Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Ending - Para monster di hati Jill


__ADS_3

Sepuluh lukisan yang keren itu berhasil membuat semua orang takjub sekaligus kaget, Jill hanya terdiam dengan tawa kecilnya memperhatikan para lelaki itu. Semua nama lelaki yang ada di dalam lukisan itu hanyalah pertanda saja bahwa mereka yang pernah masuk ke dalam hidupnya.


"Kenapa Jill? Apa alasannya?" Tanya Anne karena sangat penasaran. "Aku hanya ingin melakukannya saja, hanya sebuah tanda saja bahwa mereka memang ada di dalam hidupku." Jawabnya dengan hati damai. "Semua nama itu? Astaga kau benar-benar membuatku terkejut," Anne meninggalkannya dan bergabung bersama yang lain melihat semua lukisan yang di kerumuni semua murid sekolah itu.


Erick si tukang pengganggu, memang sangat mengganggu hidupnya di sekolah, lukisan itu ia buat untuk menghargainya saja. Max si atlet tampan, seseorang yang selalu berhasil membuatnya terpesona dan tentu saja harus ia tandai di dalam karyanya.


Monster terindah, yaitu Thompson pastinya akan menjadi lelaki satu-satunya yang membuatnya jatuh cinta juga sakit hati, dan menjadi kekasih yang terbaik untuknya. Alex dengan kedipan matanya yang menjengkelkan juga menjadi lelaki yang masuk dalam masa remajanya karena telah bersedia menjadi tiket masuk ke dalam sebuah pesta saat itu.

__ADS_1


Simon, lelaki tinggi dan keren yang ia temui di toko alat lukis saat itupun pernah membuat harinya ceria. Kemudian Miles, lelaki bermata biru dengan permen jelly dan reptil miliknya itu, kini telah menjadi sahabat keduanya walaupun akan menjadi musuh Thompson karena ciuman yang menjadi masalah itu. "Oh astaga Jill, kau bercanda? Simon dan Miles ada di dalam daftarmu?" Bingung Anne saat membaca dua nama lelaki yang bersaudara itu.


Dan sisanya adalah para lelaki yang memiliki ciri khas tersendiri, lelaki yang pernah membuatnya gugup adalah Tony Caine yang selalu memberikan senyuman mautnya pada gadis pelukis itu. "Tony??? Ada banyak atlet yang kau tulis disana." Gerutu Anne pada sahabatnya itu. "Lalu apa masalahmu?" Jill membuatnya kesal. "Maxime, dan kini sahabatnya juga? Tony???"


Lalu terdapat lelaki yang menginspirasinya untuk menjadi pelukis hebat, Hayter Brown pun ia ajak ke dalam karya lukisannya agar gadis itu akan selalu teringat akan seniman yang memberinya motivasi. Adapula dimana saat Jill merasa sendirian dalam kesedihan, Flint tiba-tiba muncul menjadi pelindung yang membuatnya nyaman di setiap waktu tentunya sejak dari dulu, tak akan pernah ia lupakan. "Setidaknya Flint pernah berpacaran denganmu, tapi Tony Caine??? Aku tidak menerima itu." Gerutu Anne yang membuatnya tertawa, mereka berdua sangat bahagia hari itu.


Selain keluarga, terdapat persahabatan, dan juga kisah romansa dalam masa remajanya itu sungguh penting baginya. Gadis itu akan selalu tersenyum karena telah merubah dirinya sendiri menjadi seorang yang dewasa, berkat kedewasaannya itu ia berhasil menyelesaikan konflik manisnya.

__ADS_1


*Dear Heidi,


Sepertinya aku tak akan mengikuti kisah Peter Pan, karena aku memang harus tumbuh dewasa sepertimu. Suatu saat nanti aku akan menjalani kehidupanku sendiri, dan tak ada orang yang berhak menghalangi jalanku. Aku sangat bangga pada diriku ini, semoga semua harapan baik akan terwujud di masa depanku nanti.


Aku mencintai semua orang yang ada di dalam hidupku, selalu.


Peluk cium

__ADS_1


Jill si bajak laut*


__ADS_2