Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 46 : Penyelamatan Alka 6


__ADS_3

“Alka, dengarkan Ayi, serap energi bulan purnama melalui sinarnya, kau akan bisa menghancurkan mereka, cepat lakukan!” Ayi Mahogra yang baru saja datang berteriak seolah memberi dukungan pada yang lain.


“Diam kalian! Diam!” Alka mundur dan menangis, dia tak paham, apakah ini AKJ palsu atau asli, lalu orang di dalamnya palsu atau asli, lalu siapa wanita yang memanggilnya itu? Ayi palsu atau asli, Alka tak paham, bagaimana dia bisa terjebak dalam kondisi seperti ini.


Alka terdiam dia bingung harus apa, tapi menangis bukanlah jawaban, dia tak tahu apa yang harus dilakukan jika akhirnya dia harus menyerah lagi dan salah, maka taruhannya adalah dia akan terjebak lagi, tapi jika dia melawan dan salah juga, maka taruhannya dia melawan orang-orang yang menjadi keluarganya, rumahnya.


Alka benar-benar merasa bingung dan menatap semua orang, samar, dia sungguh tak bisa menangkap energinya, dia merasakan energi yang sama di AKJ palsu, dua kali dia ditempatkan di AKJ palsu, semua tipuan berulang itu membuatnya tak mampu lagi menilai mana yang benar dan palsu.


“Alka, kemari, kita pulang … mereka bukan rumahku, mereka palsu, cepat! Aku datang ke sini untuk menjemputmu.” Ayi yang baru saja datang itu mengulurkan tangannya.


Aditia dan kawanan mulai mengerti apa yang sedang terjadi, mereka mulai paham bahwa ada keadaan di mana Alka kehilangan akal sehat, dia tak bisa membedakan mana yang palsu dan tidak, Aditia melihat tubuh kekasihnya yang belum benar-benar terdeklarasi itu sudah babak belur dan energinya tinggi dari bulan purnama.


Alka mendekati Ayi yang baru saja datang itu, dia terlihat percaya padanya.


“Saba Alkamah, aku perintahkah kau untuk tunduk.” Aditia berteriak, di sini dia menggunakan kuasanya sebagai tuan dari karuhun, Saba Alkamah.


Alka terlihat menahan sakit di dadanya, tapi .., samar, tak benar-benar terasa, bulan purnama membuat Alka melampaui batasannya sebagai makhluk yang bertuan.


Alka semakin tak percaya pada semua yang ada di sana karena seruan Aditia tak membuatnya merasa harus melakukan, Alka semakin percaya pada wanita yang berada di hadapannya.

__ADS_1


Ayi yang sejak tadi hanya memperhatikan dengan tetap memegang kujang dan karembo hejo yang dia lilitkan pada pinggang berteriak.


“Tunjukkan karembo hejomu!” Ayi berkata dengan kasar pada wanita itu, dia mendekati Alka dan juga perempuan yang menyamar menjadi dirinya, sedang yang lain ikut berdiri di belakang Ayi, Malik menerima kode dari Ayi agar tetap melanjutkan menahan sinar purnama, Alka tak boleh mendapatkan sinar itu terus menerus.


Malik, Adi, Hanif dan Aam melanjutkan pagar yang menahan sinar purnama agar tak turun di areal aula AKJ itu.


“Ini maksudmu?” Ayi palsu itu mengeluarkan Karembo Hejo yang dia miliki, tentu saja dia memilikinya, apa kalian lupa, banyak orang yang diculik dan digantikan dengan wujud palsu di AKJ sebelum pembersihan AKJ yang dilakukan Ayi dengan Mustika Banon Arnawa. Di antaranya bukan hanya anak-anak saja yang ditangkap, tapi juga para cantrik yang sudah bergelar Kharisma Jagat dan diberikan Karembo Hejo sebagai tanda bahwa dia telah menjadi pasukan Kharisma Jagat, tentu saja musuh punya, karena dari sanalah Karembo pusaka didapatkan.


Ayi terdiam, sungguh ini sebuah kudeta yang telah dipersiapkan, kenapa dia tak pernah mengira bahwa Alka akan dijadikan senjata, Ayi berpikir bahwa hal ini akan sebaliknya, karena seharusnya Alka adalah senjata milik Ayi, bukan milik mereka, tapi plot twist yang diciptakan sungguh bisa membuat AKJ hancur dan luluh lantah, lalu akhirnya Ayi yang akan paling menderita.


Ayi benar-benar sudah kalah langkah dari Bagaskara, dia melihat raut wajah Ayi yang baru sadar itu dengan tertawa terbahak-bahak dari singgasananya di dunia ananta. Bagaskara tak bisa melawan Ayi secara langsung karena jelas kalah ilmu, tapi … Bagaskara hidup jauh lebih lama dari Ayi, maka bisa jadi dia lebih berpengalaman, sedang mimpi dari Ayi Sarika juga masih belum bisa dipecahkan.


“Kak, ini kami, kami keluargamu, adik-adik angkatmu, wanita itu jelas bohong.” Jarni terlihat membujuk, Ganding dang Hartino menatap dengan tulus, supaya bisa menyentuh hatinya, Alka melihat mereka dengan mata yang jauh lebih tenang, Alka ingin percaya, tapi rasanya sama saja seperti di AKJ palsu beberapa waktu lalu. Itu yang ada di pikiran Alka.


“Kak … serap energi purnamanya, kau harus hancurkan mereka dan kita pulang.” Ganding yang lain, Jarni, Hartino dan bahkan Aditia yang lain berdatangan dari pintu masuk aula, sekarang semua orang telah lengkap.


“Saba Alkamah!” Aditia memanggilnya.


“Saba Alkamah anak dari Darhayusamang! Datang padaku, aku tuanmu.” Aditia palsu ikut memanggilnya.

__ADS_1


Alka menutup kuping karena kali ini dia benar-benar ingin mati saja rasanya, rasa marah dan sedih yang besar membaut purnama dan tubuh Alka saling tarik menarik, itu membuat sinar berbalik, walau telah di hadang oleh pagar yang dibuat Malik serta yang lain, tidak mempan, sinar itu mencari tubuh Alka karena saling mengikat.


“Pukul mundur musuh!” Ayi berteriak pada semua orang, semua orang paham, mereka memukul mundur musuh, sementara Ayi berlari ke arah Alka, melempar kujangnya, memasang kuda-kuda dengan perut besar agak sulit melakukan itu, tapi dia harus lakukan, setelah memasang kuda-kuda, Ayi lalu menggerakkan tangannya untuk membuat pagar ghaib dengan energi yang sangat tinggi, Malik mendekati istrinya dan membantu menyumbangkan energi pada areal yang ada di sekitar Alka agar sinar bulan purnama tidak lagi mengenai tubuhnya, sementara saat melakukan itu, Ayi dan Alka saling berpandangan, semua orang berkonsentrasi untuk memukul mundur musuh, sementara Ayi palsu masih terus berlari mencoba untuk mendekati Alka dan mencoba menghancurkan pagar yang Ayi buat, dia menyerang Ayi asli dengan melemparkan sebuah keris yang sudah dimantrai, Malik tak sadar hal itu, tapi Raden berlari dan menghalau keris tersebut, sementara Panglima membantu kawanan mengusir mundur para orang palsu itu, walau Panglima kebingungan karena mereka sangat mirip termasuk energinya, dia bahkan sempat salah serang, malah menyerang orang aslinya. Para karuhun dan Khodam baru kembali dari ring pertama karena memastikan tak ada lagi penyusup dan tersisa di aula saja. Makanya mereka baru kembali ke aula itu.


Malik melihat Ayi hampir saja tertusuk langsung berhenti membantu membuat pagar, dia mengawasi tubuh belakang Ayi bersama Raden, dia tak bisa membiarkan apapun menyerang istrinya lagi. Alka yang entah tersadar karena apa, dia lalu melihat mendekat pada Ayi Mahogra yang masih memasang pagar, Alka menatap Ayi dan mengatakan, “AKU SUDAH TAHU.”


Mendengar itu, Ayi melepaskan pagarnya, Alka lalu berlari ke arah Ayi palsu dan menyerangnya dengan energi yang sudah penuh, Ayi palsu terkejut karena Alka menyerangnya dengan membabi buta, sementara yang lain melihat Alka menyerang seperti itu, tidak yakin kalau itu adalah Ayi palsu yang diserang, karena energinya yang tipis dan posisinya yang sudah berubah, kawanan juga tak bisa membedakan ketika posisi berubah tidak seperti sebelumnya, ketika Ayi palsu baru datang, sudah jelas dia palsu, kalau sekarang tidak bisa dibedakan karena energi yang mirip.


Kawanan mendekat dan hendak memastikan, tapi melihat Malik dan Raden melindungi Ayi lain, kawanan yakin kalau Ayi yang diserang Alka adalah Ayi palsu, maka mereka ikut membantu menyerang Ayi palsu dan dalam waktu sekejap mereka bisa membuat para penyamar itu berlarian ke arah luar AKJ, Alka mengejar mereka dari belakang dan keluar dari Aula, tapi begitu dia keluar dan tubuhnya terkena sinar bulan purnama dengan leluasa, petir menyambar tubuh Alka dan suara gemuruh terdengar dari segala penjuru AKJ.


Ayi berteriak, “Malik, Aditia, tangkap Alka, masukkan ke dalam aula!” Aditia berlari disusul Malik dan semua Karuhun, mereka menghadang Alka agar berhenti mengejar dan tubuhnya sudah disambar petir berkali-kali walau dia terlihat baik-baik saja tak terluka, tetap saja, mereka menangkap Alka dengan sekuat tenaga, memastikan dia tak lagi mengejar musuh, karena tahu ini adalah rumah Alka akhirnya patuh dan membiarkan tubuhnya ditarik mundur dan dimasukkan ke dalam aula.


Begitu semua orang masuk aula, Ayi meminta Malik, Hanif, Adi dan Aam untuk kembali menghadang sinar purnama agar tak masuk. Kawanan membaringkan Alka yang begitu tak terkena sinar purnama langsung lemas, Ayi duduk di hadapan Alka, melihat ke arah bawah dan membaca mantra, mantra itu seperti tembang yang membuat Alka tertidur dengan sangat lelap, dia menjadi lebih tenang karena tahu … sudah di rumah.


“Ayi, ada apa? Kenapa dengan bulan purnama, petir dan gemuruh itu?” Aditia bertanya.


“Aku akan jelaskan semua, tapi nanti begitu Alka pulih, aku yang memintanya menjauh dari kalian, tapi ternyata aku salah, aku pikir ini bisa membuatnya selamat, tapi mereka malah menjadikannya senjata untuk menyerangku. Seharusnya mereka takkan berani menyentuh Alka, tapi mereka malah nekat, tak heran mereka sempat memecah kita, gunung Butir-Butir dan penyerangan secara spontan dengan membawa tawanan yang seharusnya mereka paling hindari, sungguh, dia bukan musuh biasa, para tetua bukanlah bandingan yang sepadan untuk mengukur musuhku, siapakah musuh itu, aku pikir seorang pria tua yang pernah terlihat sekilah memiliki energi berbeda, tapi aku tak tahu siapa dia, aku bahkan terkadang bisa lupa dengan wajahnya seketika.


Aku akan jelaskan pada kalian, sudah saatnya kalian jadi pasukan dalam seperti Adi, Hanif dan Aam, aku akan memberitahu semuanya.” Ayi tidak bisa lagi menyembunyikannya, dia harus mengatakan semua agar tak ada lagi yang dijadikan senjata, Ayi sedih melihat keadaan Alka, orang yang berusaha dia selamatkan, malah terluka parah, beruntugn dia masih selamat.

__ADS_1


__ADS_2