Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 32 - Kekacauan pun menghampirinya


__ADS_3

"Dia di dalam kelas." Anne dan Jill mencari keberadaan Miles di jam istirahat. "Terimakasih Ben." Anne akan menjadikan Miles sebagai teman barunya tanpa mencemaskan masa lalu yang kelamnya. "Kenapa kalian disini?" Miles terlihat kaget dengan kehadiran dua gadis itu. "Apa tidak boleh? Kita hanya berjalan-jalan, dan melihatmu di kelas ini." Jawab Anne. "Miles, ayo kita pergi dari sini." Ajak Jill yang membuatnya merasa aneh. Anne marah melihat tingkah Jill yang berlebihan itu, bisa saja ia merusak rencana. "Jangan Jill, lagipula kita hanya ingin menyapanya saja, ayolah kita pergi." Anne meluruskan jalan ceritanya, Jill pun mengikutinya pergi. "Hey! Tunggu! Maafkan aku, bolehkah aku ikut!"

__ADS_1


"Apa kau mau datang ke rumahku besok?" Sambil menghabiskan makan siang bersama. "Ya kita ikut!" Anne menjawab walaupun Jill yang mendapatkan pertanyaaannya. "Yeah kita berdua akan datang," Ujar Jill sambil melahap roti lapisnya dan membuat Miles tersenyum. "Bagus, aku akan membeli makanan yang banyak besok, untuk kalian berdua." Sudah lama sekali hatinya tak merasa senang seperti ini. "Itu akan menyenangkan," Ucap Jill.

__ADS_1


Dalam otaknya Jill memikirkan tentang keberaniannya yang kini sedang makan siang di kafetaria bersama Anne dan seorang pembunuh, namun hati kecilnya merasakan kesendirian yang di alami Miles. Mereka berbincang mengenai cerita-cerita yang menyenangkan untuk mengiringi jam makan siang mereka, masih di tempat yang sama terlihat Thompson yang sedang berkumpul dengan tim softball itu terus mengawasi kekasihnya dari kejauhan. "Siapa lelaki itu?" Tanya Ozgur padanya. "Aku tak tahu, baru kali ini aku melihatnya, dan berbincang seperti itu bersama Jill." Thompson merasa penasaran. "Dia senior pindahan," Kata Nick. "Bagaimana kau bisa tahu itu?" Thompson sangat gelisah melihat Jill begitu menikmati perbincangannya walaupun Anne akan selalu bersama Jill. "Dia satu kelas bersama Ben, namanya Miles, Greg?" Ucap Nick kebingungan. "Miles Gregory, hey kalian ingat Simon? Namanya pun sama seperti murid pindahan itu, Simon Gregory." Jelas Sanchez. Mereka akan mengetahui semua identitas orang yang berkaitan dengan olahraga, apalagi Simon adalah tim Cyrano yang sekolahnya memiliki tali persahabatan dengan Smallville High School. "Yeah aku ingat, bukankah dia cadangan?" "Aku tak pernah melihatnya turun ke lapangan." "Kalau begitu apa gunanya dia dalam tim itu?" "Jadikan badut maskot saja!" Sementara kawan-kawannya asik bercakap, Thompson masih mengamati gerak-gerik Miles yang terlihat sedang berusaha membuat Jill tertawa.

__ADS_1


Selagi Thompson mengajaknya tertawa di luar kafe itu terdapat dua orang lelaki yang mendekat ke arah mereka, "Hey Jill!" Panggil salah seorang lelaki. Jill sangat terkejut melihat kedua orang itu muncul di hadapannya, lebih parahnya saat ia bersama Thompson. "Sial!" Jeritnya dalam hati.

__ADS_1


"Kau mau bergabung lagi?" "Akan lebih menyenangkan di bandingkan sabtu malam itu." Thompson kebingungan dengan kedatangan dua orang itu yang langsung berbicara pada Jill. Anne yang sedang duduk menghadap ke arah luar langsung bergerak cepat dari tempat itu dan menghampiri sahabatnya yang sedang dalam kesulitan. "Anne!!!" Sapa kedua lelaki itu saat melihat wajah Anne. "Sial!" Anne pun menjerit di dalam benaknya. Dua lelaki itu adalah si kembar Jasper yang menjadi kelompok Anthony atau lebih tepatnya adalah sahabat Anthony saat di club pada sabtu malam itu. "Siapa mereka?" Bingung Thompson yang membuat Jill gemetar ketakutan akan kemarahannya jika mengetahuinya. "Hey, aku Victor Cartz Jasper dan dia Zarou Lanc Jasper," Ucap Victor. "Kita kembar, dan aku yang lebih dulu lahir, berarti aku kakaknya." Ujar Zarou. "Kau salah, yang lahir terakhirlah yang menjadi kakak!" Sangkal Victor. Memang si kembar Jasper itu sangat menyebalkan setiap saat, namun kali ini akan sangat kacau bagi Jill. "Itu tak penting, pergilah kalian!!!" Usir Anne yang mendorong dua lelaki kembar itu untuk pergi dari hadapannya. "Siapa mereka? Temanmu?" Thompson sudah mencium aroma kebohongan. Jill sangat gelisah dengan kedua tangannya yang gemetar, "Jill?" Kekasihnya itu menunggu jawaban. "Sebenarnya mereka temanku, Thompson..." Jelas Anne terputus. "Anne, kau masuk saja, aku akan menyusul nanti, katakan pada yang lainnya." Tak bisa berbuat apa-apa lagi akhirnya Anne meninggalkan mereka berdua. "Jawab pertanyaanku." "Yeah Anne tak berbohong, si kembar itu memang temannya, bukan temanku." Jawab Jill. "Anne memang tak berbohong, tapi aku tahu kaulah yang sedang berbohong padaku tentang sabtu malam itu???" Nada suara Thompson berubah. "Aku pergi ke club, bersama Anne dan kakaknya, itu aman." Gumamnya dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


__ADS_2