Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 34 : Pembersihan gunung 10 & Kunjungan


__ADS_3

Pintu kayu besar yang menjadi batas antara luar dan aula besar tempat mereka berpesta dengan meminum wine tiba-tiba terbuka, seorang wanita yang sangat anggun ditemani begitu banyak punggawa berdiri di sana dengan pakaian serba hijau, kebaya yang sangat cantik, konon katanya, pada kerajan yang dia pimpin, tidak diperkenankan untuk memakai warna hijau yang sama, kecuali adiknya, seorang perempuan tangguh yang tetap saja, tak pernah dia bela, atas alasan keseimbangan dua dunia, tapi kali ini, dia mungkin akan berpihak.


“Ratu laut, selamat datang, rupanya kau telah datang ke sini dengan … mengejutkan, ada yang bisa aku bantu.” Bagaskara menyambutnya di depan pintu.


“Tidakkah kau ingin mempersilahkan ratu ini untuk duduk?” Ratu Laut itu bertanya pada Bagaskara.


“Tentu saja Ratu, siapkan singgasana untuk ratu kita, jangan biarkan ratu kelelahan berdiri.” Bagaskara berteriak dengan kencang, kesal karena diperintah seenaknya oleh seorang ratu, yang terlihat lebih muda darinya, tapi tentu saja, dia tidaklah semuda itu, tidak ada yang tahu pasti umurnya ratu, tapi sudah pasti berumur ratusan, ada juga yang bilang mencapai ribuan tahun, tak ada yang tahu dengan pasti.


Ratu duduk di sebuah kursi yang paling besar dan tinggi sandarannya, kursi yang seharusnya milik Bagaskara, tapi harus dia relakan untuk Ratu laut.


“Jadi, bolehkah aku tahu, kenapa Ratuku bisa datang ke sini dini hari bahkan tanpa pemberitahuan?” Bagaskara bertanya.


“Kau tidak penasaran, bagaimana aku tahu lokasimu?” Ratu bertanya balik tanpa menjawab dulu.


“Mana mungkin aku meragukan Ratu yang sangat mulia ini, bukankah mudah bagimu melacak seluruh  zona ghaib walau ditutupi apapun?”


“Baiklah, mulutmu memang manis, tapi percayalah, gosip yang mengatakan bahwa kita punya hubungan di luar sana, di dunia manusia sana, tetap takkan merubah penilaianku terhadapmu, aku ke sini untuk mengambil milikku.”


“Bagaimaan mungkin aku berani mengambil yang merupakan milikmu Ratuku?” Bagaskara masih saja bermulut manis.


“Bukankah kau tahu, aku yang membuat kutukan anak itu menjadi lebih ringan sejak dia lahir, namanya pun dari mantraku, aku sudah menandainya untuk menjadi salah satu orangku, maka seharusnya kau tak boleh menghabisi dia.” Ratu laut mengingatkan.


“Ratuku yang sangat mulia, aku takkan pernah mengambil apa yang menjadi hakmu, tapi bukankah kepemilikanmu hanya jika Saba Alkamah telah memiliki tubuh jinnya secara utuh? Sedang jika dia masih memiliki tubuh manusianya, maka dia adalah manusia yang bebas?” Bagaskara menolak memberikan Alka pada Ratu laut.


“Tapi aku merasakan energi jinnya semakin lemah, aku tak ingin kehilangan wanita ini, karena dia orang yang aku tunggu-tunggu sejak lama.”


“Baiklah Ratu, aku takkan pernah berani untuk melawanmu, tapi percayalah, dia belum memenuhi syarat untuk pergi bersamamu, maka dari itu aku mohon dengan teramat sangat, untuk tutup mata dan telinga, jangan berpihak seperti biasanya.


Bukankah kau adalah ratu yang telah berjanji untuk menjaga keseimbangan dunia ghaib, bukankah kau juga paham, bahwa urusanku dan Ayi Mahogra tidak boleh diturutcampuri karena ini masalah kekuasaan kami di darat?” Bagaskara mengingatkan bahwa, Ratu tak punya hak untuk ikut campur.


“Bagaimaan mungkin aku tak tahu soal itu, aku hanya ingin melihat tawananmu, aku akan pastikan sendiri kalau kalian takkan pernah mencederai sosok jin dalam diri Saba Alkamah.”

__ADS_1


“Tentu saja Ratuku, dengan senang hati, aku akan mengantarmu ke kamarnya.” Bagaskara lalu mengantar Ratu Laut untuk ke kamar penyekapan dan betapa terkejutnya Bagaskara karena ratu telah membawa begitu banyak pasukan, ada rasa ngeri dalam hati Bagaskara. Karena ratu tak pernah berucap bohong, jika dia ingin menghabisi sseseorang, maka habislah orang itu tanpa terkecuali.


“Ini kamar penyekapananya, Ratu, aku mohon padamu untuk tidak membicarakan identitasku, aku tak ingin dia tahu.”


“Baiklah, tentu saja kau tahu kalau aku adalah orang yang adil.” Ratu lalu masuk setelah mengatakannya, dia melihat Saba Alkamah duduk di diikat di tempat tidur itu, ratu melihatnya dengan sedikit kesal, karena seharusnya Alka sudah menjadi orangnya, seandainya Mulyana tak ceroboh menjadikan Alka karuhun anaknya, pasti sekarang dia sudah menjadi orangnya ratu, tapi sayang Mulyana terlalu egois hingga setuju menjadikan Alka karuhun Aditia.


“Kau tahu bahwa jalan yang saat ini sedang kau tempuh sangatlah berat?” Ratu duduk di sampingnya, secara Ajaib ikatan Alka terbuka dan dia juga terduduk, didorong oleh kekuatan ghaib ratu hingga dia bisa bangkit walau sedang sangat lemah.


“Ratu laut, salam dari Saba Alkamah, maaf kau harus melihat kondisiku seperti ini.”


“Aku tak heran, karena ini bukan pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, kau terlalu sering babak belur.”


“Seperti yang ratu ketahui, bahwa tidak mudah menjaga kestabilan dua dunia, aku hanyalah pesuruh.”


“Aku ingin menawarkan sesuatu, tentu tawaran ini takkan pernah menggantikan perjanjian awal kita yang adalah, ketika tubuh jinmu sempurna, maka kau harus menjadi milikku, perjanjian itu ada sejak awal, sejak kau lahir.”


“Ratu aku dengan segala kerendahan hati, memohon padamu untuk memaafkanku karena menolak tawaranmu.”


“Hei! kau bahkan belum dengar tawarannya.”


“Kau pikir sekarang kau bersama mereka!” Ratu kesal.


“Saat ini tak bersama, tapi mungkin masih ada kesempatan untuk bersama, sedang jika aku melakukan perjanjian denganmu, maka kemungkinan bersama kawanan akan menjadi mustahil.”


“Kau akan mati di sini jika saja bertahan, aku tahu kalau mereka musuh Ayi, takkan membiarkanmu hidup. Aku hanya tak ingin tubuh jinmu ikut menjadi korban, maka aku ingin menawarkan perjanjiannya.”


“Yang Mulia Ratu Laut, aku mohon dengan segala kerendahan hati untuk tidak menawarkan perjanjian baru apapun lagi, aku menolak setiap apapun yang akhirnya akan mengikatku, kecuali perjanjian itu datang dari Ayi Mahogra.”


“Wah, kau ini terkelabui oleh wanita itu ya? Kau pikir dia bijaksana? Sedang dia yang memisahkanmu dengan kawanan, kau masih percaya padanya?” Ratu terlihat kesal dan masih terus membujuk.


“Bukan hanya aku yang terkelabui, bukankah Yang Mulia Ratu juga terkelabui? Bahkan mungkin di antara semua makhluk, ratulah yang menjaga Ayi lebih ketat dibandingkan kami, karena kau menolongnya walau tanpa dia ketahui.”

__ADS_1


“Wanita yang sok tahu rupanya kau ini?” Ratu terlihat kesal karena Alka tak mempan dibujuk.


“Baiklah, kau pasti tahu aku takkan membiarkanmu mati oleh mereka, musuhnya Ayi Mahogra, tapi percayalah, tubuhmu akan hancur jika masih saja terus bertahan, aku mungkin bisa menyelamatkan tubuh jinmu, tapi takkan mungkin membuat tubuh manusiamu tetap utuh, maka sebelum terlambat, ayo lakukan perjanjian denganku, aku akan membuat tubuh jinmu sempurna dan tubuh manusiamu juga hilang sempurna, bagaimana?”


“Ratu, terima kasih, tapi maaf, aku tidak bisa.” Alka menolak, maka setelahnya Ratu mengikat kembali Alka dengan cara ghaib, ternyata Alka hanya ditipu muslihat oleh ratu, karena sedari tadi dia masih tiduran di kasur dan seolah ikatannya sudah terbuka, padahal dia hanya ditipu muslihat oleh ratu.


“Baiklah wanita keras kepala, kau harus menanggung penderitaanmu sendirian, karena aku tak bisa lagi menolongmu.” Ratu hendak keluar dari kamar penyekapan itu, tapi urung karena Alka berbicara sesuatu.


“Tolong katakan pada kawanan, kalau aku tidak pernah menyesal, aku akan tetap mengulangnya jika takdir boleh memilih, menjadi Saba Alkmah, karuhun dari Aditia dan kakak dari kawanan. Aku tidak pernah menyesal jika akhirnya harus gugur, maka aku akan tenang, karena hutangku pada Ayi, mungkin akhirnya lunas.”


“Aku tidak pernah mengerti dengan orang-orangnya adikku, kenapa kalian ini selalu mengagungkan kemuliaan dari kesetiaan, seolah loyalitas adalah harga mati, kau sungguh bebal seperti adikku itu, perempuan menyebalkan!” Ratu lalu keluar dari kamar itu dan tanpa pamit langsung pergi meninggalkan AKJ palsu.


Bagaskara melihat dari kejauhan dan dia lalu memerintahkan semua anak buahnya untuk pindah lokasi.


Karena dia tahu, wanita yang baru saja berkunjung, takkan menutup mulutnya, walau dia bilang tidak memihak, tapi dia tetap saja selalu berat sebelah pada Ayi Mahogra, maka mereka mulai bersiap pindah lokasi ghaib, zoba ghaib yang sekarang harus dipindahkan.


Tepat seperti dugaan Bagaskara, ratu laut datang ke AKJ dan dia bertemu langsung dengan Ayi yang baru saja selesai latihan malam dengan para Cantrik. Betapa terkejutnya dia saat merasakan energi ratu laut yang tentu saja bisa masuk tanpa dijegal penjaga, siapa juga yang berani menghadang ratu dengan puluhan pasukan di belakangnya yang berkuda sedang dirinya memakai kereta kencana.


“Aku ingin bicara singkat saja, aku malas bicara lama denganmu.” Ratu tanpa turun dari keretanya meminta Ayi naik agar mereka bisa bicara. Ayi naik dan duduk di sampingnya.


“Ada apa?” Ayi terlihat khawatir.


“Apa kau sedang mencari seseorang?” Ratu bertanya.


“Kau tahu lokasinya?”


“Aku itu netral, takkan kuberitahu, tapi aku cuma ingin kau bergegas, karena dia hampir mati, kalau dia sampai mati dengan kedua tubuhnya itu, aku pastikan akan menghabisi kalian berdua, baik kau dan musuhmu karena berani mengambil orangku. Keadaannya sangatlah buruk, cepat kau harus segera menamukannya.” Ratu laut lalu pergi setelah mengatakan itu, sedang Ayi hanya terdiam. Sejak kawanan pergi ke gunung Butir-Butir dan juga tragedi pembantaian pengkhianat hari itu, Malik, Hanif dan Adi sudah bergegas untuk mencari Alka, tapi sejak hari itu, mereka tak juga menemukannya, Ayi mulai khawatir, kakak angkatnya itu terlihat sangat khawatir, maka apa yang dikatakannya bukanlah bualan, Ayi merasa bahwa dia harus mencarinya sendiri, karena Malik dan yang lainnya tak kunjung menemukan Alka.


______________________________________


Catatan Penulis :

__ADS_1


Kemarin aku lihat ada yang benar menebak Ratu Lautlah yang datang, kalian hebat yaaaa, yang ngerasa masih bosen, baca novel lain aja dulu ya, karena PKJ alurnya akan lambat dan tetap bermain pada plot twist, jadi mesti sabar yaaaa.


Terima kasih yang masih stay dan tetap baca kami, karena apa yang kalian lakukan adalah salah satu alasanku tetap update setiap harinya walau kadang lelah, deadlock nggak tahu mau nulis apa dan terkadang juga dalam masa mental breakdown karena banyak hal, pokoknya makasih buat kalian yang masih terus doain aku sehat, komentar dan like, itu sangat berarti buatku.


__ADS_2