

__ADS_1


__ADS_2