Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 11 - Tak ada sahabat tak ada kesenangan


__ADS_3

Carly tak mengedipkan matanya sama sekali saat melihat Jill berpegangan tangan bersama kekasihnya yang kembali bersatu. Thompson begitu tampan dengan senyuman itu, "Sampaikan salamku pada Alex," Ucap santai sang Thompson pada Carly. Gadis pemandu sorak itu memasang wajah kesalnya, merasa sangat tersudutkan di antara dua insan itu. Jill hanya terdiam karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan kekasihnya pada Carly. "Thompson?" Panggilnya pelan. Lelaki itu menoleh dan menatap Jill yang masih dengan senyumannya, "Apa yang kau katakan padanya???" Thompson mengangkat bahunya dan berkata "Setidaknya masalah sudah selesai."


Anne bersiul melihat kedatangan sahabatnya di kelas bahasa, ia duduk di kursi favoritnya yang berdekatan dengan kursi milik Jill. "Lihatlah wajah itu, senyumnya telah kembali." Sindir Anne dengan tertawa. "Anne!" Jill memeluknya dan mengucapkan terimakasih pada sahabatnya itu karena telah menyatukan kembali kisah percintaannya bersama Thompson. "Sudahlah Jill sayangku, aku hanya melakukan yang harus aku lakukan." Katanya dengan gaya tomboy. "Aku benar-benar sangat bahagia tadi malam, terimakasih Anne, aku menyayangimu." Jill masih belum melepaskan pelukannya. "Aku tahu aku keren, dan coba lihat apa yang aku kirim ke ponselmu." Ucapnya yang membuat Jill bergerak memainkan ponselnya, terdapat pesan suara yang di kirim Anne. Dan ternyata pesan itu adalah tugas wawancara sejarah yang memang belum Jill kerjakan sama sekali, tepat pada hari itu adalah hari di kumpulkannya tugas tersebut. "Astaga Anne kau sangat..." Ucapnya terputus karena kedatangan Derek yang secara tiba-tiba. "Tugas sejarah??? Kirimkan padaku, aku harus segera mengumpulkannya." Derek pun berlalu pergi setelah memberitahukan hal itu. "Tentu Derek!" Teriak Anne. "Anne? Bagaimana kau menyelesaikan tugas ini?" Jill sungguh penasaran dengan sahabatnya itu. "Malam tadi, aku melihat dua senior populer yang sedang mabuk, saat itulah aku mewawancarai mereka berdua satu persatu... Jika tidak mabuk, tidak akan mungkin mereka ingin berbincang denganku... Sama sekali tidak." Jelasnya. "Sial! Kau keren sekali Anne, dan siapa mereka?" Tanya Jill lagi. "Junior untuk tugas sejarahku, dan tugas sejarahmu tentunya oleh Max." Mendengar jawaban dari sahabatnya itu Jill menjerit histeris dan membuat teman-teman kelasnya merasa terkejut menatap ke arahnya. "Maaf semuanya," Anne mengendalikan suasana kelasnya. Jill tertawa dengan sangat puasnya, "Maxime? Anne kau benar-benar keren!" Mereka berdua tertawa sepuasnya selama mungkin sebelum guru bahasa itu tiba di kelasnya.

__ADS_1


Heidi tersenyum membaca email yang di kirim dari adiknya yang sedang berbahagia, dan sebagai kakak ia turut senang mengetahui hal itu.


Dear Heidi,

__ADS_1


Peluk dan cium


Adikmu Satu-satunya

__ADS_1


__ADS_2