
Semua orang sudah berkumpul di aula PKJ, semua duduk di kursi pada meja makan yang memang dibuat sangat panjang oleh Ayi, meja itu terbuat dari kayu jati yang sangat berat, berbentuk oval. Ayi menyambut semua orang untuk sarapan, mereka butuh waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan sarapan, Alka duduk cukup jauh dari Ayi, dia tetap memastikan kalau wajahnya tidak terlihat sama sekali oleh Ayi, hanya agar Ayi tetap tenang.
Ini adalah definisi benci tapi cinta, bagaimana dia bisa menolak keberadaan Alka, setelah begitu banyak pengorbanan yang Alka lakukan untuk Kharisma Jagat, pengabdiannya tidak bisa dihitung sesuatu yang main-main.
Setelah makan selesai, Ayi meminta semua orang untuk pindah ke ruangan yang berbeda, sebuah ruangan yang cukup aneh karena ruangan itu ada di balik sebuah lemari buku, lemari buku itu berada di kamar kerja Ayi dan Malik, lemarinya digeser dan terlihatlah sebuah pintu besi, Ayi memegang pintu besi itu dengan telapak tangan kanan yang diregangkan, lalu Ayi memejamkan mata, mulutnya berkomat-kamit, seketika pintu besi terhempas.
Memang ada yang aneh pada pintu besi itu, pintu tanpa pegangan untuk membuka, seolah hanya dinding yang terbuat dari besi.
Tapi ketika akhirnya pintu terhempas, yang terlihat hanya ruangan yang gelap dan terasa udara dingin.
“Ini adalah proyek pembuatan bungker yang aku ciptakan, belum selesai karena satu dan lain hal, salah satunya karena serangan-serangan itu.
Kalian tak perlu takut, karena ruangan ini masih di wilayah PKJ walau sudah masuk ranahnya dimensi ananta. Aku akan ceritakan kenapa akhirnya aku juga bisa menciptakan tempat seperti ini untuk kalian, ini hanya bagian kecil. Masuklah, tapi pastikan kalau karuhun dan khodam kalian masuk ke dalam tubuh kalian, karena tanpa wujud pembentuk dari jin, kalian takkan bisa masuk.” Semua orang mengangguk, Alisha masih di tempat peristirahatan yang dijaga ketat, karena sampai sekarang Rangda belum juga ditemukan.
Semua orang lalu masuk perlahan, begitu melewati ruang gelap dan dingin, mereka melihat ada sebuah ruangan yang memiliki sofa-sofa yang letaknya tak terlalu berurutan tapi cukup estetik, berwarna hijau tua, tentu saja, warna kesukaan Ayi Mahogra, begitu masuk yang kau lihat adalah seperti sebuah ruangan untuk rapat, cukup luas tapi dan udaranya menjadi hangat.
“Duduklah di manapun yang kau mau, tapi halangi Alka dari penglihatanku.” Alka mendengar itu langsung berlindung di belakang tubuh Aditia.
Lucu sekali karena takjub pada apa yang Ayi ciptakan, dia lupa kalau wajahnya terlihat Ayi Mahogra. Jadi dia langsung bersembunyi di belakang Aditia.
Semua orang memilih sofa, hanya Alka yang duduk di belakang Aditia, agar wajahnya tak terlihat Ayi Mahogra.
“Baiklah, mungkin kalian bingung karena tempat ini terasa asing energinya bagi kalian, tapi percayalah, Alka pernah merasakan energi ini, benar kan?” Ayi bertanya, Alka menjawab dari punggung Aditia, dengan kata IYA.
Maksudnya adalah, tempat di mana Bagaskara menciptakan AKJ palsu, sebuah energi tiruan dan juga energi bawaan yang asing, Alka rasakan tipis tapi karena saat itu dia ditipu, maka dia tak mampu berpikir secara benar.
“Aditia dan aku bisa lepas raga dan mengarungi dimensi ananta atau dunia ghaib, Aditia pernah mengarungi dunia ananta dengan garis waktu yang berbeda, dia mengunjungi Ayi Sarika, benar kan Dit?” Ayi memastikan.
“Iya Ayi, ketika Abah hilang.”
“Aku juga pernah melakukan itu, ketika bertemu dengan Ayi Nusiah, pemilik kunci puncak gunung Butir-Butir, pintu gerbangnya Desa Tanah Pejuang, milik Mang Nariman dan penduduknya.
Lalu, Pak Mulyana, ayah dan bapak kalian, dia juga pernah lepas raga, bahkan tubuhnya adalah terowongan dimensi ananta, atau dimensi ghaib. Maka kalian tahu bahwa kami bisa berkelana di dunia ananta dengan tubuh sendiri atau lepas raga, kalian juga bisa. Tapi pertanyaannya, apakah kita bisa hidup di sini? Karena kita semua sedang berada di dunia ananta, tapi dengan dunia yang aku ciptakan, menumpang energi dunia anata. Kemampuan ini, tak banyak orang yang bisa lakukan, seperti yang kalian tahu, aku suka melempar para jin ke dunia ghaib yang aku buka sendiri, prinsipnya sama dengan ini, tapi … bukan untuk lingkungan hidup kita. Aku bisa menciptakan dunia lain di dunia ananta untuk mengusir para jin jahat, tapi hanya sebagai penjara saja, sebuah kotak yang membuat mereka tak bisa berkenala di dunia ananta. Mereka bisa hidup di dunia buatanku karena memang di dunia ananta adalah lingkungan hidup mereka dan penjara yang kubuat hanya menahan mereka agar tak kemana-mana.
Lalu aku mulai berlatih untuk membuat tempat ini di dalam AKJ di dimensi ananta. Kenapa aku membuatnya, karena ... Ayi Sarika menyebut satu nama, BAGASKARA. setelah itu dia menghilang.
Nama tersebut terus aku cari bersama dengan tim intiku, Hanif, Adi dan Aam, kami bergerilya mencari tahu tentang lelaki itu, saat kami mencari tahu, AKJ belum dibangun dan Malik masih di penjara.
Dan ini yang kami dapatkan ... Bagaskara adalah petinggi negara ini, dia telah lama meninggal dunia, tapi itu hanya sebuah data yang palsu, seperti yang dia bangun di dunia ananta, AKJ palsu. Dia bukan orang yang hebat, dia hanya penipu ulung, tapi satu yang pasti, dia pasti membuat perjanjian dengan jin yang memiliki ilmu tinggi, karena dia mampu hidup selama ini, menunda kematian, dari banyak menumbalkan banyak orang.
Maka melihat betapa menakutkannya apa yang dia lakukan, orang bodoh yang memiliki kuasa karena perjanjian sesat, maka kita harus hati-hati, orang bodoh hanya punya tipu daya.
Ini yang tak aku pertimbangkan ketika aku meminta Alka untuk menjauhi kalian, aku lupa kalau mereka adalah manusia penuh tipu daya karena bersekutu dengan iblis.
Maafkan aku karena harus datang dalam mimpimu dan membuatmu harus pergi dari kawanan, tapi aku lakukan itu agar kau tetap aman."
"Ayi maaf memotong, tapi apa yang membuat Alka tak aman jika tetap bersama kami?" Aditia bertanya.
"Bersama kalian bukanlah masalahnya, tapi tugas kalian di sini yang membahayakannya, kalian aku minta datang untuk bisa melindungi AKJ pada saat bulan purnama, tapi jika Alka ikut maka ... dia akan meninggal dunia."
__ADS_1
Semua orang melihat Ayi dengan tatapan khawatir.
"Ini juga hal yang aku sudah pelajari bersama, Aam, Adi dan Hanif ketika Malik masih di penjara, Kalian pasti sudah mendengar bahwa, bulan purnama membuat banyak jenis jin semakin kuat, tapi tidak berpengaruh pada jin yang mengabdi seperti Karuhun, maka kita tetap dalam kekuatan yang normal, sementara beberapa jenis jin pada kekuatan yang sangat kuat dan tinggi.
Maka ada 1 variabel di sini jika bersinggungan dengan bulan purnama, dia akan memiliki efek berbeda, Saba Alkamah, kau adalah variabel itu."
"Ayi, kenapa dia menjadi variable berbeda itu?" Aditia bertanya.
"Sebelum aku menjawab itu, apakah kalian sepakat untuk tak ada lagi yang ditutup-tutupi?" Ayi bertanya.
"Aku setuju." Semua orang termasuk, Malik, Adi, Hanif dan Aam menjawab.
"Maka, siapakah Alka sebenarnya untukmu, Dit?" Ayi bertanya dengan tegas, Aditia terdiam.
"Ayi ...."
"Kita setuju bukan?" Ayi memaksa, karena ini sudah waktunya mereka saling percaya, kemarin saat mereka dipecah belah adalah karena mereka tak saling percaya.
"Baiklah Ayi, aku patuh." Aditia tertunduk.
"Siapakah Alka sebenarnya?"
"Dia adalah karuhunku." Aditia dalam tunduk menjawab.
Alka yang ada di belakang Aditia khawatir, dia tak pernah tahu kalau Aditia sudah tahu siapa dirinya, karena selama ini ikatan batin mereka, dianggap Alka tidak pernah Aditia ketahui sebagai hubungan Karuhun dan Tuan, tapi sebagai hubungan manusia setengah jin dan Kharisma Jagat.
"Dan?" Ayi meminta Aditia melengkapinya.
"Lanjo, kami berdua terkena lanjo."
"Tidak Dit, aku yang sakit Lanjo, sedang kau tidak." Alka mengkoreksi dari belakang tubuh Aditia.
"Tidak Alka, aku juga sakit, karena Lanjo, tidak hanya menimpa dirimu saja, tapi aku juga sebagai tuan, makanya aku sudah sangat curiga ketika pertama kali bertemu denganmu, aku punya perasaan berbeda, ini juga yang menjadi jawaban kenapa ayahku tak memperbolehkan kita untuk bertemu, karena dia takut, energi kita akan saling tarik menarik dan sulit untuk berpisah, itu akan mengkaburkan perasaan kita sebagai manusia, karena kau masih punya sisi manusia." Adita mengatakan semuanya dengan jelas.
"Aku ... aku tidak tahu, kami tidak tahu." Alka melihat ke kawanan, mereka semua terdiam dan menunduk, "apakah kalian juga tahu ini?" Alka melihat kawanan berlaku aneh.
"Maafkan kami kak, kami sudah tahu ketika kau kambuh dulu, ketika kita sedang menangani kasus sumur angker itu, Aditia mengendalikan lanjomu dan menekan kembali lanjomu tanpa kau sadari, dia juga ternyata memiliki penyakit yang sama sepertimu. Maaf kak." Ganding menjawab.
"Aku yang mengancam mereka untuk diam, karena kalau mereka sampai mengadu padamu, aku akan membawamu pergi." Aditia mengakuinya.
"Dit ... kenapa banyak sekali kebohongan di antara kita?" Alka sedih.
"Aku tak ingin penyakit itu membuat kita berdua ragu dan mulai menyangsikan apa yang kita rasakan, aku hanya ingin tenang menjalani kasus, itu saja." Aditia mengaku salah, tapi dia merasa apa yang dia lakukan untuk kepentingan bersama.
"Baiklah, jadi, karena Alka itu Karuhun, seharusnya jika saat bulan purnama, maka energinya tidak akan terpengaruh, sedang kalau jin lain, akan semakin tinggi energinya, seharusnya seperti itu bukan? tapi kembali pada apa yang aku katakan sebelumnya, Alka variabel yang berbeda, karena sisi manusia yang melekat pada wujudnya, itu menjadikan statusnya sebagai karuhun batal ketika bulan purnama tiba, dia menjadi makhluk yang TIDAK TERIDENTIFIKASI, karena bukan jin biasa, bukan juga karuhun sepenuhnya dan bukan juga manusia.
Sialnya, aku tidak pernah tahu sama sekali soal ini. Hingga Ayi Sarika datang padaku dan mengatakan soal Bagaskara dan juga Alka soal purnama di dalam AKJ ini.
Apapun makhluk yang tidak teridentifikasi yang berada di AKJ saat bulan purnama, akan saling tarik menarik energi yang menyebabkan, kumpulan energi sangat tinggi di AKJ, energi itu bisa untuk menghancurkan ... AKJ palsu yang berada di dunia ananta, kita hanya perlu membidiknya tanpa perlu tahu lokasinya, maka energi itu akan memburu AKJ palsu di dimensi ananta dan menghancurkannya dalam sekali serang."
__ADS_1
"Wah, hebat sekali kakakku, kenapa kita tak membidiknya saat bulan purnama kemarin, Ayi?" Hartino bertanya dengan bangga.
"Karena kalau kita lakukan, maka Alka dan AKJ akan hancur sebagai ... imbalannya."
Semua orang terdiam, kawanan tepatnya, karena selain mereka, yang lain sudah tahu soal ini.
"Ini kenapa Ayi selalu memasang pagar agar sinar purnama tak sampai pada tubuh Alka?" Aditia penasaran.
"Betul, karena kalau sampai saling tarik menarik, maka selesai sudah kita semua. Makanya aku tak mau dia ada di sini saat kalian menjaga AKJ di bulan purnama ke 7 sampai selanjutnya.
Aku berani meninggalkan Alka hanya agar Alka selamat dan yakin kalau musuh takkan berani menyentuhnya karena tahu, kalau sampai Alka ke sini, mereka habis, tapi kali ini aku salah.
Alka malah diculik dan dia energinya diambil, kau kenapa mau memberikan energimu?" Ayi bertanya.
"Dokter Adi menjemputku di gua, tempat tinggalku."
"Aku tidak melakukannya, aku menjemput kawanan!"
"Ya, aku baru tahu belakangan kalau itu Dokter Adi yang palsu, AKJ yang palsu, aku ditipu, aku secara sukarela memberikan energiku, karena katanya Ayi butuh energiku untuk dipersembahkan pada bulan purnama agar AKJ bisa semakin kuat dan Ayi bisa melawan musuh, untuk menghindari peperangan." Alka menjelaskan.
"Maka, mereka salah duga, aku salah langkah, beruntungnya kita, mereka salah duga. Mereka salah menyangka kalau energi Alka diserap habis, maka energinya ketika bertemu purnama di AKJ ini akan melemah, sehingga ketika menyerang mereka di dimensi ananta, maka AKJ palsu ciptaan Bagaskara takkan hancur, dia tak tahu kalau bukan energi Alka yang membuatnya menjadi kuat saat purnama di AKJ ini, tapi wujudnya yang tak teridentifikasilah yang membuatnya semakin kuat di sini saat purnama." Ayi mendapat jawaban atas kecurigaannya.
"Tapi Ayi, kalau memang dia ingin membuat Alka mati di AKJ ini karena tahu dia adalah senjata milikmu, apakah dia sengaja ingin AKJ hancur? apakah itu tujuan mereka?" Ganding mengambil kesimpulannya sendiri.
"Bukan itu tujuan utamanya, AKJ hancur, aku masih bisa bangun lagi, walau butuh waktu, tapi ... hubungan hancur, apakah bisa kita selamatkan lagi? Coba pikir, kalau malam itu Alka menyerang AKJ palsu di dimensi ananta dan tubuhnya serta AKJ hancur, apa yang kalian rasakan?" Ayi bertanya.
"Sedih dan ...."
"Ingin balas dendam padaku dan memburuku bukan?"
"Astaga Ayi, ini aku dengar langsung yang dikatakan Bagaskara, bahwa dia ingin melihatmu diburu." Alka ingat apa yang Bagaskara katakan saat mereka hendak melempar Alka kembali ke AKJ palsu.
"Itu dia, itu tujuan utamanya, mereka ingin orang-orangku, berbalik memburuku."
"Tapi Ayi, mereka tak paham satu hal, bahwa ... Aditia takkan pernah melakukan itu, dia akan tetap berada di sisimu walau aku tiada, karena bagi Kharisma Jagat, kau adalah prioritas." Alka menjawab masih di balik punggun Aditia."
"Alka benar ... maaf." Aditia meminta maaf pada Alka dan kawanan, karena dia takkan pernah memburu Ayi walau Alka tiada.
"Tapi kau akan terluka dan mungkin daripada memburuku, kau mungkin memilih, mati memburu Bagaskara dan menyiksa dirimu, apa kau pikir aku bisa bertahan jika melihat adikku melihat yang dicintainya mati di depan matanya? aku tahu apa rasanya terpisah dari orang yang paling kita cintai." Malik mendekati Ayi dan memeluknya, Ayi terlihat sedih.
"Aku sungguh tak menyangka bahwa ... setelah rasa sakit yang Alka torehkan atas kematian Pram, tapi ... hidupnya tetap prioritas bagi Ayi, aku yang paling ingin membantah hal itu, aku ingin Ayi menggunakanmu sebagai senjata dan menuntaskan musuhnya aku akan korbankan siapapun agar Ayi dan anakku selamat, andai aku bisa, karena kau tahu kan, Alka, aku membencimu melebihi Ayi membencimu, itu yang tak bisa aku pungkiri." Malik jujur.
Alka diam saja, dia tak bisa membela diri, Aditia memegang tangan Alka, menguatkannya, karena dua orang ini adalah dua orang baik yang harus saling membenci karena takdir.
"Maka sekarang, aku meminta kalian untuk sementara waktu, pergi dari AKJ, aku membawa kalian ke sini, untuk memastikan bahwa tak ada yang menguping, tenang saja, aku tak mengusir kalian, tapi aku memberi kalian tugas baru, sementara aku harus membangun ulang pertahanan AKJ, kalian pergilah ke tempat yang aku tugaskan, sampai anakku lahir, aku akan panggil kalian, sampai saat lemahku lewat, aku akan minta kalian kembali."
"Baik Ayi, terima kasih karena menyelamatkan Alka, terima kasih karena tetap percaya pada kami sebagai pasukan, terima kasih karena selalu memprioritaskan keselamatan kami, bagiku, kau adalah ratuku, itu takkan merubah apapun." Aditia menutup pertemuan hari ini.
Lalu apakah semua pertanyaan kalian sudah terjawab?
__ADS_1