
Thompson tak melepaskan pelukannya di malam itu, Jill masih merasa trauma dengan apa yang telah terjadi. Di sisi lain Jill merasa bersyukur karena Thompson tak berkelahi, kekasihnya itu mampu menahan emosinya. "Aku tak bisa berbuat apapun lagi, maafkan aku..." Tangis Jill. "Genggamannya terlalu kuat," Gadis itu terus merengek. "Sudahlah, lupakan saja apa yang terjadi hari ini." Thompson berusaha menenangkannya. "Dan aku tak berkelahi disana, aku tak mau melakukannya hanya demi dirimu, sudah lupakan saja." Pintanya. "Tapi jangan lupakan bagian di saat aku mengalahkan tim burung gagak itu." Ucapnya yang membuat Jill tertawa kecil. "Aku tak mau kau menangis lagi Jill."
__ADS_1
"Terimakasih telah mengantarku pulang." Ucap gadis itu. "Tentu saja, aku akan melakukan apapun untuk melindungimu." Thompson menciumnya, dan itu adalah bagian romantis pertama yang di lakukannya pada Jill. Lelaki muda itupun pergi dengan sepeda motornya.
__ADS_1
Heidi akan mendapatkan email seperti biasanya yang ia dapatkan dari adiknya itu, sebelum tidur Jill mengirimkan semua hal yang terjadi padanya. Tak akan sempurna jika hanya teman-teman dan kedua orangtuanya saja yang mengetahui hari-harinya, Heidi pun harus mengetahui semuanya dan itu akan terasa sempurna bagi Jill.
__ADS_1