
Di petang hari itu Jill menunggu kedatangan Anne di depan halaman rumahnya yang akan pergi berbelanja bersama untuk perbekalan besok saat pertandingan softball. Mereka ikut serta dalam kelompok suporter olahraga sekolah, walaupun Jill merasa tak suka dengan kehadiran Carly yang memang sangat di butuhkan sebagai ketua cheerleader atau para pemandu sorak, dengan terpaksa Jill harus menerima itu. Anne sangat lama sekali menjemput Jill karena gadis tomboy itu harus merayu Anthony kakaknya agar ia di berikan pinjaman mobil yang satu tahun lagi akan beralih menjadi miliknya.
__ADS_1
"Ayolah Anthony, bermurah hatilah pada adikmu ini." Bujuknya. Anthony hanya menatap wajah adiknya sambil berkacak pinggang, tanpa senyuman sedikitpun. "Anthony? Aku memohon..." Anne terus meminta kebaikan kakaknya itu dengan bersikap baik. "Kakak??? Kakakku Anthony? Apakah aku harus memanggilmu kakak???" Ucapan yang keluar dari mulut adiknya itu membuat Anthony tertawa tak tertahankan. Anne tersenyum sambil melangkah menghampiri Anthony yang menyerahkan kunci mobilnya, "Sampaikan salamku pada Jill," Ucapnya terputus. "Baiklah!" Anne hampir berlari karena takut akan Anthony yang bisa saja berubah pikiran, "Anne!" Namun kakaknya itu berhasil menarik tangannya. "Sebungkus sereal cokelat, minuman soda, dan keripik kentang dengan rasa favoritku..." Cengkeraman kakaknya itu kuat sekali, "Oh Anthony! Banyak sekali pesananmu itu, aku harus berhemat untuk saat ini karena," Anne belum selesai bicara. "Kau membutuhkan mobil itu atau tidak?" Ancamnya. Anne memutarkan bola matanya dengan rasa mengalah terhadap kakaknya itu, "Baiklah! Aku akan membawakan pesananmu itu." Anthony tertawa kecil dan merangkul adiknya itu, "Adik yang baik... Aku menyayangimu Anne." Ejeknya. "Andai saja kekasihmu itu tahu tentang kelakuanmu yang licik pada adiknya ini." Sindir Anne. "Itu tak akan terjadi." Mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Jill berjalan ke titik tempat pertemuan yang biasa ia lakukan untuk menunggu Anne, tidak jauh dari rumahnya. Gadis itu memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosannya, dengan asik sendiri hingga ia tak menyadari seseorang tengah berjalan ke arahnya. "Ouch!" Jill merintih kesakitan karena orang itu menginjak kakinya entah dengan sengaja atau tidak. "Maafkan aku, astaga aku benar-benar..." Lelaki itu membantunya kembali berdiri tegak. "Tak apa," Jill pun menatap wajahnya dengan tertegun. Lelaki itu tinggi dengan wajah tampan dan juga rambut yang keren, Jill terpesona dan ia mengakui itu. "Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja." Ucap lelaki itu lagi. "Aku baik-baik saja, tidak terluka sedikitpun." Ujarnya baik.
__ADS_1
"Siapa lelaki itu???" Tanya Anne. "Dia teman baruku, karena telah menginjak kaki kananku ini." Ucapnya dengan tawa kecil sambil menggigit permen jelly. "Darimana kau mendapatkan itu?" Anne merebutnya dan langsung memakan permen jelly milik sahabatnya itu. "Dia, maksudku Miles, namanya Miles Gregory."
__ADS_1