
Kawanan terkubur dalam tenda itu, karena sudah rubuh tendanya, mau tak mau kawanan akhirnya mencari jalan keluar dari kain besar yang menutup tubuh mereka.
Dan begitu semua orang sudah keluar, betapa terkejut mereka melihat pemandangan di luar, sungguh tak disangka-sangka!
Hanya ada satu orang di sana, seorang lelaki tua yang tidak terlalu tua, maksudnya, sulit mendefinisikan dia seorang yang sudah sangat tua, tapi memang tua, kukira aku mengizinkan kalian untuk memberi visualisasi pada lelaki tua ini sebebas yang kalian inginkan.
Kemana suara gemuruh tadi, kemana suara kuntilanak yang terus bergema dan terus tertawa tak henti seolah menertawakan kawanan yang ada di dalam tenda, kemana makhluk-makhluk yang tadi mmebuat tenda rubuh? Kenapa hanya ada seorang kakek yang melayang.
“Kalian tidak menjerit melihatku, tidak ketakutan tapi terlihat bingung, maka kalian bukan orang biasa, aku mengenali karembo itu, apakah kalian pasukannya Ayi Mahogra?” Lelaki tua itu berkata dengan tenang dan suara yang khas seorang lelaki tua, dia melihat selendang yang ada di pinggang semua orang itu, kecuali pada Datona tentau saja, karena dia belum pada kemampuan yang layak. Padahal Karembo Hejo itu dililit dipinggang tapi secara ghaib, oleh mata awal tak terlihat, mengingat lelaki ini melayang, pastilah dia bukan manusia.
“Benar kami pasukan Kharisma Jagat. Kau siapa?” Aditia maju selangkah, memberitahu posisinya sebagai pemimpin tim.
“Perkenalkan, Aku adalah Kharisma Jagat yang memutuskan bertapa disini berpuluh tahun lalu, namaku Partagah. Aku menikah dengan gunung ini, lembah merah ini adalah halaman rumahku, kalian bersama tawananku yang sudah kutawan selama berpuluh tahun ini.”
Aditia dan kawanan melihat pada lelaki itu, lelaki itu hanya terdiam tak bergerak, rupanya lelaki itu sedang mencari jalan untuk keluar lagi.
Dulu sekali, ketika untuk pertama kalinya Ayi Mahogra datang ke gunung ini untuk masuk ke tanah pejuang, perkampungan milik Ayi Nusia, Ayi Tirung yang berjuang dengan seluruh tenaga untuk bangsa dan juga para Kharisma Jagat, dia bertemu pria ini yang meminta bantuan untuk dibebaskan, tubuh yang telah lama berada di jurang walau selama puluhan tahun berada di sana, masih tetap utuh hanya membusuk saja, akhirnya bisa dikuburkan dengan layak, walau ruhnya belum bisa kembali pada Tuhan karena perjanjian sesatnya.
“Aki Partagah, kami memang pasukan Ayi dan ke sini untuk membantu para penduduk di atas puncak dari pengepungan musuh, kami tidak bermaksud buruk dengan membawa lelaki ini, kami adalah pasukan yang dulunya bertugas untuk menjemput ruh yang tak bisa kembali kepada Tuhan karena banyak hal, maka ketika melihat lelaki yang tidak ingat jatidirinya, kami jadi ingin membantu, hanya kebiasaan saja, Ki, mohon maaf kalau kami mengganggu ketenangan Aki.” Aditia berkata dengan lebih lembut, karena dia tahu, kalau Partagah pastilah lelaki yang sangat tinggi ilmunya, mengingat dia sudah puluhan tahun di gunung ini, tapi dia belum terlihat setua itu, seharusnya dia pasti sudah berumur 70 atau 80 tahun, tapi wajahnya sungguh tak menampakkan umur seperti itu.
“Aku tahu mereka datang untuk menyerang, aku sudah berusaha menahan mereka dan menyesatkan mereka terus berputar pada Lembah merah ini, tapi mereka bukan pasukan biasa, mereka itu seperti kalian, pasukan terlatih yang ahli, maka mereka menemukan cara untuk melepaskan diri.
__ADS_1
Maka sekarang aku akan membiarkan kalian menempuh jalan lebih cepat dari Lembah merah ini, karena mereka sudah kutahan selama beberapa waktu, jadi kalian pasti akan lebih cepat dengan jalan yang aku tunjukkan.
Mengenai ruh Sujana, ruh lelaki yang berbohong pada kalian ini, dia hanya ingin bebas aku tahu dan waktu dia tertahan di dunia ini memang sudah lama, aku pikir dia sudah cukup berada di dunia ini dengan tubuh ruh penasarannya itu, aku akan biarkan kalian mencarikan jalan untuknya keluar, karena aku sudah melapaskannya tapi dia tak pernah bisa menemukan jalan pulang. Urus dulu urusan kalian, setelahnya, kembalilah ke sini dan jemput Sujana untuk kembali, karena urusanku dengannya sudah kuselesaikan, aku ingin tenang dalam petapaanku di gunung ini.”
“Baiklah Aki, kami akan segera menyusul para musuh untuk menghadang mereka. Sujana, pergilah bersama Aki Partagah dulu, kami akan bantu kau keluar dari gunung ini, tapi nanti setelah kami selesaikan urusan kami, tapi jangan berbohong lagi ya, karena kau akan kesulitan kami jemput dan kembalikan jika saja masih berbohong, seharusnya dari awala kau jujur bilang siapa dirimu.” Aditia berkata dengan bijak.
“Aku hanya ingin keluar dari gunung ini, aku sudah lelah kesakitan dengan ruh begini, aku tersiksa.” Sujana menangis mengingat betapa beratnya puluhan tahun yang dia lalui.”
“Bersabarlah, kami janji, setelah ini, kami akan menjemputmu.” Aditia dan kawanan akhirnya pamit dan mengambil jalan ke arah lembah merah yang ditunjukkan Partagah, karena itu adalah jalan yang lebih cepat untuk menghadang musuh. Beruntung bagi kawanan, karena mereka memiliki informasi dari Partagah, dia masih mengabdi pada kekuasaan Ayi dan membantu semampunya menyesatkan para musuh, Bagus Heulang masih terus mengudara, kalau dia belum turun, artinya musuh masih belum menemukan jalan sampai puncak, walau sudah pun, tak mudah masuk ke sana.
Perjalanan kawanan dimulai kembali, padahal mereka lelah dan baru saja hendak istirahat, tapi mendapatkan informasi bahwa musuh telah dekat dengan puncak, maka kawanan tidak boleh berleha-leha begitu.
“Sudah kuduga ada yang tak beres dengan lelaki itu.” Datona berkata saat mereka sedang jalan.
“Ya aku tahu, tapi kan ….”
“Datona,” Alisha merangkul anak itu, “tidak boleh menghakimi siapapun, kita takt ahu perjalanan hidupnya, kalau kami menangani kasus, seburuk apapun masa lalu yang membuat dia tak bisa kembali pada Tuhan, tetap saja kami bantu, karena itu tugas kami. Kami tak ingin menghakimi, tapi selalu saja menggali untuk tahu masalahnya lalu memecahkan masalah itu agar dia menjadi bisa ringan saat dijemput.”
“Wah, aku sangat iri, kalian solid dan kompak, kalian tahu tidak, kalau kasus kalian itu menjadi kurikulum di kelas kami.”
“Hah? Yang mana?” Hartino bertanya.
__ADS_1
“Hmm, banyak aku lupa.”
“Kau ini!” Ganding memukul kepalanya dengan ringan, hanya karena kesal saja dengan kejenakaan Datona.
Mereka berjalan, malam mulai semakin larut menuju dini hari.
Sedang di sisi lain gunung, ada sekelompok manusia dengan pakaian yang seragam berwarna merah, pakaian mereka menandakan bahwa mereka dari suatu perguruan ilmu hitam, karena ada logo mata api, artinya adalah apa yang membentuk mereka, kemarahan dan iblis.
“Aku merasakan keberadaan energi lain di sini.” Seorang musuh bersama Asti dengan kemampuannya merasakan energi musuh dari jauh dan juga mengcopy energi musuh berkata dengan berdiri dan memegang dadanya, itu cara dia merasakan musuh.
Ada 15 orang yang sedang mendirikan tenda dan menyalakan api, tapi hanay 5 orang saja yang memiliki kemampuan tinggi.
“Apakah ini orang-orangnya wanita iblis itu?” Lelaki bernama Atami bertanya, kemampuannya adalah ilmu hitam yang mampu memanipulasi pikiran orang lain dengan menyesatkan pikirannya pada hal yang paling kelam, karena jin yang ada di tubuhnya adalah jin yang mampu menipu daya pikiran manusia.
“Ya, ini orang-orangnya wanita iblis itu, rupanya dia tahu kita sedang mengincar tanah pejuang itu.”
“Kita harus cepat bukan?” Lelaki yang memasangkan pagar pada tempat itu agar energi mereka tak terasa berkata, namanya Zarik. Dia yang paling menakutkan, karena ketika pagarnya dia buat bagi musuh, kekuatan musuh tiba-tiba bisa hilang di dalam pagarnya itu, karena ketika di dalam pagar, musuh berada di zona milik Zarik, zona yang membuat siapapun menjadi orang biasa.
“Toh mereka takkan mampu melawan kita, buktinya, sudah banyak penyusup yang masuk ke dalam AKJ, wanita iblis itu saja sempat diracun, bodoh sekali bukan wanita yang katanya ratunya kita itu, menjijikan sekali menjadikan iblis wanita itu ratu, mengetahui musuh ada di dalam rumahnya saja dia tak mampu.” Kali ini Timo berkata, dia yang paling sadis diantara semua orang karena kekuatan tubuhnya melebihi orang paling ahli, tersiar kabar, dia pernah menggeser gunung.
“Aku sudah memastikan bahwa hanya mereka saja yang hendak menyusul kita.” Ada suara yang terdengar, tapi tak terlihat wujudnya.
__ADS_1
Namanya Masti, dia adalah seorang wanita yang bisa membuat tubuhnya tak terlihat sama sekali, jin di dalam tubuhnya memanipulasi matamu ketika dia membiarkan Masti berada di belakang jin itu.
Asti, Atami, Zarik, Timo dan Masti, mereka anak-anak yang terlahir dari orang tua dengan jodoh adat, kekuatan berasal dari ayah dan ibu, maka kau akan mengerti betapa hebatnya ilmu mereka, para penerus jodoh adat yang dipersiapkan tetua untuk menghabisi … Pasukan Kharisma Jagat.