Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 3 - Monster terindah


__ADS_3

Heidi mengirimi balasan pesan teksnya, "Semua hal itu kembali lagi pada dirimu sendiri Jill, kau harus memahaminya sendiri jika kau sudah yakin akan hal itu, buatlah keputusan." Heidi merasa khawatir akan adiknya yang sedang mengalami kegalauan itu. Sebagai kakak yang sudah menikah dan jauh dari adiknya, Heidi hanya bisa menjadi seorang pendengar dan memberikan masukan sekaligus nasehat untuk Jill. Sejujurnya ingin sekali ia berkunjung ke rumah orangtuanya, namun Dex akan selalu membutuhkan dirinya agar tetap berada di rumah. Heidi adalah seorang wanita yang cerdas dalam segala hal, ia adalah pahlawan utama di saat memecahkan masalah ketika tinggal bersama keluarganya dulu. Jill akan menuruti segala perintahnya, karena Heidi memiliki kemampuan tersendiri untuk mengendalikan adiknya itu dengan kasih sayang. Sebenarnya Heidi adalah wanita yang memiliki banyak mimpi, ia ingin sekali lulus di sekolah musiknya. Namun takdir sudah di tentukan, ia bertemu dengan Dex yang sangat mencintainya dan dengan waktu yang singkat itu Dex sudah bertekad untuk menikahinya. Tak ada yang bisa di lakukannya lagi selain menjadi istri yang baik, kini hanya tersisa mimpinya yang ingin menjadi seorang ibu.

__ADS_1


Setelah usai saling mengirimi pesan teks dengan Heidi di malam yang dingin itu tiba-tiba membuatnya teringat akan dulu dimana ia berkencan dengan Thompson di sebuah tempat makan setelah berkunjung dari galeri seni di pusat kota. Wajah tampan pemuda itu masih terngiang di kepalanya, Thompson memang bersikap lembut kepadanya dan semua itu membuat Jill merasa spesial dimata mantan kekasihnya ini.

__ADS_1


__ADS_1


Semua kalimat romantis yang terucap dari bibir Thompson itu selalu membuatnya seakan melayang. Mereka berdua pernah bertukar ponsel untuk saling mengetahui isi ponsel mereka satu sama lain, awalnya tak ada masalah apapun dari pertukaran ponsel itu. Namun semakin hari, Jill semakin penasaran dengan salah satu kontak yang terus menghubunginya, orang itu adalah Carly si gadis pemandu sorak yang entah ada urusan apa ia terus mengirimi pesan teks pada Thompson. Jill merasa risih dengan hal itu sehingga ia pikir akan lebih baik jika ponsel mereka di tukarkan kembali. "Aku tak ada hubungan apapun dengannya, percayalah kumohon." Hanya kalimat itu saja yang masih tersimpan di dalam memori Jill tentang Thompson yang memastikan keadaan saat itu. Sayangnya Jill tak bisa untuk terus mempercayainya, karena Carly sendiri yang memberitahukannya tentang kisah cinta antara dirinya dengan Thompson. Gadis itu berbicara jelas dan seolah Jill hanyalah sebatas tempat persinggahan Thompson. Tak di percayainya lagi adalah dengan sikap manis Thompson terhadapnya itu hanyalah sebuah topeng. Terjadi perdebatan di antara keduanya, Jill sudah jelas tak percaya lagi terhadapnya sedangkan Thompson terus berusaha meyakinkan kekasih terbaiknya itu. Lelaki muda itu sungguh tak ingin kehilangannya, namun sayang sejak saat itu Jill sudah mengakhiri hubungannya, tak mau kalah dengan ketidakpercayaan Jill, Thompson pun membuat sumpah untuk dirinya sendiri dengan bukti yang menjadi nyata saat ini. Dan Carly si gadis iri itu hanyalah sebagai perusak hubungan mereka, setelah ia puas dengan berakhirnya kisah romantis antara dua remaja itu, Carly hanya bisa menggosipkan mereka di sekolah. Anehnya orang-orang yang mendengarkannya itu sangat percaya akan gosip yang ia sebar luaskan. Thompson tak peduli lagi akan si pemandu sorak tersebut, ia hanya teringat akan tatapan Jill pagi tadi yang nyatanya ia ingin sekali memberikan senyuman kepada Jill, tak hanya senyuman bahkan ia ingin memeluk gadisnya itu. Hanya saja sangat sulit baginya untuk meyakinkan lagi akan hubungan mereka yang ia harap bisa bersatu kembali. Entah apa yang harus ia lakukan untuk kembalinya Jill ke dalam hidupnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2