Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 32 : Pemberisihan Gunung 8


__ADS_3

Malam semakin larut, kawanan sudah kelelahan tapi mereka harus tetap berjalan karena untuk mengejar para musuh yang mungkin akan menjadi lebih cepat jika mereka lengah.


Kawanan terus saja berjalan sampai akhirnya Aditia meminta Alisha untuk memeriksa energi, karena Rangdalah yang paling sulit dideteksi, jika saja para musuh ternyata punya kemampuan seperti radar.


Rangda berasal dari pulau yang berbeda, maka keberadaannya akan dianggap makhluk asing yang tidak dikenali, mungkin dia bisa menyelinap.


“Pergilah, dekati energinya, tapi jangan sampai ketahuan, jangan terlalu dekat, jika saja mereka sadar, cepat lari tapi jangan ke arah kami, turunlah, sejauh yang kamu bisa, seolah kami masih di bawah, kalau kita beruntung, mereka akan mengikutimu dan membuat kita mampu untuk sampai di puncak duluan.”Alisha memerintah, Rangda keluar dari tubuh Alisha dengan tubuh gempal, lidah menjulur sampai kaki, rambut yang terkepang tebal dan bunga yang tertancap pada beberapa bagian, membuat tampilannya sungguh mistis dan menakutkan.


Rangda mulai melayang, mencari keberadaan energi itu.


Sementara di tempat nun jauh di sana, Asti yang sedang bersila, dia tidak tidur, sementara yang lain tertidur, dia memang memejamkan mata, tapi dia terus saja merasakan energi musuh, orang-orang yang dilatih Bagaskara, memang bukan orang sembarangan, biar mereka adalah Kharisma Jagat, tapi cara didiknya adalah persis seperti mendidik para jahanam, mereka dibentuk untuk menjadi senjata pembunuh, maka apa yang Ayi dan Pram takutkan dulu memang sudah terjadi, tanpa Ayi ketahui.


Bahwa anak-anak dari perjodohan adat, akan dijadikan senjata pembunuh karena dipersiapkan dari bibit yang unggul, bibit terbaiknya Kharisma Jagat, dengan begitu, mereka akan menjadi yang terkuat, sekaligus yang terkeji, tanpa ampun dan belas kasihan, akan terus menghabisi semua musuh, nilai Kharisma Jagat pada diri mereka perlahan hilang.


Ketakutan Ayi terjadi bahkan saat peperangan selesai dan tidak benar-benar dimenangkan oleh Ayi Mahogra walau para tetua mampu dikalahkan.


Asti membuka matanya, “Zarik, buka pagar kita.” Asti mengatakan itu dengan pelan ke Zarik yang sudah tertidur, Zarik terbangun dan membuka pagarnya, dia tak bertanya, karena tahu, Asti sedang mengiring musuh.


Pagar ghaib terbuka, energi musuh terasa tebal bagi Rangda, dia yang tadinya merasa energi itu tipis, karena memang terpagari, tiba-tiba terkejut, karena energi musuh langsung terasa. Rangda ingat kata tuannya, larilah begitu kau merasa jarakmu terlalu kuat, maka Rangda putar balik dan hendak turun agar musuh mengikutinya, naas … dia tak sempat berlari karena ternyata musuh memang sudah sedekat itu, dia tak sadar karena ternyata dia dijebak, Rangda berpikir bahwa musuh masih sangat jauh karena energi tipisnya, ternyata musuh memagari energi mereka sendiri dan akhirnya setelah Rangda cukup dekat, mereka membuka pagarnya dan mengejar Rangda.


Rangda tak punya pilihan dia lalu mulai menyerang dan tentu saja, musuh tak ingin energi mereka habis, Zarik lalu membaca mantra dan … kena! Rangda terkurung dalam pagar ghaib milik Zarik, pagar yang mampu membuat energi siapa pun yang terjebak di dalam pagarnya menjadi hilang, Rangda menjadi lemah dan akhirnya terjatuh, bahkan melayang saja dia tak mampu, Rangda saat ini berubah wujud menjadi perempuan yang sangat cantik jelita, dengan tubuh kurus dan berpakaian khas bali, wajahnya pucat dan dia menjadi sangat khawatir, karena ruh ini adalah ruh tanpa kekuatan sama sekali.


“Dasar bodoh, kau tidak tahu siapa kami? Kami ini Kharisma Jagat, para pendekar pasundan yang terkenal menaklukan jin macam kau, kalian hanya hewan peliharaan yang akan kami taklukan, tangkapan yang besar, berani sekali kau datang sendirian. Apakah tuanmu sebodoh itu?” Asti tertawa, Zarik mempertebal pagarnya dan membuat Rangda akhirnya tumbang, ruh tak bisa berbuat apapun lagi.


Asti dan Zarik kembali ke perkemahan dan membuat pagar mereka lagi agar musuh tak bisa mendeteksi energi mereka.


Alisha terdiam dan dia tiba-tiba terjatuh, saat terjatuh dia batuk dan muntah darah.

__ADS_1


“Ada apa!” Hartino bertanya.


“Rangda menghilang, aku tak bisa merasakan keberadaannya, seluruh tubuhku sakit.” Alisha paham, ketika khodamnya menghilang, maka dia akan kembali pada tubuh lemahnya, ingatkah kalian bahwa, Alisha adalah manusia yang sudah hampir mati jika saja Rangda tak masuk ke dalam tubuhnya sebagai khodam, maka ketika akhirnya Rangda ditawan dengan energi yang terputus sempurna, Alisha kembali menjadi manusia biasa, dia memegang perutnya yang pernah tertusuk, Hartino panik dan menjadi gemetaran.


“Dit, Alisha tidak akan bisa berjalan lagi, Rangda ditawan, aku yakin itu, karena kondisi Alisha kembali memburuk.” Hartino berkata dengan sangat ketakutan.


Jarni memeriksa keadaan Alisha dan dia membuat pagar ghaib untuknya, agar Alisha menjadi tenang.


“Rangda yang sekuat itu bisa mereka tawan?” Datona bertanya, dia menjadi sedikit takut.


“Tidurlah di dalam pagar ghaibku, kalian semua masuk ke dalam pagarku, mereka melindungi energi sendiri, kita juga harus melindungi energi kita.” Jarni meminta semua orang masuk ke pagar yang dia buat dan mereka semua harus bermalam di sana, karena pada dini hari ini, tak bisa melanjutkan lagi perjalanan.


Aditia terdiam, semua orang dia biarkan tidur, Hartino menjaga Alisha dengan memeluknya, hanya satu tenda yang mereka buka, tenda yang besar, Aditia bersila, dia harus lepas raga untuk melihat lebih jauh, tapi dihalangi oleh Ganding.


“Jika kau lepas raga dan tertawan, kau pikir kami bisa bertahan? Pikirkan baik-baik langkah apa yang harus kita lakukan, aku buntu. Jika saja kakak ada, pasti dia tahu harus apa kita.” Ganding menyesalkan ketiadaan Alka sebagai lubang yang melemahkan mereka semua.


“Dit, jangan membenci kakakku, dia hanya harus pergi untuk sesuatu yang lebih penting, dia itu tak punya keluarga, Zerata satu-satunya yang merupakan keluarga kandung, walau kita keluarganya, tapi darah itu lebih kental Dit, pahamlah.”


“Istirahat Nding, aku butuh kalian bugar besok hari, kita tak bisa lepas fokus pada hal lain.”


“Baiklah, aku akan istirahat, kau harus tetap tenang, aku tak mau kau lepas raga, kau akan meninggalkan kami jika kau lakukan itu.”


“Ya, aku janji akan jaga kalian di sini, aku takkan menyerang mereka sendirian, bagiku, kalian jauh lebih penting untuk dijaga.” Ada rasa kecewa yang dalam pada Alka dari perkataan Aditia.


Maka waktu berlalu, kawanan harus istirahat, sedang musuh telah mendapatkan tawanan perang dengan mudah, seorang khodam yang sangat tinggi ilmunya dna ternyata berparas cantik jika hanya jin biasa.


__ADS_1


“Hei, bangunlah.” Alka terbangun, dia memegang perutnya, sakit telah terasa ringan, hanya memori tertusuk membuatnya kaget.


“Aku tahu kalian bukanlah mereka.” Alka bangun, melihat kawanan sedang berdiri di hadapannya, sementara Alka telah terikat lagi, di tempat terakhir dia melarikan diri.


“Tentu saja kami tahu kau telah sadar, apa kau lebih suka tampilanku seperti ini?” Aditia tiba-tiba berubah menjadi Darhayusamang. Melihat perubahan itu, Alka terkejut, karena bukan hanya raganya yang berubah, tapi energinya juga ikut berubah, mirip seperti ayahnya.


“Kalian bedebah!” Alka meludah pada Darhayusamang palsu, tentu saja, dia kan telah tiada.


“Kau tak rindu pada ayahmu?” Darhayusamang palsu itu berkata.


“Jangan pakai tubuh saudara-saudaraku, kalian tak pantas!” Alka berteriak dengan kencang, karena tak sudi melihat mereka menggunakan tubuh kawanan untuk menipu.


Semua orang yang palsu itu tetap pada tubuh samara, mereka tidak ingin Alka melihat wujud aslinya.


“Kau harus tetap memberikan energimu pada bulan purnama, kau adalah orang yang harus menjadi tumbal kami bagi bulan purnama, kau harus tetap di sini dan tetaplah tenang, oh ya, soal saudara dan kekasihmu, tenang saja, cepat atau lambat, mereka akan menyusulmu ke sini, karena saat ini, mereka sedang diburu oleh pasukan terbaik kami, pasukan Tuan Bagaskara. Ayi saja bisa kami kelabui, apalagi hanya bocah busuk seperti kawananmu itu!” Darhayusamang dan kawanan palsu tertawa terbahak-bahak.


Alka terdiam, dia sungguh tak paham dengan semua ini, dia menyesal telah pergi dari kawanan hingga membuatnya terpedaya dan ikut Dokter Adi Palsu, dia baru paham dan mulai curiga bahwa Ayi yang datang padanya untuk meminta memisahkan diri dari kawanan adalah Ayi palsu, karena kalau dia ikut, dia dan kawanan takkan melemah seperti ini, Alka mulai membenci semua ini, karena dia harus jauh dari kawanan, dia mulai menyesal telah menuruti perintah yang datang dari Ayi, karena dia tak yakin apakah Ayi yang datang padanya malam itu, benarlah Ayi yang asli, karena sekarang saja dia tak bisa membedakan, mana keadaan nyata dan keadaan yang dibuat oleh Bagaskara.


Alka menangis sejadinya, hal yang tak pernah dia lakukan selama ini, dia sungguh merasa lemah dan bodoh.


Semua orang keluar dari kamar penyekapan Alka, sementara Alka masih digantung dengan diikat pada bagian tangannya, energinya kembali di serap untuk dipersembahkan pada bulan purnama kelak.


Saat mereka keluar, Darhayusamang berubah menjadi seorang pria yang katanya adalah tangan kanan Bagaskara, dia yang paling hebat dalam meniru energi dan bentuk.


“Wanita itu harus dijaga dengan ketat, jangan biarkan dia sadar lagi, kita harus habiskan energinya, kalau bisa sampai dia mati, dia memang wanita yang tangguh, kalau saja dia bukan musuh, sudah kunikahi, sungguh perempuan yang sangat hebat.”


“Jangan berkata macam-macam, loyalitasnya pada ratu iblis itu sangat tinggi walau telah dibuang oleh ratu yang dia abdikan itu, jadi jangan meracau.” Seorang lelaki lain sudah kembali dalam tubuh aslinya, tentu mereka adalah orang suruhan Bagaskara lainnya.

__ADS_1


Sungguh, apakah ini waktunya kawanan menyerah?


__ADS_2