
Lapangan basket di penuhi para pemainnya yang lengkap, Max berlari memutari lapangan untuk pemanasan di hari berlatihnya itu. "Kau benar, dia sangat keren." Ujar Anne pada Jill. Dua gadis itu sengaja meninggalkan kelas sejarah yang membosankan demi menonton para pemain basket itu berlatih. Mereka berdua berdiri di sudut lapangan tanpa menyadari kedatangan pelatih basket yang sering di panggil raja basket itu atau Mr. Mike. "Hey kalian berdua! Sedang apa kalian disini? Membolos?" Sontak dengan teriakan si raja basket itu membuat para pemainnya menoleh ke arah Jill yang bersama Anne dan mereka berdua terkejut. "Oh tidak sir, kita berdua hanya melihat sebentar." Jelas Anne. Disana mereka berdua di tertawai oleh tim basket itu, "Sial! Ini mempermalukanku." Anne pun berbalik dan pergi dari tempat itu di ikutinya Jill dari belakang. Jelas sekali Max memperhatikan Jill untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Raja basket itu mempermalukan kita." Gerutu Anne. "Tawa mereka masih terdengar di telingaku." Tambah Jill. "Oh malu sekali," Jill menggendong tas punggunggnya itu, mereka sangat bosan di pagi itu, "Lihatlah dia sedang apa?" Tunjuk Anne ke arah jajaran loker-loker murid yang terlihat Carly sedang berbincang dengan seorang lelaki. "Abaikan saja mereka," Kata Jill yang sempat melihat siapa lelaki itu. Alex, pemain softball atau satu tim dengan Thompson saat ini. Mereka pernah mendapat hari detention karena berkelahi di ruang perpustakaan hanya karena Thompson tak sengaja menyenggolnya, Alex adalah murid ternakal yang pernah ada di sekolah itu, dan yang membuat jijik Jill tentangnya adalah kedipan matanya yang selalu tertuju padanya dan entah apa artinya itu. "Jill..." Sapa Alex sambil berkedip. Anne menertawakan sahabatnya itu disana, "Idiot kau Anne."
__ADS_1
"Pilihlah warna pastel untuk langitnya." Bisik Jill pada Derek. Tiba-tiba guru sejarah hari itu memberikan tugas yang sangat berbeda dari biasanya. Semua murid kelas sebelas di sekolah menengah atas itu harus mewawancarai kakak senior mereka tentang apa saja yang berkaitan dengan Perang Dunia. "Oh demi dewa Zeus, aku tak menyukai kelas sejarah ini." Gerutu Anne. Karena memang pada kenyataannya setiap kakak senior di sekolah itu sangat sulit untuk mereka kenali, apalagi berbaur dengan dua gadis itu mereka pasti tak menginginkannya. "Derek, kumpulkan tugas mereka lusa nanti." Pinta guru sejarah itu pada ketua muridnya.
__ADS_1