
Ayi yang sudah masuk ke kamar, tidak tahu bahwa AKJ bukan hanya diserang secara diam-diam, tapi ini kudeta terhadap ratunya, yang dilakukan bahkan oleh para Kharisma Jagat yang seharusnya patuh pada perintah Ratu.
Bagaskara berdiam di tempatnya, di dunia ananta dengan AKJ palsu yang dia ciptakan di sana. Sementara seluruh Kharisma Jagat pembelot sudah mulai meringsek masuk ke AKJ dengan senjata yang lengkap, para karuhun pembelot itu pun ikut dengan tuannya, bukankah kalian tahu, karuhun itu tergantung tuannya, kalau tuannya baik, maka baiklah dia, kalau tuannya jahat, maka beringaslah dia.
Panglima yang berjaga dengan Raden karena menemukan pengintai buru-buru meminta semua karuhun yang berlatih memanggil tuannya dan meminta anak-anak masuk ke bungker agar mereka tak menjadi korban, walau bukan manusia biasa dan cenderung bisa melawan, tetap saja, lawannya tidak sepadan, semua Kharisma Jagat pembelot itu pasti lebih terlatih dibanding anak-anak yang bahkan baru saja bisa menguasai karuhunnya.
Panglima Erlangga memanggil Bagus Heulang agar ikut menghajar para pembelot itu, Bagus Heulang yang hampir 24 jam bersiaga turun dari langit dan langsung menyapu para pembelot dengan sayapnya yang sangat besar, sementara Raden berlari dan memanggil dengan panggilan ghaib pada seluruh karuhun tingkat 1 yang berada di sana, ada Cula Bagong, Pandinar, macan milik Hanif dan tentu saja, Abah Wangsa, jika karuhunya terpanggil, maka … para tuan ikut datang, termasuk kawanan.
Mereka berlarian ke lapangan, tempat yang Raden beri penglihatan pada semua agar bersiap, walau mereka masih dihadang oleh Panglima dan Bagus Heulang serta beberapa karuhun yang kebetulan sedang berlatih.
“Buat beberapa ring!” Hanif memerintah, ini adalah strategi yang Ayi gunakan sejak peperangan jodoh adat, ketika itu Ayi membuat beberapa ring untuk bertarung, hanya agar mereka bisa saling bahu membahu, tidak semua menjadi lemah dalam waktu bersamaan, metode ini selalu digunakan.
Datona ikut datang, “Tidak Datona, kau harus melindungi anak-anak!” Hanif yang merupakan guru paling dikagumi Datona memerintah.
“Aku ingin ikut berperang Pak!” Datona kesal karena tidak bisa ikut bertarung.
“Menjaga anak-anak lebih penting, kalau kau tinggalkan mereka dan mereka diserang, mereka pasti akan menjadi rampasan, kau ingin mereka menjadi pasukan lagi kelak! Cepat!” Hanif memerintah dengan keras, walau kesal, Datona tak bisa membantah lagi, karena tahu, Hanif pasti marah.
Malik yang ikut mendengar panggilan ghaib Raden menarik istrinya masuk ke aula.
“Kau harus di ring terakhir, mereka sudah menangani di ring pertama dan kedua.” Malik menarik Ayi dan memastikan dua orang yang dia sayangi itu akan selamat. Sedang Pram kecil memang tidak ada di sana.
“Apa mereka benar sudah datang?” Ayi paham.
“Arah datangnya tak diketahui, benar prediksimu, seperti terakhir kali kau melepas raga dan menemukan AKJ palsu, mereka kembali membangun AKJ palsu di dunia ananta, mereka menerobos masuk dari sana, hingga tak bisa kita deteksi keberadaannya, tapi kita sudah bersiap untuk malam purnama ke 7 ini, kau juga harus bertahan, ingat, kau tidak dalam keadaan yang bisa melawan sendirian seperti dahulu, kita sudah membicarakannya dan kau sepakat, saat ini … keselamatanmu dan anak kita yang paling penting, yang lainnya tidak!”
“Tapi Malik, kau tahu kan satu permintaanku untuk bulan purnama ke 7 ini, kau takkan melanggarnya bukan?”
__ADS_1
“Aku tidak akan melanggar janjiku padamu, tapi jika pilihannya kau dan orang lain, sampai mati aku akan memilihmu!”
“Malik!”
“Tidak Seira, aku akan selalu menepati janji, tapi kalau kau celaka, kau pikir aku masih bisa hidup!” Malik lalu berlari, dia akan bergabung ke ring pertama bersama Panglima, karena ring itulah yang paling penting dan Malik selalu bisa bertarung bersama orang yang tidak pernah akur dengannya, karena mereka setiap bertarung selalu bar-bar dan tanpa belas kasihan sama sekali.
“Lama sekali!” Panglima kesal melihat Malik baru datang, dia sudah berubah wujud dengan tubuh kacanya dan memegang pedang yang sangat besar dan panjang, sekalo sabet, ada banyak karuhun langsung musnah.
Tapi … pasukan pembelot begitu banyak, sangat banyak hingga rasanya jumlahnya … ratusan, bahkan diantaranya mereka kenal, tanpa ampun, Malik menghajar mereka, tak peduli jika ada yang tiada.
“Malik, tahan!” Panglima mengingatkan, karena dia sudah membunuh beberapa orang.
“Aku takkan dipenjara lagi karena ini, kita akan mengubur mereka, ingat, mereka bukan anak-anak dengan dokumen yang sah, sehingga keberadaan mereka di negeri ini sama dengan tidak ada!” Malik mengingatkan itu, Panglima hanya menggeleng, orang gila ini kalau soal istrinya, pasti menggila.
Malik terus membantai siapapun, Panglima masih terus menahan diri, sedang saking banyaknya orang yang meringsek masuk, ring pertama kelolosan banyak Kharisma Jagat lain dan akhirnya membuat Aditia, Ganding, Jarni, Hartino, Dokter Adi, Hanif dan Aam beserta para karuhun dan khodamnya menghadang begitu banyak pembelot, semua orang terlihat sibuk bertarung, walau mereka menahan untuk tidak membunuh tuan tapi memusnahkan karuhun, tapi … satu yang mereka tak sabar, ada seorang perempuan yang berlari mencari jalan keluar, perempuan itu bahkan tak sadar kalau dia sudah di tempat yang benar karena doktrin di otaknya selama beberapa waktu belakangan ini, pertarungan ini sudah dia alami sebelumnya dan dia anggap ini pertarungan palsu lagi, energinya terasa tapi dia tak ingin percaya.
Alka sulit melawan karena dia memang lemah, bahkan sudah beberapa hari ini dia tak makan dan minum lagi.
Beberapa pembelot membawa Alka melalui jalan yang sengaja ditutupi oleh para pembelot lain yang menyerang, hingga pada ring pertama, berisi Malik, Panglima dan Bagus Heulang, tak ada yang sadar ada Alka yang dibawa masuk ke dalam dengan keadaan ditutupi kepalanya agar tak ada yang menyadari.
Lalu pada ring ke dua, tentu saja mereka tak bodoh, mereka menunggu ring kedua sibuk, baru berjalan masuk, hingga mereka terus masuk meringsek ke dalam AKJ, mereka berjalan terus di dalam AKJ, sesuai perintah Bagaskara.
Lalu di manakah Bagaskara? Si kakek pengecut itu masih di dalam dunia ananta, melihat semua orang berkelahi dari dimensi paling tinggi itu, duduk dengan menikmati hidangan yang enak memperhatikan peperangan dari tempat yang aman. Lelaki tua ini memang benar-benar bedebah, dia tak peduli siapa kawan dan lawan, yang penting nianya untuk menghabisi Ayi terlaksana.
Mereka sudah sampai di depan tempat itu, sebuah aula besar yang pintunya juga sangat besar.
Lalu dengan kasar, mereka membuka pintu itu, pintu yang tidak dipagari karena memang sengaja terbuka, Ayi siap dengan siapapun yang datang untuk menyerangnya, dia siap dengan serangan selanjutnya, tentu saja, bersama Ayi, ada beberapa cantrik kepercayaan Hanif yang menjaga Ayi, mereka memiliki kekuatan berkelompok, mengeliling Ayi untuk bisa menjaganya, tapi begitu pintu didobrak, Ayi meminta semua orang untuk membuka penjagaan mereka, Ayi ingin menghadapi musuh dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Begitu pintu aula terbuka, Alka didorong masuk sembari penutup wajahnya dibuka, dan ….
Alka melihat ada Ayi tepat di hadapannya, Alka yang tersungkur lalu perlahan mencoba berdiri, dia sungguh sudah muak dengan semua ini, dia lalu menyerang Ayi Mahogra dengan sisa kekuatannya.
Para cantrik menghalau, agar serangan itu tak bisa kena, tapi sayang, terlambat, serangan itu langsung menuju Ayi, Ayi menahan serangan itu hanya dengan satu tangan, Alka terlalu lemah untuk bisa menyerang Ayi Mahogra yang memang lemah juga, tapi tentu saja, masih cukup kuat menghadapi Alka yang sudah hampir kehabisan energi.
Para cantrik bersiap untuk menyerangnya, tapi Ayi berteriak, “Tahan! Jangan serang!” Ayi berteriak agar semua orang diam dan tidak menginterupsi pertarungan ini.
“Mau sampai kapan kau berpura-pura menjadi ratu kami!” Alka menangis sembari berjalan dan terjatuh, dia lemah dan sudah muak dengan tipu daya yang dilakukan di AKJ ini, AKJ palsu dalam benaknya.
Ya! Alka sudah tercuci otaknya hingga tak sadar bahwa dia sudah dirumah.
Tahukah kalian tentang filosofi ikatan gajah? Jika kalian mengikat kaki gajah sejak kecil dan tidak membukanya sama sekali, gajah tidak akan bisa kemana-mana bahkan setelah ikatan itu dibuka, kau tahu kenapa? Karena setelah dibuka pun, gajah akan tetap merasa bahwa kakinya terikat hingga dia tak akan pernah berpikir untuk kabur, dalam ingatannya sejak kecil, kakinya terikat dan tak bisa kabur seberapa keras pun dia mencoba ketika dia masih kecil dan selalu gagal, maka dalam ingatannya, dia takkan pernah mampu kabur. Hingga dewasa dan ikatannya dibuka, dia takkan pernah kabur karena keyakinan ini, kakinya terus terikat dan jika berusaha melarikan diri, dia akan gagal, maka dia terus yakin kakinya terikat, walau telah dibuka ikatannya.
Sama seperti Alka yang terus saja dipermainkan oleh Bagaskara, berkali-kali dia mencoba kabur dari AKJ palsu tapi terus saja kembali, berkali-kali dia percaya Ayi palsu dan akhirnya menjadi kecewa karena tahu dia kembali ke AKJ palsu dan bertemu dengan Ayi palsu, bahkan kawanan palsu, maka ketika dia bertemu dengan orang dan tempat aslinya, dia tak sadar bahwa dia sudah dirumah, karena dalam keyakinan di tubuh lemahnya itu, ini masih AKJ palsu dan semua isi dari AKJ ini juga palsu dan ketika akhirnya punya kesempatan untuk menyerang, dia melakukannya, karena dalam keyakinannya, dia masih ditipu lagi.
Dia terus berusaha menyerang Ayi, tapi Ayi menahan serangannya.
“Kau harus pergi dari sini!” Ayi berteriak, hingga membuat ruangan itu bergetar.
“Jangan bersandiwara lagi wahai iblis jahanam! Jangan gunakan tubuh mulia itu untuk menipuku lagi, jika saja aku harus mati untuk menghabisimu, maka kau akan mati!”
Ayi terdiam, sejenak dia terus menelisik keadaan ini, kenapa Alka menjadi beringas seperti para pembelot, karena tak mungkin Alka menjadi pembelot, dia adalah orang paling setia di antara kawanan, maka pasti ada yang lain, mendengar Alka berkata begitu, Ayi paham, mereka masuk jebakan musuhnya.
Sementara keadaan di luar sana menjadi aneh, kerusuhan yang dibuat oleh musuh perlahan menjadi tenang, entah kenapa, para pembelot mundur, mereka tak lanjut melawan, Malik dan Panglima saling melihat dan mereka buru-buru berlari ke aula, melewati ring kedua pertahan yang juga merasa aneh karena banyak pembelot yang berlari mundur, Malik berteriak, “Ke Aula! Ayi di sana, ini jebakan!” setelah mendengar teriakan Ayi, kawanan dan yang lain ikut berlari ke aula dan betapa terkejutnya mereka melihat Alka dalam keadaan yang sangat kacau, rambutnya memutih, wajahnya sangat kusam dan tubuhnya penuh luka, bukan luka karena Ayi, tapi luka karena energinya yang terkuras habis, dia terlihat sedang menyerang Ayi.
Aditia melihat itu berteriak dan bermaksud mendekati Alka, tapi Alka melihat Aditia mendekat langsung menyerangnya hingga membuat Aditia mental.
__ADS_1
“Jangan kau pikir aku masih tertipu dengan tubuh palsu kalian! Aku akan melawan kalian mati-matian kali ini!” Alka terlihat sangat marah dan dia akhirnya merubah tubuhnya dalam wujud jin, Ayi melihat itu langsung berlari ke arah Alka untuk memeluknya, Malik melihat itu terkejut dan menghalangi Ayi memeluk Alka, hingga ….