
"Aku tak bisa tidur semalam." Gumam Jill yang menyandarkan kepalanya di bahu Anne. "Benar-benar orang itu, tak bisa di percaya." Anne meneguk kopinya di bawah pohon besar yang terletak di halaman sekolahnya. Dua hari berturut-turut mereka datang sepagi itu untuk mengungkap penyelidikan yang hampir selesai, dengan kebaikan hati Simon yang mau memberitahu cerita pahit yang pernah menimpanya dan juga keluarganya, yang berawal dari berontaknya Miles saat itu.
__ADS_1
Miles adalah anak kedua dari hasil pernikahan Ralph Gregory bersama Amy Lee, sedangkan Simon adalah anak Ralph Gregory yang di lahirkan oleh istrinya Samantha Gabe setelah perceraiannya dengan Amy Lee yang sudah terjadi dua tahun sebelumnya, yang mengartikan Simon adalah adik tirinya. Mereka beranjak dewasa dan di pertemukan oleh ayahnya untuk saling mengenali satu sama lain, pada awalnya Miles lah yang begitu ramah dan baik pada adik tirinya itu, namun suatu hal yang berakibat buruk mempengaruhinya. Suatu hari Miles bertemu dengan rekan ibunya yang menceritakan kebenaran, "Ibumu adalah *******, maka dari itu ayahmu meninggalkannya, Stan dan dirimu, demi menikahi wanita lain." Ucapan wanita ****** yang selalu teringat itu merubah seluruh kehidupannya, kebencian terhadap ayah maupun ibunya itu semakin menggila. Tepat di usianya yang ke tujuh belas, remaja itu meluapkan amarahnya setelah memiliki senjata api dengan menyiksa ibunya yang berkata jujur tentang pekerjaan haramnya. Tak ada ampunan darinya karena iblis sedang berada di dalam jiwanya ketika itu, kakaknya pun datang untuk menyelamatkan Amy Lee yang sudah tak bernyawa dari adiknya yang masih mengamuk "Tak ada ampunan untuk seorang ******* yang mengaku dirinya sebagai ibuku!" Dan ucapan dari dirinya itupun tak pernah hilang dari kepalanya. Stan memukulnya berkali-kali namun tak terasa sakit sedikitpun, kakaknya itu berniat untuk melaporkannya pada polisi sayangnya Stan tak bertahan dengan panasnya peluru yang lebih cepat menembus kepalanya. Tak berhenti disitu, remaja yang meninggalkan dua mayat di rumahnya itu bergegas untuk berkunjung ke rumah ayahnya berbekal senjata yang telah menghabisi nyawa kedua orang tersayangnya. Kedua matanya melihat kehangatan acara makan malam Ralph bersama dengan anak istrinya yang merenggut momen-momen seperti itu. Niat buruknya berakhir di pelukan sang ayah walau masih dengan kemarahannya, Ralph berhasil menghentikannya sebelum Samantha dan Simon yang hampir merasakan pelurunya. Remaja itu mendapat hukuman ringan penjara selama setengah tahun karena usianya yang masih sangat muda, tapi setidaknya Ralph sebagai ayah yang menyayanginya itu menutupi kasus pembunuhan dengan mengubahnya menjadi kasus kecelakaan, karena tak ada saksi mata sama sekali. Walaupun dengan waktu yang lama dan dengan usaha keras yang di lakukan Ralph untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya itu.
__ADS_1
"Simon ingin sekali bersekolah di sekolah ini, tapi karena Miles telah mendapat kesempatan bersekolah lagi dan tempatnya disini, Simon tak mau satu sekolah dengan kakak tirinya itu." Ucap Jill. "Anne sebenarnya aku ketakutan bila bertemu dengannya setelah mengetahui hal ini," "Untuk apa takut padanya, dengarkan aku, Miles adalah remaja seperti kita hanya saja saat itu ia mendapatkan dua jalan yang harus di pilihnya, sayangnya ia memilih jalan yang salah yang membuatnya tersesat." Anne berhenti berbicara dan meneguk kopinya yang masih hangat. "Di hidupnya kini, ia hanya memiliki seorang ayah yang masih peduli padanya tapi ia merasa harus memisahkan dirinya sendiri jauh dari orang-orang tersayangnya agar aman, pastinya ia merasa sangat bersalah dan tak bisa memaafkan dirinya sendiri." Anne sangat merasa kasihan pada orang-orang yang memiliki masalah seperti itu, untungnya ia hanya memiliki masalah kakaknya yang sangat sulit ia bangunkan untuk mengantarkannya ke sekolah. "Kau benar anne." Jill pun berubah pikiran tentang menjauhi Miles. "Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jill. "Dia kesepian, tentu saja kita berdua harus menjadi temannya, jika mampu kita harus berhasil membuatnya memaafkan dirinya sendiri." Jawab Anne bijak. Jill terdiam meratapi wajah sahabatnya itu dengan heran, "Apa yang kau lihat?" Kesal Anne. "Darimana kau bisa berbicara bijak seperti itu huh???" Mereka tertawa. Kali ini kedua gadis itu mendapatkan suatu pelajaran hidup yang harus mereka petik sisi kebaikannya.
__ADS_1