Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 33 - Heartbreak girl


__ADS_3

"Kau pergi ke tempat seperti itu tanpa sepengetahuanku? Ah tentu saja tanpa izin dari ayah dan ibumu juga, mustahil jika ayahmu mengizinkan kau pergi ke tempat itu." Thompson benar-benar marah. "Maafkan aku, aku hanya butuh kesenangan..." Belum selesai bicara Thompson menyelanya. "Kesenangan? Apa yang kau maksud kesenangan di club? Aku tak percaya ini." Ekspresinya begitu sinis dan membuat hati Jill sangat panas. "Apa yang kau lakukan disana??? Apa kau berpikir tentang kekhawatiran orangtuamu? Atau kecemasanku?" Jill sungguh tak bisa berkata apapun lagi selain mendengarkan kemarahan kekasihnya itu. "Sepertinya jika kau ikut bersama mereka malam ini, kau tak akan ingat padaku ini, sama sekali tidak." "Aku sudah melakukan yang terbaik untukmu Jill, mengapa kau merusak kepercayaan di antara kita? Kau tak jujur sepenuhnya padaku." Sebenarnya Jill sedang menahan tangisnya untuk tidak keluar. Ingin sekali ia menjelaskan tentang tujuannya pergi ke tempat itu hanya untuk bersenang-senang seperti remaja lainnya, lagipula ia bersama Anne dan kakaknya Anthony yang menjaganya malam itu, tapi sangat sulit untuk mengatakannya pada Thompson saat ini. "Aku minta maaf..." Akhirnya tangisnya pun tak tertahankan, tapi Thompson tak merangkulnya. Anne merasa sangat cemas mengamatinya dari dalam, "Kenapa lama sekali?" Tanya Ozgur. "Tunggu saja sebentar."

__ADS_1


"Aku tak mengerti lagi, setelah apa yang kita lewati bersama..." Ucap Thompson terputus. "Thompson! Kenapa kau lama sekali... Hey ada apa ini? Kenapa Jill menangis?" Sanchez merasa heran melihat semua itu. "Baiklah, sepertinya kau harus menenangkan dirimu sendiri." Tega sekali Thompson berkata seperti itu pada kekasihnya sendiri. Jill menatapnya tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya, tak berlama-lama Jill pun membalik badan dan pergi meninggalkan semuanya. "Apa yang kau lakukan padanya?" Sanchez kebingungan dengan melihat kepergian Jill yang sudah menjauh. "Ayo masuk saja." Ajak Thompson. Lelaki itu berjalan dengan raut emosinya yang tak hilang, Anne tersadar akan Jill yang tak ikut masuk ke dalam kafe itu. "Dimana dia?" Thompson tak menjawabnya. "Thompson dimana Jill!!!" Anne sangat marah hingga membuat keadaan kafe tertuju padanya karena berteriak. "Dia pergi Anne," Jawab Sanchez. "Sialan kau bung!!!" Anne sangat marah pada Thompson dan bergegas pergi mengejar sahabatnya yang entah pergi kemana.

__ADS_1


Gadis yang sakit hati itu menangis di pemberhentian bus seorang diri di hari yang sudah gelap itu, Jill sangat tak percaya pada Thompson yang membuatnya menangis lagi seperti ini. Ponselnya terus berdering karena Anne terus menghubunginya, kali ini ia akan menenangkan dirinya sendiri seperti apa yang di katakan Thompson padanya. Bus tujuan rumahnya pun tiba di hadapannya, ia pun menaiki bus itu dan cepat-cepat mencari kursi paling belakang.

__ADS_1


Untungnya di malam itu Jill merasa aman selama perjalanan pulang karena Flint menemaninya dan mengantarkannya sampai ke depan rumahnya seperti dulu yang biasa ia lakukan untuk melindungi Jill agar tetap aman dengan cara seorang pria dewasa. "Masih menjadi gentleman huh???" Jill sudah menghentikan tangisannya walaupun kedua matanya sangat sembab. "Tentu saja, aku akan melindungi setiap wanita... Anak-anak? Para gadis? Bahkan nenek-nenek." Ucapannya itu membuat Jill tertawa. "Kau benar-benar tak berubah, oh Flint aku merindukanmu." Jill memeluknya karena setelah sekian lama mereka tak bertemu. Sebenarnya Flint adalah teman dekatnya saat kecil bersama Anne juga, namun keduanya merasakan perasaan yang lebih dari sekedar teman. Mereka memutus hubungan percintaannya di karenakan Flint harus bersekolah di luar negeri atas keinginan orangtuanya, namun mereka masih berteman karena janji yang mereka buat. "Teman selamanya!" Kata Flint berteriak dan berlalu pergi. "Terimakasih! Sampai bertemu lagi!"

__ADS_1


__ADS_2