
Terkadang ayahnya bersikap galak terhadap Thompson, namun kali ini Jeff bersikap baik dan memberi izin padanya. "Ingat! Sebelum jam sepuluh kau harus mengantarkannya pulang!" Teriak Jeff di depan pintu rumahnya. "Jangan khawatir ayah!!!" Jill berteriak guna meringankan beban kekasihnya dalam menghadapi sang ayah. Mobil mereka pun melaju dan perlahan sudah menjauh, seorang ayah itu masih berdiri mengamati hilangnya mobil antik yang di naiki Jill putrinya. Helena menghampirinya dengan membawakan secangkir kopi panas, "Jangan khawatir, itu yang dikatakan putrimu bukan?" Sebagai istri yang baik Helena mencoba menenangkannya dengan candaannya. "Bagaimana aku tak khawatir, tinggal dia saja yang menjadi pelipur lara di rumah ini setelah Heidi pergi." Ucapnya sedih. "Mereka akan terus tumbuh dewasa sayang, suatu hari nanti Jill pun akan pergi seperti kakaknya, aku tahu, dan kau juga mengetahuinya." Kata istrinya yang memang benar. "Kau ini selalu saja benar Helena, sekali saja aku pinta kau bersikap galak pada bocah lelaki itu." Pinta Jeff yang mencari sekutu. "Hey hey hey, ada apa denganmu ini pria besar? Bukankah kau sendiri yang mengizinkan mereka pergi barusan?" Helena menyindirnya. "Kali ini aku hanya bersikap baik, hanya kali ini." Ayah dua anak itu menyangkal. "Oh ya aku tahu, apakah karena mobil antik gayamu itu yang membuatmu membiarkan mereka pergi? Kau suka dengan mobil antik milik ayahnya itu bukan?" Helena terus membuatnya terpojok dengan tawanya yang mengejek. "Kau ini, tak bisakah kali ini kau berada di pihakku?" Jeff menyerah dengan perlahan meminum kopi panasnya. "Baiklah maafkan aku, seru sekali jika sudah mengganggumu seperti ini." Tawa Helena yang membuat Jeff ikut tertawa. "Oh istriku..."
__ADS_1
Senja itu menambah suasana romantis di atas bukit yang menyuguhkan pemandangan indah dari hamparan kota yang berada di bawahnya. Jill merasa bahagia di dalam hatinya, namun ia juga merasa malu untuk mengungkapkan kebahagiaannya itu. Thompson tak melepaskan genggamannya, lelaki itu sangat mencintai kekasihnya dengan sepenuh hatinya. Setelah banyak masalah yang menimpa hubungan mereka itu segalanya berakhir damai dengan suatu kepercayaan dan juga keyakinan dari keduanya. Jill merasa bersyukur memiliki seorang lelaki yang begitu menjaga perasaannya selama ini, dengan mengetahui segala pengakuan Thompson saat pertandingan kemarin semakin menambah rasa percaya gadis itu terhadapnya. Thompson menjelaskan perbincangannya bersama Carly yang memintanya untuk meninggalkan Jill dan menjalani hubungan bersamanya, dengan keinginan gadis pemandu sorak itu Thompson merasa marah dan benci. Namun lelaki itu berusaha menghadapinya secara baik-baik dan pada akhirnya Thompson adalah lelaki pertama yang berani menolaknya demi memilih gadis imut yang bernama Jill. "Aku hanya ingin bersamamu Jill." Mereka berdua menikmati suasana romantis di ujung hari itu.
__ADS_1
Di tempat lain tepatnya di rumah seorang lelaki yang mempelihara hewan-hewan reptil, Miles tak hentinya memikirkan keberadaan Jill. Walau saat ini ia sedang bersama Anne yang tengah sibuk memotret ular dan beberapa kadal yang ada di dalam kandang khusus, "Astaga ini benar-benar keren!" Anne terus mengoceh sendirian dan tak mempedulikan siapa pemilik reptil-reptil itu. "Hey Anne, aku berencana akan menambah beberapa lagi." Mulainya. "Apakah rencanamu itu?" Tanya Anne tanpa menoleh ke arah Miles. "Bayi buaya misalnya, apa kau tertarik?" Mendengar hal itu Anne merasa terkejut. "Ya tuhan itu pasti akan menakjubkan! Kau sungguh keren Miles Gregory." Anne memujinya. "Ya pasti akan seru memilikinya..." Ucapnya dengan membayangkan wajah Jill. "Anne boleh aku bertanya?" Suaranya berubah dengan nada dalam. "Ya tentu." Anne masih asik meratapi kandang-kandang disana. "Hal apa yang mampu membuat Jill tertarik? Atau sesuatu yang di sukainya?" Dengan mendengar pertanyaan itu Anne merasa aneh dan pikirannya pun berpaling dari reptil. Namun gadis tomboy itu bersikap santai dan tak membuat Miles resah karena Anne sudah menduga akan perasaan lelaki itu terhadap Jill sahabatnya dari awal. "Hal yang manis, contohnya permen yang selalu ada di dalam saku celanamu itu." Jawabnya membual. "Kau melihatnya sendiri Miles, ia memiliki selera yang menurutnya pantas bagi dirinya." Sebenarnya Anne sedang menyindirnya namun Miles beranggapan benar dan merasa bahwa Jill pasti memiliki selera yang feminim di bandingkan dengan gadis tomboy yang sedang bersamanya kini.
__ADS_1