Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 14 - Para Cheerleader dan Marching Band


__ADS_3

Dua unit bus sekolah terparkir di luar gerbang itu, terlihat para pemandu sorak yang bertingkah seksi di depan para atlet yang hari ini akan bertanding. Jill mencari-cari keberadaan Thompson di temani Anne, "Disana!" Kata Anne yang menunjukkan keberadaan Thompson yang sedang bersiap, dan Jill berhenti melangkah saat melihat Carly yang mendahuluinya untuk menghampiri Thompson. "Tunggu, sampai gadis itu pergi darinya." Kata Anne. Jill hanya merasa benci pada gadis itu, tidak dengan kekasihnya karena ia sudah yakin untuk mempercayakan segalanya pada Thompson. Mereka berbincang, dan entah apa yang sedang mereka bicarakan, Jill hanya melihat ekspresi Thompson yang tampak dingin. Anne mengajaknya masuk ke dalam bus agar tak perlu lagi merasa kesal melihat hal yang tak ia sukai, "Kita tunggu dia di bus, Thompson pasti akan menemuimu." Anne menarik tangan sahabatnya itu.

__ADS_1


Suasana ramai begitu menyenangkan hati Jill, suara terompet terdengar berisik di mainkan oleh beberapa atlet yang semangat menghadapi pertandingan itu. Kelompok suporter sekolahnya terlihat sangat siap dengan beberapa barang benda yang mereka perlukan seperti alat musik marching band dan juga bendera sekolah, tak terlewatkan juga satu badut maskot sekolah yang selalu di butuhkan untuk promosi sekolah dalam setiap pertandingan maupun di acara penting lainnya. Namun Jill masih memikirkan Thompson yang belum juga menemuinya, merasa resah di tambah dengan suara mesin bus yang baru saja di hidupkan oleh supir berjanggut itu. Anne terlihat santai, ia membuat posisinya sendiri agar selama di perjalanan ia merasa nyaman. "Bangunkan aku jika kau membutuhkanku." Anne mengedipkan matanya sambil memasang headphone, tidur di dalam bus adalah hal favoritnya.

__ADS_1


Tak lama pun muncul lah Thompson di hadapannya, "Hey," Lelaki itu menyapanya dengan senyuman. Jill pun tersenyum walau hatinya terasa panas, "Aku akan memberitahumu sesuatu, setelah pertandingan." Ucapnya. Jill tak berkata apapun ia hanya menganggukkan kepalanya, "Doakan saja pertandinganku ini, aku mencintaimu." Thompson mengecup keningnya dan berlalu pergi ke posisi kursi paling depan bersama kawan-kawannya. Sementara Alex mengawasinya dari bus yang berbeda, ia duduk di posisi sudut tepat di kaca jendela bus yang mengarah pada Jill. Bersama kawan-kawannya juga dengan para cheerleader yang membuatnya penat karena kebisingan mereka itu. "Alex!" Mr. Mike membuatnya terkejut. "Jangan membuat masalah disana." Alex mengangkat bahunya.

__ADS_1


Ramai dan semarak suasana di dalam gedung besar itu, tim marching band sudah tak tahan untuk memulai musik yang selama ini mereka berlatih di lapangan sekolah. Anne mulai mengeluarkan segala macam minumannya dari dalam tas ranselnya, Jill hanya memperhatikan lenggak-lenggok gadis cheerleader yang melewati batas garis lapangan dengan jeritan-jeritan manja mereka untuk menarik perhatian para penonton, terlebihnya untuk menggoda para atlet dari sekolah lain. "Gadis-gadis idiot." Gerutu Jill yang membuat Anne berhenti mengeluarkan makanan karena tak kuasa ingin tertawa. "Lihatlah Anne! Apa istimewanya mereka dengan badan gemuk itu," Gumamnya yang merasa iri. "Apa yang ada di dalam benakmu itu Jill? Apa yang membuatmu kesal? Carly???" Jill merasa mual jika mendengar nama gadis itu di sebutkan. "Jangan sebutkan namanya lagi Anne kumohon." Tak lama kemudian tim softball yang akan memulai pertandingan itu bermunculan satu persatu dengan tertib. "Yeayyy!!!" Semua penonton bersorak gembira termasuk Anne, lalu Jill tersenyum setelah melihat wajah Thompson yang kini berada di tengah lapangan itu.

__ADS_1


__ADS_2