
Aula dipenuhi oleh orang-orang kepercayaan dari Hanif dan Ayi, tentu saja orang kepercayaan Ayi Adalah kawanan, Datona si tengil itu sudah siap dengan tugas selanjutnya.
“Selamat malam, para cantrik dan juga Kharisma Jagat serta pasukan yang datang, mari kita mulai rapatnya.” Yang dimaksud Ayi pasukan adalah, orang di luar cantrik atau calon Kharisma Jagat yang masih belajar dan juga bukan Kharimsa Jagat, maka jelas yang dimaksud Ayi adalah kawanan yang memiliki Khodam termasuk Alisha.
Mereka semua duduk di meja lonjong besar yang tentu saja, duduk di ujungnya adalah Ayi, lalu Malik dan Hanif pada kanan dan kirinya.
“Malam Ayi, silahkan mulia.” Aditia mewakili semua orang menjawab.
“Seperti yang kalian semua tahu bahwa, saat ini kita memiliki musuh yang sangat kuat. Aku akan jabarkan kondisinya.
Pertama, apartemenku diserang oleh mereka melalui gerakan bawah tanah, mereka sengaja menaruh seorang penyusup, seorang nenek yang sangat disayang anakku, nenek itu berhasil membuat aku dan anakku tersesat dalam dunia bawah yang mereka ciptakan. Aku tak sudi mengatakan itu dunia ghaib, karena dunia ghaib hanya milik Tuhan.
Syukur Malik menyadari dan segera mencari kami dan berhasil menyelamatkanku, sedang Wangsa berhasil menyelamatkan Pram.
Setelah kami telusuri, kenapa malam itu sangat sepi, hingga kami bisa diserang, karena seperti yang kalian tahu bahwa, kami memiliki banyak pasukan yang ditaruh di berbagai sisi. Maka, jawabannya adalah ... bulan purnama.
Kalian pasti sudah mendengar bahwa, bulan purnama membuat banyak jenis jin semakin kuat, tapi tidak berpengaruh pada jin yang mengabdi seperti Karuhun, maka kita tetap dalam kekuatan yang normal, sementara beberapa jenis jin pada kekuatan yang sangat kuat dan tinggi.
Mereka mengambil celah itu untuk menyerangku, menghabisi pasukanku hingga tak bersisa tanpa ketahuan olehku, karena sekeliling apartemenku berpagar ghaib, yang artinya aku tidak bisa merasakan energi apapun, seperti para pasukan yang sedang dibantai dan dua karuhunku yang disesatkan.
Mereka memanfaatkan kehamilanku yang membuat tubuhku sangat lemah, untuk menyusup, sungguh tindakan keji. Mereka hendak mengambil anakku untuh dibunuh, mereka sangat takut pada anakku.
Beruntung, aku memiliki Malik, Hanif dan Aam saat itu, karena begitu Malik menyelamatkanku dan Pram juga selamat, mereka datang untuk kembali menhancurkan pagar ghaib, sementara aku lepas raga untuk menyelamatkan Panglima dan Raden.
Mereka tak kembali juga setelah beberapa waktu.”
“Kau harus menyelamatkan Panglima dan Raden, Ayi? Maksudmu, mereka disekap?” Aditia bingung.
“Tidak disekap, tapi mereka menyerahkan diri secara sukarela.”
“Apa!” Aditia dan yang lain bingung.
“Datona, coba kau berubah bentuk.” Ayi meminta Datona untuk berubah bentuk.
Lalu Datona bangun dan merubah bentuknya, persis seperti Ayi, dia berdiri dengan gagah dan juga anggun seperti Ayi Mahogra.
“Kalau seperti ini, para Kharisma Jagat pasti masih dengan mudah membedakannya, karena hanya penglihatan saja yang ditipu, tapi kalau ini ....” Ayi lalu membaca mantra pada tangannya dan seketika muncul bubuk di tangan itu, bubuk ditaburkan ke arah kepala Datona yang sedang manyamar menjadi Ayi Mahogra.
“Wah! Aku benar-benar melihat dua orang yang sama dengan energi yang sama.” Malik takjub dan sedikit ngeri.
“Aku keren kak Pak?” Datona ingin dipuji Malik, makanya dia berkata begitu.
“Tetap saja, aku tahu perbedaannya, jelas ini hanya untuk mengelabui orang yang tidak begitu dekat dengan Ayi.”
__ADS_1
“Kau tahu perbedaannya dari mana?” Hanif bertanya.
“Gesture. Gesturenya berbeda dengan yang selalu Ayi lakukan, biar berdiri mereka sama, bahu Ayi tak pernah secentil itu.”
Ayi tertawa, “Turunkan bahumu, aku tak pernah menaikkan bahu setinggi itu saat berdiri.” Ayi mengingatkan Datona dan yang lain baru tersadar, sungguh tak ada yang mengenal Ayi Mahogra sebaik Malik.
“Baiklah, sekarang ke inti dari penipuan ini, aku menyadari, mereka mencuri energiku, entah bagaimana caranya, kalau dicuri berarti harusnya diambil dulu, maka aku pikir ada seseorang yang bisa melakukan itu di AKJ tanpa kuketahui, energi itu membuat dua karuhunku tertipu dan dibawa ke AKJ bayangan.”
“Apa!” Aditia dan kawanan sungguh terkejut, karena AKJ bisa dijadikan bayangan dan dua karuhun Ayi yang mengenal Ayi bahkan sebelum dilahirkan, mereka bisa tertipu sungguh luar biasa musuh itu.
“Ya, seperti yang kalian dengar, mereka tertipu, karena energiku yang sudah dimasukkan pada orang-orang yang seperti Datona, kau tahu, karuhun yang dimiliki Datona mirip dengan Khodam yang Malik miliki bisa berubah bentuk tuannya, tapi Malik tidak meniru, sedang Datona meniru, maka satu hal yang kita tahu, mereka mahir menipu, sedang energi yang mereka dapatkan, entah dari mana, energiku dan mungkin energi AKJ, harus kita cari tahu.”
“Ayi, apakah kau tahu, siapa musuhmu dan di mana dia tinggal? Ke mana kita harus menyerang?” Hartino bertanya.
“Tidak tahu, aku tidak punya clue, tidak mungkin hanya antek para tetua, karena mereka kebanyakan sudah kehilangan ilmunya karena aku tarik sebagai hukuman, mereka kosong, semua karuhun yang mereka punya, aku tahan di sini, mereka sudah kulatih untuk mengabdi padaku, bahkan sebagian sudah kutundukkan dan tidak lagi sudi bersama para tetua itu.”
“Lalu kita hendak melawan siapa Ayi?” Si paling jenius di antara kawanan bertanya.
“Kita takkan melawan siapapun, karena sekarang yang aku butuhkan adalah, pembersihan gunung tempat tinggal sekutu kita, mereka sedang mengepung gunung itu untuk menundukkannya. Bagus Heulang sudah memeriksa dan memberikan penglihatan padaku, mereka belum bisa masuk, tapi cepat atau lambat, aku takut pintu akan mereka jebol dengan penyamaran, mungkin mereka akan gunakan cara yang sama seperti mereka gunakan pada dua karuhunku, memancing karuhunku untuk keluar dan akhirnya disekap.
Aku takut penduduk di sana keluar dan bisa terpancing untuk memasukkan aku yang palsu pada pedesaan mereka. Maka aku butuh kalian untuk ke sana.
Kawanan dan Datona, pergilah ke sana untuk membersihkan gunung, Bagus Heulang akan melihat dari ketinggian, memberitahu jumlah musuh kalian dan juga ke mana kalian mesti bergerak.”
“Kami siap Ayi.” Aditia berkata, sedang kawanan bersemangat, walau belum pulih, tapi mendapatkan kasus, sungguh membuat mereka sangat bersemangat. Apalagi menolong kampung milik Behra dan Bohra, mereka dulu juga sempat menolong kawanan karena kasus terowongan, maka menolong mereka saat ini adalah kewajiban.
“Bagi kami menolong kampung milik Kak Behra itu adalah kewajiban.” Aditia mewakili kawanan berbicara dan kawanan setuju.
Semua sepakat untuk pergi esok paginya, sedang aula itu tertutup dan tak terdengar sedikit pun suara dari dalam, tapi sayang, mereka tak tahu, ada satu orang yang telinga dan matanya sangat kuat, menguping dari luar.
...
Kondisi Alka sudah sangat lemah, wajahnya pucat, bibirnya sangat kering dan setiap kali tertidur, Alka pasti mengigau, dia kesakitan dengan sangat.
Setiap malam, dia harus menyalurkan energinya, pada sebuah kamar gelap, yang dia tak tahu bahwa itu hanya tempat di mana semua energi dikumpulkan untuk kelak digunakan melawan ... ratu yang dia sangat agungkan, dia masih terus saja disiksa tanpa tahu, dia telah ditipu.
Alka tertidur, dalam tidurnya dia bermimpi.
“Assalamualaikum Saba Alkamah.” Seorang lelaki memanggil Alka.
Alka terbangung, dia ingat sebelumnya berada di kamar yang gelap, tapi sekarang dia berada di sebuah hutan, hutan yang sangat dia kenal, hutan yang berada di belakang guanya!
“Bapak!” Alka terkejut, walau dalam mimpi dia tak ingat bahwa Mulyana telah tiada, karena kebanyakan orang memang tidak ingat bertemu dengan orang-orang yang sebenarnya telah tiada. Tapi rasa rindu tetaplah terasa.
__ADS_1
“Kamu sedang apa?” Mulyana bertanya, karena ternyata pria yang menyapanya adalah Mulyana.
“Sedang tidur.” Alka tak ingat apapun yang terjadi sebelumnya, karena dia hanya ingat tidur di kamar gelap.
“Bangunlah, bangun dan lihat sekitar dengan lebih jelas, jangan gunakan matamu, tapi gunakan hatimu.”
“Bagaimana caranya, Pak?”
“Mintalah keluar dari sana, minta bertemu dengan ratunya Kharisma Jagat, bertemulah dengan saudara-saudaramu dan anakku, lihat mereka baik-baik, rasakan energi mereka baik-baik, kau ini orang yang paling paham tentang mereka, tanyakan satu pertanyaan yang hanya masing-masing dari mereka yang tahu, maka kau akan tahu, caranya bangun yang benar.”
“Aku tidak paham, Pak.” Alka bertanya lagi, Mulyana hanya tersenyum dan Alka terbangun, ketika dia bangun, ternyata dia sudah di kamarnya, sudah tak di kamar gelap lagi.
Dia pasti sudah dipindahkan oleh orang-orang Ayi, itu yang Alka pikirkan, dia kembali lupa pada mimpinya, sudah tiga malam dia bermimpi yang sama berturut-turut, tapi ketika bangun dia lupa lagi.
“Makan dulu Alka, ini kiriman makanan dari Ayi.” Seorang pelayan wanita membawa sarapan.
Ketika mendengar nama Ayi, sedikit yang Alka ingat dari mimpinya.
“Aku ingin bertemu Ayi.” Itu yang Alka rasa harus dia lakukan, samar mimpinya ada yang menyuruhnya bertemu Ayi.
“Be-bertemu Ayi?” Pelayan itu terlihat gugup.
“Iya, ada yang mau aku tanyakan, aku merasa perlu bertemu dengannya, aku mohon.” Alka memohon, dia masih berprasangka bahwa Ayi dalam bahaya, makanya dia perlu bertemu. Alka belum paham ke arah mana Mulyana berusaha menolongnya.
“Aku akan tanya Dokter Adi, karena Dokter Adi yang akan meminta izin.” Pelayan itu meletakkan sarapannya dan keluar dari kamar Alka dan rumah yang dijaga itu.
Dia lalu berlari dengan cepat setelah sudah di luar, bertemu dengan Tuan, yang selalu menyamar menjadi Adi.
“Tuan, dia ingin bertemu Ayi, katanya Ayi dalam bahaya.” Pelayang itu gemetar, takut kalau Alka akan ingat.
“Tenang saja, kau harus tenang, jangan sampai membuatnya menjadi curiga, tukar tugas, jangan kau lagi yang mengantar makanan, kau terlalu pengecut!” Tuan itu marah dan dia melangkah, begitu melangkah, tubuhnya berubah menjadi Dokter Adi. Dia harus menemui Alka, si manusia jadi-jadian itu, dia ingin membuatnya tak lagi ingin bertemu Ayi Mahogra, karena energi Ayi sudah habis, tak bisa lagi menunjukkan wajah Ayi padanya, dia akan langsung sadar kalau energi Ayi berbeda dan bahkan tak ada sama sekali pada tubuhnya.
Dokter Adi palsu itu masuk ke kamar Alka yang masih belum sarapan, Alka terlihat gusar.
“Ada apa Alka?” Dokter Adi bertanya dengan khawatir, tentu saja itu hanya pura-pura.
“Aku perlu bertemu dengan Ayi, aku merasa harus bertemu dengannya, entah kenapa, tapi sepertinya karena mimpi, tapi aku tak ingat bermimpi apa, Dok.” Alka memohon.
“Tidak bisa Alka, Ayi tak ada di AKJ, saat ini Ayi disembunyikan karena dia akan segera melahirkan, dia kami sembunyikan karena para musuh mulai mengepung AKJ, kau harus segera selesaikan mengumpulkan energi agar Ayi bisa bertahan.” Adi palsu berkata dengan sungguh-sungguh, membuat Alka makin kalut.
“Kalau begitu, aku perlu bertemu kawanan, aku perlu untuk berbicara pada mereka, buat aku pura-pura masuk lagi ke AKJ, aku harus bertemu ....
Adi membaca mantra, dia membawa sebuah dupa dan mengasapi wajah Alka dengan mantra itu, Alka tertidur lagi, dia pingsan seketika, seketika Adi berubah menjadi tuan yang telah paruh baya itu, tuan tak mungkin mengambil alasan lagi, karena kawanan tak mungkin disamarkan lagi, semua energi telah habis dan tak bisa dipakai karena energi yang mereka curi sangat terbatas.
__ADS_1
Alka akan diikat dengan iaktan ghaib yang kuat, saat ini, Alka sudah sangat lemah dan hampir sekarat, dia akan diambil energinya secara paksa, tidak lagi dengan sukarela, dia harus tidur terus agar energinya tetap murni seperti rasa tulusnya.
Dia harus bersegera karena kalau sampai bulan purnama ketujuh dia masih belum bisa mengumpulkan energi, maka kemungkinan menghabisi Ayi Mahogra harus menunggu purnama berikutnya lagi.