
Malik dan kawanan serta Dokter Adi terus berjalan dan masuk ke pintu hutan, begitu mereka masuk, tentu saja ada seorang penjaga yang bersiap untuk memastikan bukan musuh yang datang, tapi begitu melihat Malik sang Panglima Ayi, dia langsung tunduk dan membiarkan Malik masuk.
Kawanan menjadi lebih tenang karena memang saat ini mereka dituntun oleh orang yang tepat.
“Kalau yang ini hutannya udah benar ya Kak? Nggak kayak kemarin.” Aditia bertanya sambil melirik Dokter Adi, dia bermaksud mengejeknya.
“Kita ditipu, makany tersesat.” Dokter Adi membela diri.
Tak lama masuk hutan itu, ada lagi sepasang jin ular yang sangat besar, melilit sepasang pohon besar yang berbentuk seperti gapura, saking besarnya ular itu, kau pasti merinding jika melihatnya. Ketika melihat Malik dan Dokter Adi serta beberapa orang yang akan lewat, ulat itu turun dari pohon dan menghadang.
“Aku Malik, kenapa kalian menghadang?”
“Perintah Ayi, siapapun dan apapun yang masuk, harus kami pastikan bukan penyamar.”
“Apa! kenapa Ayi bersikap sangat keras seperti ini? apakah ada penyusup berhasil masuk?” Malik khawatir.
“Perlihatkan stempel masuknya dulu.” Ular itu tida menggubris pertanyaan Malik karena perintah Ayi lebih penting dari apapun.
Malik mengikuti perintah, dia mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya, walau tak ada apapun di sana sebelumnya, tentu saja, benda itu memang disembunyikan secara ghaib sebelumnya.
Malik memperlihatkan selendang hijau yang menjadi ciri khas pasukan Ayi Mahogra.
Setelah Malik memperlihatkan itu, lalu ularnya mengkonfiirmasi selendangnya benar milik Ayi karena ada stempel energi Ayi yang menempel di sana, Lalu Dokter Adi memperlihatkan selendang itu, disusul Aditia, Ganding, Hartino, Jarni dan Alisha. Mereka semua punya stempel masuknya, bukankah Ayi telah memberikan selendang hijau itu sebelumnya sebagai hadiah atas kemenangan kasus di Bali? apakah Ayi sadar dan tahu bahwa memang mungkin saja, mereka kan membutuhkannya kelak hanya untuk sekedar memasuki pintu hutan AKJ.
Dua ular itu sudah yakin kalau mereka semua bukan tiruan karena Karembo Hejo milik Ayi, tak ada yang bisa menirunya karena ada stempel energi khusus yang diberikan oleh Ayi, tapi ini masalahnya, sejak dulu, memasuki AKJ hanya dengan mengkonfirmasi energi ghaib saja, tidak perlu menujukkan Karembo Hejo, hanya pasukan yang memilikinya sedang para cantrik, panggilan untuk seluruh calon Kharisma Jagat atau murid di sana, tak ada satupun yang diberikan karembo itu, karena belum bisa mengendalikannya. Ada energi besar milik Ayi di sana.
Penyusup yang berhasil masuk adalah ketika cantrik bebas keluar masuk dan hanya berdasarkan pengenalan wajah dan energi, mereka bisa masuk. Maka di sinilah lubang penyusup terbuka.
Saat ini, setelah Ayi diracun kemarin, penjagaan lebih ketat, tak ada cantrik yang bisa keluar dengan bebas, setiap cantrik yang akan keluar harus didampingi oleh seorang pengawal agar bisa masuk kembali, Karembo Hejo tak boleh dipedang cantrik yang belum mampu mengendalikan bahkan ilmunya sendiri.
Setelah selesai dengan ular itu, mereka terus berjalan dan hampir sampai gerbang, begitu sampai gerbang, kembali beberapa pasukan tetap memeriksa apakah mereka membawa Karembo Hejo atau tidak, lalu mereka semua dikonfirmasi bukan tiruan, maka sampailah pada AKJ yang sesungguhnya, tempat yang sulit sekali dijangkau saat ini, karena bisa jadi tiruan, atau malah tidak sampai-sampai seperti kawanan dan bahkan Dokter Adi, salah satu penghuni tetap itu.
Begitu masuk Malik langsung berlari ke aula, karena ada pelayang yang berkata bahwa Ayi di sana.
Kawanan dan Dokter Adi mengejar Malik dan sampai di aula.
Begitu sampai, Malik melihat Ayi sedang berbicara dengan Hanif, Datona dan beberapa senior Cantrik yang hampir menjadi Kharisma Jagat, orang-orang kepercayaan Hanif.
Malik begitu masuk langsung melihat Ayi, sedang semua orang di aula juga melihat mereka dengan terkejut, karena takut kalau saja mereka diserang.
__ADS_1
Malik dan Ayi saling pandang, mereka sedang memastikan bahwa tidak ada yang menyamar di sini.
Setelah cukup pandang lama, Malik bukannya memeluk Ayi malah bertanya.
“Kenapa kau menambah keamanan, apa yang terjadi selama aku pergi!” Malik sedikit marah.
“Malik, apa yang terjadi pada kalian hingga kau lama sekali sampai di sini?” Ayi bertanya.
Malik paham, ini akan dibicarakan pribadi kelak, dia harus menahan diri,
“Mereka terjebak di hutan ghaib buatan musuh, aku menemukannya hutannya dan menyelamatkan mereka.”
“Beruntung kalian ditemukan suamiku, kalau begitu, sekarang kalian harus makan dulu, aku akan minta mereka menyiapkan makanan untuk kalian, setelah itu mereka akan bantu kalian untuk istirahat di kamar yang akan disediakan.”
“Kenapa mereka? kenapa bukan para pelayan seperti biasanya?” Malik bertanya lagi.
“Tak mengapa, saat ini mereka yang paling aku percaya. Kau juga perlu istirahat, aku akan menemanimu makan dulu.” Ayi menarik Malik agar tak banyak tanya dulu.
Mereka masuk kamar yang cukup besar itu, tak lama orang kepercayaan pak Hanif datang membawa makanan untuk Malik, Ayi menyiapkannya walau Malik melarang karena Ayi sulit bergerak dengan perut besarnya itu.
Tapi Ayi tetap saja ingin melayani suaminya. Malik makan dengan lahap ditemani istrinya, setelah makan selesai, mereka mulai diskusi yang panjang.
“Jadi, bagaimana kau menemukan mereka?” Ayi bertanya.
“Lalu saat kau temukan? Apakah tubuh mereka lemah? Berapa lama mereka terjebak di sana?” Ayi Bertanya.”
“Hampir dua minggu tanpa makan, minum sesekali saja karena mereka bawa, setelah air habis, yasudah, tak terasa lapar atau haus lagi. Kau tahu kan, kalau orang yang ditahan di tempat ghaib, mereka perlahan akan lupa tentang lapar dan haus, mengubah tubuh mereka perlahan menjadi tubuh ghaib, tak bisa lagi ditemukan bahkan mayatnya, karena memang sudah di dimensi yang berbeda, atau kalau ketemu, sudah jadi mayat.”
“Ya, aku tahu, mereka bukan orang biasa, makanya bisa bertahan dan tubuh mereka terbiasa dengan lingkungan ghaib, sehingga sulit bagi musuh kita untuk menumbangkan mereka dan membuat mereka melepas sukmanya untuk dijadikan budak. Mereka tak tahu kalau orang-orang kepercayaanku bukan orang yang mudah diperdaya. Walau, aku sempat kelolosan.”
“Apa maksudmu kelolosan?”
“Malik, ceritakan dulu soal kalian lepas dari hutan ghaib itu.” Ayi terlihat senang mendengarnya, maklumlah, ini sudah beberapa tahun dia tak berpetualang lagi, semenjak hamil Pram, lalu sekarang anak kedua, dia lebih banyak mengurus apapun di dalam apartemen atau di dalam AKJ.
“Baiklah, kalau kau senang mendengarnya. Lalu kami menemukan lubang untuk bisa keluar, tapi sayang, ternyata itu lubang di pinggir tebing, untuk bisa mencari pintu keluar lain, butuh waktu lebih lama dan aku takut mereka pada akhirnya akan tumbang, makanya aku meminta mereka untuk menyusuri tebing dengan memanjat, tapi ke arah kanan, mencari sisi yang tidak lagi menjadi daerah yang dikendalikan musuh sebagai hutan ghaib.
Kami akhirnay menyusuri tebing dengan bergelantungan, tapi Jarni, Alisha dan Adi mereka memakai pagar ghaib milik Jarni, hanya jaga-jaga kalau mereka tak kuat, pagar ghaib akan menahan laju jatuhnya.”
“Wah, kalian benar-benar pemberani, lalu?”
__ADS_1
Malik berbohong menemukan lubang di tempat ghaib itu, kenyataannya, batu mantra yang dia buatlah yang melubanginya. Lagi-lagi Malik berbohong masih menggunakan ilmu hitam.
“Lalu ada sekumpulan jin gagak datang, aku sadar dari suara dan energinya, lalu semua karuhun dan khodam melindungi para tuannya sebelum gagak itu berhasil mematuk mereka dengan paruh yang tajam, kau tahulah, jin gagak hitam itu sungguh mengerikan paruhnya. Setelah menghalau serangan pertama, kami menyerang dengan senjata, kau tahu, aku sungguh takjub pada Rangda, dia bahkan bisa bertarung sekaligus melindungi Alisha dengan sangat baik, tubuhnya yang besar sungguh mampu melindungi kawanan dan juga tuannya.”
“Alisha pantas mendapatkannya, dia sudah sangat susah payah mengorbankan tubuhnya untuk Hartino, mengingatkanku pada seseorang yang juga mengorbankan tubuhnya, membiarkan tubuhnya hancur untuk melindungi orang yang dia cintai.” Ayi tertunduk.
“Dan kami akan lebih terluka jika melihat pengorbanan ini dianggap bunuh diri, tubuh kami tak ada artinya jika kekasih celaka. Seira istriku yang paling aku cintai, aku dan Alisha memang dua orang biasa yang berusaha mengejar kalian agar setara, tapi percayalah, kami tak pernah menyesal, jika saja bisa dikembalikan waktu, maka langkah yang akan aku ambil tetaplah sama.”
“Aku tidak tahu kalau saja aku tidak ngotot mencintaimu dan menempel padamu, apakah aku bsia sebahagia dan sekuat ini bersamamu.”
“Kau itu sudah hebat dari sananya, aku sengaja membuatmu sangat tergantung padaku, karena aku tak bisa menjaga orang yang menganggapku tidak ada, jadi Seira, aku yang membuatmu mencintaiku.”
“Bagaimana mungkin aku tak mencintaimu, sedang yang kau lakukan sungguh gila!”
“Perlu menjadi gila untuk bsia mencintai wanita hebat sepertimu.” Malik mengecup kening istrinya dan melanjutkan cerita, setelah selesai cerita, Seira menguatkan hati untuk menceritakan apa yang terjadi dari sisinya.
“Pelayan itu membubuhkan air keras pada makananku, aku tidak sadar karena makanan itu berbumbu pekat lalu akhirnya tercekik, aku tahu pasti ada racun di sana, makanya aku langsung mencekik pelayan itu, lalu Hanif datang dan meminumkan teh Tirta Amerta padaku, tepat waktu, makanya aku langsung sembuh dan anak kita baik-baik saja, dia anak yang sangat kuat.”
“Kemana wanita itu sekarang, aku ingin membunuhnya!” Malik geram, Seira memeluk Malik untuk menenangkannya.
“Sudah meninggal, kami sudah mengurusnya.”
“Jadi dia menyelinap melalui tubuh pelayan itu, kau tidak bisa merasakan energi lain di tubuh itu?”
“Tidak bisa, mungkin karena tubuhku yang lemah dan kekuatan musuh yang semakin besar.”
“Maka kita harus melakukan menyisiran pada tempat ini, kita harus menemukan lagi siapa yang menyamar, merek sudah masuk AKJ, tidak bisa dibiarkan! Tak heran kau menambah penjagaan dengan ketat, tadi aku dihadang dua ular penjaga dan para penjaga gerbang, mereka ingin kami memperlihatkan karembo hejo sebagai stempel untuk masuk.”
“Wah berani sekali mereka menghadang suamiku.” Ayi tertawa.
“Saat kami keluar hutan, bahkan ada yang menyamar menjadi sepertimu. Aku menghunuskan pedangku pada tubuh yang menyamar menjadi sepertimu, rasanya, jiwaku tercabut sebagian saat melihat tubuh itu tertusuk, kalau sampai itu terjadi, aku akan mati. Aku tak akan tahan melihatmu terluka, aku akan lakukan apapun untuk bisa melindungimu dan anak-anak kita.”
“Malik, mereka bahkan mampu menyerupaiku yang baru kau sadari beberapa saat, artinya musuh memang semakin kuat. Malik aku takut kalau kelak kita jadi tidak saling percaya.”
“Itu yang mereka mau. Ayi, sepertinya ... mereka sudah mendapatkan Alka.” Malik tiba-tiba berbicara.
Ayi terkejut hingga perutnya kram, dia memegang perutnya yang lumayan sakit, Malik memegang istrinya yang terkejut.
“Bagaimana bisa mereka menangkapnya? Alka bukan orang yang mudah ditangkap!”
__ADS_1
“Yang menjemputnya, kemungkinan menyamar menjadi Adi, pasti dia mengatakan hal yang membuat Alka mau ikut, seperti ... kawanan dalam bahaya? Alka pasti akan langsung ikut.”
“Aku sengaja memisahkan mereka, aku sengaja memisahkan mereka, bagaimana mungkin ini salah, bagaimana mungkin!” Ayi geram hingga dia memukul meja sambil memegang perutnya yang masih terasa kram.