Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 38 - Saling melengkapi


__ADS_3

"Buaya itu sangat keren Jill, kau harus melihatnya." Untuk malam ini Anne menemaninya di rumah. Ayah dan ibunya akan pulang besok pagi, dan ia memiliki jadwal bersama Thompson di hari liburnya, maka dari itu ia harus meminta izin ayahnya terlebih dahulu. "Kau ini tak memiliki rasa takut sama sekali???" Jill heran. "Untuk apa takut, lagipula buaya itu masih bayi." "Oh ayolah Anne, semua makhluk hidup akan tumbuh besar, suatu hari nanti dia pasti akan membuatmu takut dengan ukuran tubuhnya yang semakin membesar." Ucap Jill. "Miles meminta bantuanku untuk melatih Romeo supaya menjadi jinak." Yang di ucapkan Anne itu sangat lucu, "Romeo?" Jill tertawa. "Yeah, aku yang memberinya nama itu, dan Miles pun menyetujuinya." "Romeo huh?" Mereka tertawa.

__ADS_1


Kedua gadis itu memang memiliki perbedaan yang membuat keduanya saling melengkapi untuk persahabatan yang sudah melekat sangat lama. Jika Jill selalu bertindak bodoh atau melakukan kesalahan, akan ada Anne yang dapat memperbaiki keadaannya menjadi lebih baik. Dan sebaliknya, jika Anne terlalu bertindak berlebihan akan ada Jill yang dapat menyadarkannya untuk bersikap seperti biasanya. "Apa kau tak bosan memiliki sahabat sepertiku Jill?" Anne selalu mempertanyakan hal itu. "Jangan membuatku menangis Anne, kumohon jangan tanyakan pertanyaan bodoh itu lagi." Jill mendekat dan memeluknya. "Kau sahabatku satu-satunya... Ah tidak! Miles kini menjadi yang kedua." Anne tertawa kecil mendengarkannya, namun Jill teringat akan kejadian kemarin malam bersama Miles. "Anne, aku membuat kesalahan." "Oh bagus, kau berbuat masalah lagi huh? Dan kesalahan apa yang telah kau lakukan?" Anne menyiapkan kedua telinganya. Sebenarnya akan sangat memalukan dan juga akan membuat amarah Anne terpancing, "Aku ragu untuk menceritakannya." Untuk kali ini saja Jill berharap tak akan ada perdebatan dari sahabatnya itu setelah ia memberitahukan hal ini. "Baiklah, aku tak akan marah padamu walaupun pasti kau akan membuatku marah." Ucapnya. "Kemarin malam, saat Miles..." Belum selesai Jill bicara. "Miles dan kau? Yeah aku sudah tahu." Anne membuatnya kaget. "Bagaimana bisa kau mengetahui ini???" "Tentu saja Miles yang menceritakannya padaku, sebelum ia berkelahi dengan Thompson tadi siang." Anne benar-benar pantas menjadi seseorang yang mengetahui segala hal, "Sangat memalukan sebenarnya, tapi untungnya," "Yeah, Miles menyadari bahwa kau hanya mencintai Thompson, maka dari itu ia meluruskan masalahmu dengan kekasihmu itu, pada akhirnya kalian kembali bersatu lagi, Miles bilang padaku sudah cukup kau menjadi sahabat baginya." Jelas Anne tersenyum.

__ADS_1


"Dengar Jill, apapun masalah terbesarmu jangan ragu untuk memberitahuku, apapun masalah itu." Selain membuatnya kaget, akhirnya Anne membuatnya menangis. "Dan sebesar apapun masalahmu dengan Thompson, pada akhirnya kalian akan selalu kembali bersama, ingatlah itu." Ucapan sahabatnya itu memang benar, Jill pun menyadarinya. "Aku akan selalu menjadi sahabatmu, itupun jika kau tak merasa bosan terus bersahabat denganku." "Ah Anne kau ini selalu menyebalkan, kau memang yang terbaik bagiku Anne." Tangisnya.

__ADS_1


Jill menuruni tangga, tubuhnya masih terasa lemas dan tak mau beranjak dari ranjangnya namun perutnya terasa sakit. Saat melangkah ke dapur gadis itu terkejut melihat kehadiran ibunya yang kini sedang membuat adonan roti seperti biasa yang ia lihat, "Selamat pagi sayangku." Ibunya memberikan senyuman. "Hey bu! Kapan ibu kembali??? Apa ayah..." "Dia masih tidur, ia kelelahan." Jeff mendapatkan pekerjaan yang lebih baik setelah di jadikan kepercayaan oleh perusahaan yang sudah ia geluti sejak lama. "Apa Anne sudah bangun?" "Dia masih tidur, lagipula ini hari libur." Aroma dapurnya akan selalu wangi jika ibunya selalu berada di rumah, "Baiklah kau pergilah mandi, setelah itu bantu ibu."

__ADS_1


__ADS_2