Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 25 - Rasa yang tak tersampaikan


__ADS_3

Sebelum pelatihan di mulai tim basket Cyrano itu membentuk dua tim. Skor demi skor yang terus bertambah dari kedua tim itu membuat para penonton sangat menikmatinya. Permainan mereka terlihat sangat sulit namun terlihat juga masing-masing dari tim mampu mencapai batas skor, "Mereka sangat hebat!" Ujar Nick. "Ya benar-benar sportif dan bersemangat, entahlah teknik apa itu?" Bingung Sanchez saat melihat kemampuan Tony yang melebihi kehebatan Maxime. "Sepertinya akan sangat seru jika Max bertanding dengan Tony." Sambung Thompson. "Mustahil, karena mereka bersahabat dan ku dengar mereka tak pernah bertanding karena tak mau mengalahkan satu sama lain." Tambah Sanchez. "Benarkah itu???" Nick terkejut. "Yeah, tapi mereka akan bermain di tim yang sama, mereka selalu satu tim. "

__ADS_1


Simon mengirimi pesan kepada Jill bahwa ia sedang berada di Smallville High School, dan pemuda itu sangat kesulitan mencarinya. Jill merasa kebingungan dengan keberadaannya, "Bagaimana bisa dia disini?" Ucapnya pelan. "Apa yang kau katakan Jill? Aku tak mendengarmu!" Untunglah Anne tak mendengarkannya. "Aku pergi dulu..." Jill bangkit dan ia pun berlalu meninggalkan sahabatnya. "Hey kemana kau??!" Teriak Anne. "Toilet!" Tak lama Jill pergi dari kursinya yang kosong kini sudah di tempati oleh penonton lain. "Hey itu kursi sahabatku!" Kesal Anne.

__ADS_1


Jill memisahkan dirinya dari gymnasium, ia mencari-cari Simon yang lama sekali tak membalas pesan teksnya. Gadis itu berdiri di depan kelas kimia sambil memainkan ponselnya, "Bagaimana bisa dia berada disini? Apakah..." Di saat itupun Jill teringat akan perbincangannya saat pertama kali mereka bertemu, Simon mengatakan bahwa dirinya bersekolah di asrama pemuda dan tak sempat menyelesaikan pembicaraannya dikarenakan Jeff yang mengajaknya pulang pada waktu itu. "Ya ampun, ternyata... Asrama pemuda Cyrano." Gumamnya sendiri. Pantas saja ia juga hadir di pertandingan saat itu, "Simon." Gadis itu pun pergi ke toilet sambil menunggu balasan dari seorang teman yang menyukainya itu.

__ADS_1


"Jill!" Simon terlihat berbeda dengan mengenakan seragam basket juga seperti tim dari sekolahnya itu. "Kau pemain?" Jill tersenyum. "Hanya cadangan." Balasnya dengan senyuman juga. "Apa yang kau lakukan di ruang kesehatan ini? Aku tak melihatmu di gymnasium." Setelah Jill mendapati balasan darinya, gadis itupun bergegas ke ruangan dimana Simon berada. "Aku sengaja datang terlambat." "Lalu sedang apa disini?" Jill heran. "Menemani temanku, dia tak kuat berlatih akhir-akhir ini, aku membawanya kesini..." Tak lama pun seseorang memanggil dari balik tirai yang ada di dalam ruangan itu. "Hey Gregory?" Simon pun masuk ke dalam tirai tinggi yang menutupi orang itu, "Ya bung? Aku disini." Jill hanya terdiam keheranan saat mendengar orang itu memanggil Simon dengan nama Gregory, "Jill kemarilah, tak apa..." Di tambah lagi Jill merasa penasaran dengan orang yang tertutupi tirai itu ia pun melangkah masuk dan terkejutlah gadis itu setelah indera penglihatannya menangkap seorang lelaki tengah terbaring di atas ranjang. "Perkenalkan ini Tony, pemain tim basket yang sudah tak sanggup melompat lagi..." Kata Simon dengan leluconnya. Dalam hati Jill menjerit "Yeah tentu saja itu Tony, aku juga tahu kalau dia seorang atlet basket Simon!" Gadis itu tak bisa bergerak sedikitpun dengan senyuman Tony yang mempesona. "Hai, Jill?" Kali ini hatinya mulai terasa panas lagi dengan mendengar Tony yang menyebut namanya, "Hey..." Akhirnya Jill menyapanya. "Baiklah bung, aku akan meninggalkanmu, hanya sebentar."

__ADS_1


"Apa yang terjadi padanya? Aku melihatnya baik-baik saja saat bermain tadi." "Dia sedang tak sehat akhir-akhir ini, pelatihku bilang dia memiliki catatan kekurangan darah, entahlah." Simon berjalan mengantarkan Jill untuk kembali ke gymnasium. "Akhirnya kita bisa bertemu lagi Jill." Simon tersenyum melihat gadis itu. "Yeah, senang bertemu denganmu disini." Lalu tersirat lagi dengan panggilan nama Tony terhadap Simon, Jill pun mempertanyakannya. "Kenapa Tony memanggilmu Gregory?" Jill menghentikan langkahnya. "Gregory nama belakangku, tentunya nama ayahku." Tiba-tiba Anne menemukan sahabatnya itu dan berteriak dari ujung koridor, "Jill!!! Kekasihmu menanyakanmu!" Mendengar teriakan itu Simon merasakan jantungnya seakan berhenti berdetak karena seseorang telah memiliki Jill, rasa yang tak tersampaikan. "Pergilah, kita bisa bertemu lagi di lain waktu." "Baiklah Simon sampai jumpa lagi ya..."

__ADS_1


__ADS_2