Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 12 - Siang itu begitu ricuh


__ADS_3

Jill melambaikan tangannya kepada Thompson yang terlihat memasuki lapangan, sementara dirinya duduk di kursi tribun tentunya bersama Anne sahabat satu-satunya. Terik matahari memang menyoroti mereka namun kedua gadis itu menikmatinya. "Terimakasih bos!" Thompson melemparkan satu kaleng minuman soda kepada Anne sebagai tanda terimakasihnya. "Oh terimakasih juga bung!" Anne langsung meneguk minumannya itu. "Hey cantik! Beri aku semangat!" Teriak Thompson pada kekasihnya yang langsung tersipu itu. Kini Jill akan merasa senang di setiap harinya, memiliki sahabat seperti Anne dan juga memiliki kekasih yang keren di sekolahnya yaitu Thompson.

__ADS_1


Selama latihan berlangsung Jill terus memberi semangat Thompson dengan hebohnya bersama Anne, namun salah satu pemain tak suka dengan hal itu. Ia menyenggol Thompson dengan sengaja, Alex sangat merasa kesal terhadap rekan satu timnya itu. "Apa masalahmu?!!" Thompson sangat tak enak dengan sikapnya yang sengaja itu. "Tentu saja masalahku hanyalah dirimu bedebah!" Nada amarahnya begitu jelas di telinga setiap orang disana. "Aku tahu tentang kekesalanmu! Tapi jangan kau bawa masalah ini masuk ke dalam tim, kau payah." Thompson merasa senang melihat Alex benar-benar kesal padanya. "Dasar sialan!!!" Tiba-tiba Alex meninju keras wajah Thompson dan ia terjatuh ke dasar lapangan. Semua orang disana begitu terkejut termasuk Jill dan Anne yang langsung berlari ke tengah lapangan, para pemain lainnya mencoba untuk memisahkan mereka berdua dari perkelahiannya.

__ADS_1


Jill merasa cemas dengan melihat wajah kekasihnya yang terlihat berdarah, keadaan siang itu begitu ricuh. Bermunculanlah beberapa senior yang berlarian dari dalam gedung sekolah untuk membantu menghentikan perkelahian dua atlet itu, salah satu senior disana adalah Max. "Pelatih akan datang terlambat karena mempersiapkan segala hal untuk pertandingan softball besok." Katanya memberitahu. "Alex hentikan!!!" Teriaknya.

__ADS_1


Di kursi tribun Jill merekatkan plaster di hidung Thompson yang tekena luka tinju Alex tadi, dengan matanya yang berkaca-kaca karena masih merasa cemas ketakutan. Thompson yang sedang menahan perasaan emosionalnya itu pun tersadar dengan Jill yang menahan tangis, "Oh Jill maafkan aku..." Lelaki itu pun segera memeluk kekasihnya. "Aku ketakutan saat kau berkelahi," Ucap pelan Jill. "Tenanglah, aku baik-baik saja." Ujarnya menenangkan Jill. "Jangan lakukan itu lagi ku mohon," Pinta gadis itu. "Baiklah,"

__ADS_1


Sementara Anne menyadari kehadiran seorang lelaki yang sedang memperhatikan mereka. Lelaki itu berada di posisi kursi tribun paling atas, ia berdiri mengenakan topi di kepalanya sambil memakan permen jelly, dan ia tersenyum kepada si gadis tomboy itu. Belum pernah Anne melihat wajah lelaki itu, tapi ia tak mempedulikannya dan mengembalikan fokusnya pada Jill yang sedang cemas terhadap Thompson.

__ADS_1


__ADS_2