Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 45 : Penyelamatan Alka 5


__ADS_3

“Jangan kau pikir aku masih tertipu dengan tubuh palsu kalian! Aku akan melawan kalian mati-matian kali ini!” Alka terlihat sangat marah dan dia akhirnya merubah tubuhnya dalam wujud jin, Ayi melihat itu langsung berlari ke arah Alka untuk memeluknya, Malik melihat itu terkejut dan menghalangi Ayi memeluk Alka, hingga … bulan penuh ketujuh muncul, Ayi tidak berhasil memeluknya, Malik lebih cepat dan menarik tubuh istrinya, dia menahan Ayi dengan memeluk dan menariknya, Hanif, Adi dan Aam, mendekat, sayang, tubuh Alka yang sudah sepenuhnya berubah memiliki energi yang sangat tinggi, siapa pun yang mendekat, terpental.


Jarni dan Ganding melihat ini bingung, bingung kenapa ada Alka di sini, kenapa dia menggila, kenapa tubuhnya babak belur, kenapa dia berteriak seperti kesetanan, mereka benar-benar tak paham dengan keadaan ini.


Malik menjauhkan posisi Ayi, “Aku akan menutup akses bulan purnama.” Malik lalu berlari, Aam, Hanif dan Adi juga ikut berlari, mereka mengelilingi tubuh Alka dan melakukan kuda-kuda, tak lama kemudian, mereka memusatkan energi pada tangan mereka dan melempat energi itu pada atap aula, seketika atap aula seperti ada tabir yang tak terlihat, membuat energi dari bulan purnama terhenti sesaat, tubuh Alka seketika penuh energi.


Alka melihat dengan lebih jelas lalu dia menatap semua orang, Malik, Aam, Adi dan Hanif masih terus menutup akses masuknya efek bulan purnama ke aula, memastikan bahwa cahaya bulan purnama tidak tembus di aula tersebut.


Alka tidak peduli dengan keadaan itu, dia berlari mengincar Ayi, dia berlari mendekati Ayi, tapi Jarni menghadang Alka, dia menarik kakaknya dengan memegang pinggangnya, Alka melihat Jarni sekilas dan menarik tangan Jarni sekuat tenaga, karena tak berhasil, Alka lalu memegang beberapa jari Jarni dan mematahkan jarinya, Jarni berteriak kesakitan dan pegangannya pada Alka lepas.


Ganding melihat itu langsung mengeluarkan trisulanya, Hartino mengejar dengan goloknya, mereka berdua terpaksa melempat senjata itu agar Alka berhenti mengejar Ayi, senjata itu mengenai kaki Alka, tapi bukannya kesakitan Alka hanya menarik trisula dan golok yang tertancap dikakinya lalu melempar dua senjata itu, bak kesetanan Alka terus berlari ke arah Ayi Mahogra, Ayi tidak berlari, dia memusatkan energi pada dirinya dan membuat pagar agar Alka tidak bisa menyentuhnya, tentu baginya mudah bertarung, tapi itu akan membahayakan diri dan bayinya, dia tak ingin menimbulkan polemik, sebelum benar-benar tahu apa yang terjadi.


Hartino dan Ganding tahu, walau kakaknya akan terluka dengan lemparan senjata mereka, tapi kakaknya kan setengah jin dan setengah manusia, maka dia akan cepat pulih, walau mereka tak paham, jangankan terluka, kesakitan saja tidak, kakaknya masih terus berlari, tapi begitu sampai, dia terpental sedikit, karena pagar yang Ayi ciptakan, Ayi berdiri dengan bersiap, takut kalau pagarnya jebol, karena purnama dan Alka adalah racun yang mematikan di AKJ.


Aditia kali ini yang mengejar Alka, dia melihat berusaha memegang tubuh Alka dan mencoba untuk menghentikan serangannya terhadap Ayi, tapi mata Alka sudah berbeda, matanya memerah dan sisik pada seluruh tubuhnay menghitam, Alka benar-benar menjadi sosok yang berbeda.

__ADS_1


“Saba Alkamah, aku tuanmu, aku minta kau mundur!” Aditia memerintah pada Saba Alkamah yang masih karuhunnya, Alka menatapnya dan berkata ….


“Kau pikir aku masih akan percaya pada lelucon ini? Kalian terus menipuku dengan kepalsuan brengsek ini? Aku akan menghabisi wanita iblis palsu ini dan pastikan keluar dari tempat biadab ini, kalau tidak, aku lebih baik mati!” Alka berteriak dan melempar Aditia dengan satu tangan saja, dia lalu menyerang pagar Ayi sementara Malik dan 3 orang kepercayaannya masih tidak bisa berbuat apapun, jika dia melepas penjagaannya agar sinar bulan purnama tak masuk, maka Alka akan semakin menggila, itu jauh lebih bahaya.


Malik terus melihat istrinya masih di dalam pagar penjagaannya, Jarni melihat Ayi dalam pagarnya, berlari ke arah Ayi dan menambal pagar Ayi agar tak tersentuh oleh Saba Alkamah. Jarni lalu menambalnya berkali-kali agar Ayi aman, Alka melihat itu kesal dan berlari mendekati Jarni, dia memegang leher Jarni dan mencekiknya.


“Jangan pakai tubuh adikku untuk menipu, mati kau kali ini!” Alka masih membabi buta, Jarni yang tercekik, masih terus menjaga pagar yang dia tambal untuk Ayi.


Ganding melihat itu langsung mendorong tubuh Alka, hingga cekikannya pada Jarni lepas, leher Jarni memerah karena cekikan itu, Ganding memeluk tubuh kakaknya, “Kak, ini kami, kau kenapa kak!” Ganding berteriak sambil memeluknya, Alka memegang tubuh Ganding dan mencekiknya, gantian, sekarang Ganding yang terkena cekikan Alka.


Hartino menarik tubuh Alka, Jarni ikut menariknya, Aditia juga, tapi tubuh itu terlalu kuat, dalam sedetik kemudian, mereka semua terpental, Alka melempar mereka termasuk Ganding yang dicekik.


Alka tak sadar apa yang terjadi, ingatannya terdistorsi oleh kondisi dan keadaan yang diulang-ulang di AKJ palsu, sehingga akhirnya kepercayaan dia pada apapun yang terlihat seperti rumah, bukanlah rumah lagi. Alka menjadi sangat yakin kalau ini masih sama seperti sebelum-sebelumnya saat dia hendak kabur dan dipermainkan berkali-kali oleh kawanan palsu dan Ayi palsu, maka saat melihat celak untuk melawan, dia tak sadar, yang dia lawan adalah ratunya sendiri.


Alka berteriak, karena terus terpental tak mampu menyentuh Ayi Mahogra, walau pagar Jarni telah hancur, tersisa pagar milik Ayi Mahogra, Ayi terus memastikan pagarnya tak terbuka, dia tak boleh tersentuh oleh Alka, maka dia terus memagari dirinya.

__ADS_1


Sadar kalau dia tak mungkin menembus pagar Ayi, akhirnya Alka mengubah pola serangan, dia menyerang Malik dan 3 orang kepercayaan Ayi yang sedang menjaga agar sinar purnama tak masuk, dia menyerang Malik yang tak bisa melawan, Malik terlepas dari penjagaan karena terus di serang Alka, walau Malik melawan, tapi tidak dengan tangannya, dia menjauhkan Alka dengan kakinya, tapi Alka tidak menyerah, dengan energi yang besar, dia terus menyerang Malik, Hanif, Adi dan Aam, dia menyerang mereka hingga akhirnya terlepaslah apa yang mereka jaga.


Ayi melihat itu tidak bisa tinggal diam, dia membuka pagarnya dan berlari, dia menyerang balik Alka dengan Karembi Hejo dan kujang di tangan, Alka terkejut karena kujang milik Ayi menancap di kakinnya, itu terasa sangat sakit, berbeda dengan senjata yang Ganding dan Hartino lempar, milik Ayi lebih tinggi ilmunya, makanya Alka kesakitan.


Dia melihat kakinya terluka lalu melihat ke arah Ayi Mahogra, semua orang terlihat terkapar, mereka sudah tak bisa melawan, kekuatan Alka sangatlah amat besar, purnama yang menyinari Alka seperti memberi energi yang sangat tinggi pada Alka, Ayi melihat itu terus saja menyerang Alka, dia tidak membiarkan Alka lolos, tapi karena perut besar, mengejar Alka bukan perkara mudah, maka di satu sisi saat Ayi hendak sejenak mengembalikan napas yang dia gunakan untuk mengejar Alka, hingga terasa sesak, tapi karena itu, Alka langsung menyerang Ayi Mahogra dengan membabi buta, Ayi menangkis serangan, tapi tentu saja, ada salah satu serangan terkena dan akhirnya membuat Ayi terjatuh, serangan itu terkena di kakinya, makanya Ayi langsung tersungkur, beruntung Ayi langsung bisa menahan badan dengan tanganya agar perutnya aman.


“Alka, serap energi bulan purnamanya!” Semua orang menoleh pada seorang wanita yang sangat mereka kenal, berpakaian yang sama juga dengan Ayi dan … bukan hanya pakaian yang sama, tapi juga wajah dan suaranya!


“Serap energi purnama untuk menghabisi mereka semua, mereka palsu Alka, untung kau sadar, aku ke sini untuk menjemputmu, maafkan aku karena memisahkanmu dengan kawanan, sekarang serap energi purnamanya!” Ayi Mahogra lain yang baru saja datang dari pintu aula berteriak.


Alka mendengar itu mundur, dia jadi tak yakin, siapa yang sebenarnya palsu dan asli? Alka melihat pada Ayi yang baru saja dia kejar dan Ayi yang baru saja datang.


Alka terdiam dan terus memperhatikan, kenapa Ayi Mahogranya ada dua, kalau yang satu palsu, berarti yang lain asli! Alka menutup mulutnya, dia tak tahu sekarang, yang mana palsu dan asli, dia kehilangan kemampuan untuk menilai seseorang. Tak seperti sebelumnya yang yakin dengan brutal menyerang mereka semua tapi sekarang berbeda, Alka saat ini malah menjadi sangat panik dan bingung, takut kalau dia salah memilih.


“Alka, dengarkan Ayi, serap energi bulan purnama melalui sinarnya, kau akan bisa menghancurkan mereka, cepat lakukan!” Ayi Mahogra yang baru saja datang berteriak seolah memberi dukungan pada yang lain.

__ADS_1


“Diam kalian! Diam!” Alka mundur dan menangis, dia tak paham, apakah ini AKJ palsu atau asli, lalu orang di dalamnya palsu atau asli, lalu siapa wanita yang memanggilnya itu? Ayi palsu atau asli, Alka tak paham, bagaimana dia bisa terjebak dalam kondisi seperti ini.


Alka terdiam dia bingung harus apa, menurut kalian, apa yang perlu Alka lakukan di saat seperti ini?


__ADS_2