
Malam pun tiba, Jill duduk melamun di depan rumahnya memikirkan tentang Miles yang memiliki perasaan terhadapnya. Untungnya Anne menceritakan hal itu, "Sial!" Jill menggerutu dan mencoba mengalihkan pemikirannya pada pertukaran atlet di sekolahnya yang siang tadi di perbincangkan teman-temannya, ia juga ingat akan senyuman atlet keren yang bernama Tony itu dan membuatnya tersenyum sendiri. Sementara Anne sedang menghabiskan makanan yang di buat khusus oleh Helena, untuk satu jam itu mereka berdua harus menemani Helena dan tak boleh pergi berkeliaran sebelum Jeff kembali pulang dari urusannya. Kesempatan Helena untuk mempertanyakan hubungan putrinya dengan Thompson kepada Anne, sebagai sahabat terdekat dan tentunya sahabat satu-satunya Jill. "Apa menurutmu Thompson bersungguh-sungguh? Maksudku dia memang anak yang baik, hanya saja..." "Oh apakah kau memasak untukku ini harus ada imbalan? Jawaban dari semua pertanyaanmu tentang Thompson?" Anne tertawa membuat Helena merasa malu. "Bukan seperti itu Anne," Helena menghela nafasnya. "Baiklah maafkan aku, aku hanya bercanda... Aku mengerti." Anne pun mulai serius. "Thompson adalah seseorang yang lebih memilih putrimu daripada gadis lain, dia setia pada Jill, dan dia membuktikannya." Jelas Anne yang kedua tangannya memegang mangkuk yang penuh dengan makanan. "Jangan khawatirkan dia, dan tenanglah saja karena aku akan selalu di samping Jill." Tambahnya dengan kejujuran hatinya. "Oh Anne, jika seperti ini aku akan merasa tenang, terimakasih sayang." Helena menepuk pelan pundak Anne dan bersyukur karena Anne telah menjadi sahabat terbaik bagi putrinya.
__ADS_1
Mobil Jeff terlihat, Jill melambaikan tangannya. "Sudah tak sabar ingin pergi?" Jeff mengeluarkan perbelanjaan yang di pesan istrinya. "Ayolah ayah, ini sudah terlambat." Jill pun membantunya. "Baiklah baiklah kau boleh pergi sekarang." Mendengar hal itu Jill langsung terburu-buru masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamar untuk mengambil tasnya. "Anne cepatlah!" Gadis itu sangat bersemangat karena jadwal malamnya ini akan seru. "Hai Anne." Jeff merangkulnya. "Papa papa!" Seperti biasa Anne akan selalu memanggilnya seperti itu. "Ayo Anne!" Jill langsung pergi keluar mendahuluinya. "Hati-hati saat mengemudi." Ujar Jeff. "Baiklah sampai nanti!"
__ADS_1
Suara bising tempat itu menembus hingga keluar, kelap-kelip lampu menghiasi dan sudah menjadi ciri dari sebuah club. Terlihat ada satu pria besar yang berjaga di luar, dan beberapa orang mengantri untuk masuk. "Aku harus menelpon Anthony dulu." Semata-mata mencari aman untuk persyaratan usia mereka. Tak menghabiskan tiga menit, Anthony pun muncul. "Oh hey Jill, ayo." Kakak dari Anne itu langsung mengajak Jill masuk sementara adiknya ia abaikan, "Untungnya aku tidak punya seorang kakak!" Kesal Anne yang berjalan di belakangnya, "Hey dik!" Anthony menoleh dan mengedipkan matanya, Anne membalas dengan menjulurkan lidah pada kakaknya itu.
__ADS_1