
Alex berbaring di lantai setelah muntah yang hebat karena minumannya yang sengaja ia tambahkan sesuatu. Ia mabuk dan tak sadarkan diri, beberapa temannya pun memindahkannya ke atas sofa. Jill memutarkan bola matanya setelah melihat kelakuan lelaki itu, "Jill, menginaplah disini." Ujar Philippe yang memang baik padanya. "Tidak terimakasih Phil, aku harus pulang." Tolaknya. "Tapi Alex?" Bingung lelaki itu memikirkan bagaimana cara seorang gadis pulang malam. "Biarkan saja dia, aku akan naik taxi... Sampai nanti Phil." Jill pun berlalu pergi, Anne sudah pulang terlebih dahulu bersama yang lainnya karena Jill mengira Alex akan mengantarnya pulang.
__ADS_1
Ia sendirian di luar sana melangkah di pinggiran jalan dengan memainkan ponselnya untuk memesan taxi, tiba-tiba suara klakson dari sepeda motor yang ada di belakangnya membuat gadis itu sangat kaget. "Sial!" Jeritnya, gadis itupun terhenti dan menoleh ke arah lelaki yang mengendarai sepeda motor itu. "Apa-apaan ini? Siapa kau?" Jalanan itu begitu gelap karena penerangan di luar sana sepertinya rusak, ia pun menghidupkan cahaya dari ponselnya ke wajah lelaki itu. Gadis itu terdiam setelah melihat wajah Thompson yang sangat jelas dari cahaya ponselnya, "Aku akan mengantarmu pulang, naiklah." Jill tak bisa bergerak sedikit pun, otaknya masih kebingungan dengan kehadiran Thompson di depan matanya itu. "Aku tahu kau berada di pesta tadi, bersama Alex," Ucapan lelaki itu terdengar sedih. "Jika kau mau tahu perasaanku setelah mengetahui kau bersama Alex, sudahlah..." Ia tak menyelesaikan ucapannya. "Apa kau bersenang-senang?" Pertanyaan bodoh dari lelaki tinggi itu membuat Jill menangis. "Kau bertanya padaku apakah aku bersenang-senang di pesta konyol itu??? Kau sangat jahat padaku Thompson! Kau tak berhenti membuatku terus kebingungan seperti ini... Aku sangat frustasi dengan terus menerus memikirkanmu!" Gadis itu menangis dengan kepedihannya. Thompson pun turun dari motonya dan kemudian merangkul Jill ke dalam pelukannya, "Kau jahat sekali padaku... Dan gadis itu, ia begitu bahagia hanya dengan membawa baju berkeringatmu itu..." Tangisnya lagi. "Aku sangat cemburu Thompson! Kau tak tahu itu karena aku menyembunyikan perasaan itu, sementara dirimu hanya menatap wajahku dengan dingin," Semua rasa kesal yang mengganjal di hatinya pun akhirnya ia curahkan langsung pada Thompson. "Maafkan aku Jill, aku memang sangat bodoh... Aku ingin sekali memperbaiki ini bersamamu, tapi aku takut, aku takut kau akan semakin jauh dariku, aku tak mau itu terjadi." Thompson memeluknya dengan sangat erat, kerinduan yang tak bisa di bandingkan dengan apapun. "Aku bersungguh-sungguh meminta maaf padamu Jill, aku sangat merindukan pelukan ini." Mereka saling merasakan hal yang tak pernah terjadi sebelumnya, dan terasa lega malam itu. "Kau tahu aku bersama Alex???" Jill merasa aneh. "Tentu saja aku tahu, dengan rekanku Anne semua bisa teratasi," Tawanya. "Anne? Dia?" Jill tak habis pikir dengan ulah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku tak ingin kehilanganmu lagi, hanya satu yang ku pinta darimu, percayalah padaku." Kata Thompson sambil memasangkan helm di kepala gadis tercintanya itu. Jill tersenyum, "Baiklah aku akan menuruti apa katamu,"
__ADS_1
Sampailah Thompson mengantarkan Jill di depan rumahnya, "Terimakasih," Ucap gadis itu. "Tentu." Thompson tersenyum tampan. Jill mendekatkan wajahnya dan kemudian gadis itu mencium bibir Thompson dengan lembut, "Sampai besok di sekolah." Bisik Jill yang membuat Thompson sangat bahagia malam itu.
__ADS_1