Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 28 - Rasa rindu dari jarak jauh


__ADS_3

"Anne kau tahu apa yang membuat Jill merasa bosan?" Tanya Erick di depan pintu kafetaria, Anne merasa kebingungan. "Memangnya apa yang di katakannya?" Anne bertanya balik. "Jill bilang kau yang tahu jawabannya, apa yang membuatnya bosan." Mendengar penjelasan yang sudah jelas itu membuat Anne menahan tawanya. "Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?" Anne hanya memastikan dan merasa kasihan pada lelaki itu. "Yeah aku ingin tahu." "Ini akan menyakitkan Erick, kau yakin?" Anne hampir tak sanggup. "Katakan saja, aku tak keberatan..." Erick menyiapkan kedua telinganya baik-baik. "Baiklah jika kau memaksa... Yang membuatnya bosan adalah dirimu Erick." Anne mengumpatkan tawanya. Wajah Erick terlihat marah, "Apa-apaan ini? Aku tak percaya omong kosongmu ini! Persetan denganmu Anne!" Lelaki itu sangat marah sampai pergi dengan cepatnya, sementara suasana kafeteria begitu tegang dengan teriakannya yang kasar. Namun beberapa anak nakal yang mendengarkan itu bersorak dan bertepuk tangan untuk Anne, "Itu keren Anne!" "Buat hatinya hancur!" Meriah sekali tempat makan siang para murid itu. Anne hanya bersikap keren sambil berjalan ke arah Jill yang sudah memulai makan siangnya, "Kejam sekali kau Anne." Jill memberinya tos. "Penyelidikan sudah aman di tanganku dan setidaknya masalah Erick-mu itu selesai." Ucapnya yang menunjukkan sebuah kunci lalu ia merebut makanan Jill. "Terimakasih!" Mereka berdua memang terlihat kompak di mata semua orang, namun mata laki-laki yang satu itu tak hentinya memperhatikan Anne. "Lihat siapa yang sedang mengamatimu di sudut sana." Karena Jill yang pertama menyadarinya. Anne melihat lelaki yang sama saat di koridor tepatnya dia yang bersiul mencoba merayunya. "Scott? Si tukang onar, tukang jahil, suka mengejek blabla..." Gerutunya tak peduli, bagi seorang gadis tomboy yang keren di sekolah. "Ya aku paham, hanya Silver satu-satunya untukmu." Jill mengejek kekasih Anne yang sedang berada jauh dari tempat tak diketahui. "Kau mengingatkanku, sudah hampir setahun Silver meninggalkanku." Gumamnya. "Dia akan kembali untukmu, tenanglah." Anne dan Silver adalah sepasang kekasih yang selalu menginspirasi setiap pasangan lain berkat kepercayaan dari keduanya itu membuktikan akan kesetiaan hubungan jarak jauh yang tak semua pasangan mampu melewatinya. Sedari kecil kedua insan itu bersama dan hanya Silver lah yang mampu membuatnya jatuh hati dan jika saja tentara itu pulang, ia bisa merubah Anne menjadi seorang gadis yang akan gemar berdandan nantinya. Anne menyedot minumannya dengan lamunannya memikirkan Silver, tapi seberapa besarnya gadis tangguh itu merasakan sesuatu tak pernah Jill melihat wajah sahabatnya itu bersedih. "Aku tahu, aku juga sama merindukannya." Ucap Jill. "Yeah, dia juga sedang memikirkanku saat ini." Anne pun menunjukkan senyumnya lagi. "Aku tak melihat yang lainnya? Kemana mereka?" Heran Anne yang tak melihat kawan-kawannya. "Masih hari pertukaran, mereka berada di lapangan, menyaksikan sepak bola." Jawab Jill. "Sepak bola? Jill apa yang kita lakukan disini?!!" Anne teringat. "Ayo! Bawa semua makananmu, kita tak boleh melewatkan tim Cyrano!"

__ADS_1


Seusai sekolah, Anne menemani Jill. Toko antik yang selalu terbuka membuat Jill langsung memasuki tempat itu, Anne mengikutinya dari belakang. "Anne ayolah cepat." Sambil melangkah melewati setiap sudut dengan mata yang mencari-cari keberadaan Brown. "Jill!" Anne memanggilnya, dan Jill pun menoleh. "Tak sabar ingin membawa lukisan itu???" Terlihat Brown tengah berdiri bersama Anne, "Brown." Jill tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih banyak telah menyimpan ini untukku." Ucapnya yang kedua tangannya kini memegang bungkusan kotak besar yang berisi lukisan. "Tak masalah Jill, apa kau yakin tak akan membukanya dulu?" Brown memastikan. "Tak perlu memperiksanya, aku yakin lukisan ini akan membuatku terkejut saat melihatnya di rumah nanti." Jill mempercayainya. "Oke baiklah, terimakasih juga Jill sudah menjadi pelanggan toko tua ini." Hayter Brown adalah seniman sekaligus pemilik toko yang di warisi dari kakeknya. "Terimakasih sekali lagi! Aku kembali di lain hari!"

__ADS_1


__ADS_2