Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 43 : Penyelamatan Alka 3


__ADS_3

Ada banyak ilmuwan metafisika percaya bahwa, dunia manusia bukanlah dunia satu-satunya, ada sebuah dunia yang memiliki dimensi yang lebih tinggi dan luas dibanding dimensi manusia. Ada banyak keyakinan tentang dunia lain, ada yang bilang dunia lain masuk ke dalam dimensi ke-4 ada juga yang bilang masuk pada dimensi ke-5.


Lalu pertanyaannya, makhluk apakah kita sebagai manusia biasa? Ya, kita adalah makhluk 3 dimensi, di mana kita hidup di sebuah dimensi yang memungkinkan kita bergerak ke atas dan bawah, kanan dan kiri, serta depan dan belakang, di sanalah dunia yang kita huni saat ini, adakah yang ingin membantah? jika tidak, mari kita lanjutkan.


Lalu apakah itu dimensi lain yang orang bilan bisa jadi dimensi ke 4 atau ke 5 sesuai keyakinan? Apakah benar di sana makhluk ghaib tinggal? Maka dari banyak hal yang sudah aku observasi, aku lebih suka menyebutnya, dimensi tak hingga, atau dimensi ananta.


Kalau di dimensi ke 3, yaitu dunia kita, di mana semua gerakan adalah yang mampu kita lakukan sesuai nalar, maka seharusnya di dimensi ke 4, ada gerakan yang bisa dilakukan di luar nalar, salah satunya adalah … bergerak di antaranya.


Misal … tidak ke atas atau ke bawah, tidak juga ke kanan atau ke kiri apalagi ke depan atau belakan, tapi diantaranya, disebut gerakan melayang, maka konsep ini masuk ke sifat dimensi ke 4, yaitu gerakan yang tidak bisa dilakukan di dimensi ke 3 kecuali kau punya tumpangan … jin! Yang notabene bisa jadi adalah makhluk dari dimensi ke 4 atau ke 5 atau seterusnya karena hanya Tuhanlah yang tahu sebutan untuk dimensi mereka, tapi mari kita sepakat, di kisah ini, kita akan menyebutnya sebagai dunia ghaib. Dunia yang Tuhan ciptakan memang untuk mereka yang tak memiliki tubuh tiga dimensi, tapi memiliki tubuh lain yang disebut ruh, aku suka menyebutnya dimensi ananta, tak hingga, karena kau sebagai manusia biasa, harus punya kemampuan yang tak terhingga, untuk bisa menembus dunia itu.


Maka lahirlah suku tanah Pasundan yang bernama Kharisma Jagat, menumpang pelindung mereka yang disebut Karuhun untuk bisa berdiri di dua dunia.


Lalu apakah Tuan Bagaskara mendirikan AKJ bayangan pada dimensi ananta? Ya tentu saja, tapi dia menciptakan dunia ghaib sendiri yang ditumpangi di dunia ananta agar mendapatkan energi ghaibnya, sederhananya adalah, ketika kau berada di dunia ini, namanya adalah dunia manusia, lalu apakah kau tak punya rumah di dunia manusia ini sebagai batasan tempat tinggalmu? Ya, tentu saja kau membangun rumah untuk membatasimu dari dunia luar dan agar aman, mengingat setiap manusia punya watak yang berbeda, hingga akhirnya kau harus membangun rumah untuk melindungi dirimu.


Sama dengan konsep di atas, Bagaskara mampu menciptakan portal menuju dunia ananta, yang sebenarnya hanya Ayi Mahogra dan Aditia yang bisa membuka dan menutup portal tanpa bantuan karuhunnya karena memang mereka dari kelas Kharisma Jagat yang berbeda, sedang yang lain, tentu saja tidak bisa, tapi Bagaskara? Dia bukan hanya mampu membuat portalnya, dia juga mampu membuat orang-orang yang masuk bersamanya ke dunia anata, bisa hidup dengan aman dan baik-baik saja. Karena hakikatnya, manusia yang diciptakan untuk tinggal di dunia 3 dimensi, takkan mampu menyebrang tanpa kemampuan tertentu, yaitu kemampuan yang menyamai seluruh penduduk dunia ananta atau dunia ghaib.


Tapi Bagaskara berbeda, dia bahkan bisa menyamarkan kematiannya, meninggalkan tubuh lama sejenak, setelah pemakaman selesai, ruhnya kembali ke dalam tubuh itu dan hidup abadi. Dia memang menjadi cobaan bagi umat manusia.


Setelah menciptakan portal yang mampu membuat siapapun masuk ke dalamnya, Bagaskara membuat dunia lain yang bisa disebut dunia ghaib buatan, di sana dia mengambil energi dunia ananta untuk dijadikan pijakan, sama seperti rumah pada dunia manusia, dunia ghaib buatan adalah rumah bagi Bagaskara, dia bisa tinggal di sana tanpa terpapar energi dimensi ananta yang pasti lebih besar dari energi dimensi ke 3, yaitu dunia manusia.


Maka hal ini mungkin bisa membantu kalian menemukan kemungkinannya, yaitu ketika para astronot ingin pergi ke bulan atau mars, mereka perlu roket untuk sampai, roket tersebut jalan di koordinat yang sudah ditentukan, hingga ketika dilontarkan, walaupun jalannya memutar dan berliku, pada akhirnya mereka akan sampai ke bulan dengan aman jika berhasil, karena punya roket sebagai media untuk hidup dan koordinat sebagai alamat dan tekhnologi sebagai portal. Begitu sampai bulan, dia akan mengguankan roket sebagai tempat penunjang kehidupan, yaitu tempat tinggal sementara agar bisa hidup di sana.


Maka seeprti itulah Bagaskara sampai, dia punya alamatnya, titik koordinat yang tentu saja dia dapatkan dari iblis yang dia sembah, lalu dia punya tekhnologi dan kemampuannya sebagai roketnya, lagi-lagi, itu dia dapatkan dari loyalitas terhadap iblis dan setelahnya, setelah sampai di dunia ananta, dia membangun roket yang bisa dijadikan tempat tinggal sebagai tempat penunjang hidup bagi para pengikutnya dan yang mengesankan adalah, dia membangun roket itu, dengan mencuri energi AKJ, tentu kalian tahu, energi itu berasal dari para petinggi Kharisma Jagat yang memimpin sekarang, yaitu, dinasti Ayi Mahogra.


Maka ketika ada AKJ yang dibuat dengan mencuri energi di dimensi ananta, tempat itu akan memiliki kemampuan lebih tinggi dibanding yang dibangun di dimensi ke 3, yaitu dunia manusia biasa. Dia bisa bebas melihat ke dalam AKJ, karena konon katanya, dimensi yang lebih tinggi mampu melihat dimensi yang lebih kecil darinya, maka pada prinsipnya, Bagaskara bisa dengan bebas melihat alam manusia dari alam buatannya di dunia ananta, tempat mengintipnya berada di dunia yang tidak bisa selalu dilacak Ayi secara otomatis, karena Ayi berwujud manusia berdimensi ke 3. Tapi ini akan menjadi berbeda, ketika Ayi lepas raga, dia akan menjadi makhluk dua dunia, makanya Ayi disebut, mampu berdiri di dua dunia.


Lalu di manakah AKJ berada? Jika kalian menjawab di dunia ghaib.

__ADS_1


Salah!


AKJ berada di dunia manusia, hanya saja dipagari Ayi Mahogra, kenapa Ayi tak membuat AKJ di dunia ghaib, agar sulit dilacak musuh? Karena Ayi tak mampu.


Bahkan para Kharisma Jagat tidak mampu hidup di dunia ananta, karena itu memang bukan dimensi manusia, kau perlu kemampuan lebih tinggi dan jenis tubuh yang berbeda untuk berada di sana, seperti Ayi yang bisa lepas raga dan adik angkatnya, Aditia Kamajaya, ingat dulu ketika kecil Aditia Kamajaya bahkan memiliki portalnya sendiri, yaitu, tubuhnya.


“Kita sudah berada di titik yang sesuai, Tuan.” Anak buah Bagaskara sudah memberitahu tuannya, mereka sudah berada tepat di dalam hutan AKJ, tapi berada di dunia ananta, tidak bisa terlihat dengan AKJ yang mereka ciptakan, atau dunia ghaib buatan dengan menumpang dunia ananta agar tak terlihat dan leluasa mengintip.


“Habisi semua penjaganya, tunggu sampai bulan purnama muncul, kita lempar wanita ini dan kita akan lihat peperangan terjadi. Aku tak sabar melihat wanita iblis itu menjadi buruan.” Bagaskara memerintahkan.


Lalu puluhan orang mulai keluar dari AKJ palsu dan masuk ke dunia manusia, saat itu kaki mereka tepat memijak ke hutan AKJ, para pengawal gerbang langsung dibantai membabi buta.


Sedang malam itu, Ayi sedang berada di luar, dia melihat Malik kembali, sudah beberapa hari ini dia terus mencari Alka, tapi tak juga ketemu. Semua orang sudah berkumpul di AKJ, Malik, Hanif dan Adi  yang mencari Alka harus beristirahat dulu karena tak kunjung menemukan mereka, tentu saja, mereka bersembunyi di dunia ananta.


“Ada apa? Apakah bulan purnama masih membuatmu takut?” Malik bertanya pada istri yang sedang menatap langit dengan wajah gusar, mereka ada di sebuah taman di tempat itu, tempat yang hanya jika kau diizinkan untuk masuk.


Aku merasa yang kita perjuangkan, hanya hal kecil dari apa yang seharusnya akan kita hadapi kelak.”


“Kau ini sedang hamil sayang, hamil seorang wanita Kharisma Jagat Agung, dia membuatmu menjadi lemah dan penuh kegusaran, kau hanya harus melewati fasenya dan bersiap untuk memimpin lagi.”


“Wahai panglima yang sangat kuat, percayalah, instingku sangatlah kuat, jangan sepelekan apa yang menjadi kekhawatiranku, lebih baik kita melakukan langkah yang sangat jauh, daripada kita terlena dan akhirnya hancur oleh ketidaksiapan.”


“Baiklah Ayi, sekarang apa yang sangat menjadi kekhawatiranmu? Kau tidak pernah menceritakan mimpimu, kau hanya terus saja ketakutan,” Malik bertanya.


“Akan kuceritakan jika waktunya sudah tiba, tapi jika waktu itu tiba, maukah kau berjanji untuk melakukan apapun yang aku katakan?”


“Tentu saja, adakah satu dari perintahmu yang tidak pernah aku lakukan?”

__ADS_1


“Malik, aku bicara bukan sebagai Ratu dari Kerajaan ini, tapi aku bicara sebagai seorang istri kepada suaminya, jika kelak sudah waktunya, aku akan pastikan kau menepati janji, apapun taruhannya?”


“Ya, aku berjanji, apapun taruhannya, aku akan lakukan untuk istriku, bukan sebagai Ratuku.”


Panglima dan Raden muncul tiba-tiba, tentu saja, Panglima yang ini berwujud Macan belang tiga, sedang Panglima sebelumnya adalah seorang manusia sekaligus suaminya, mereka sama kuat, hanya saja, kurang akur, sejak dulu.


“Ayi, bulan purnama ketujuh.” Panglima berkata dengan gahar, Ayi mengangguk.


“Diam, ada yang menguping!” Ayi berbisik.


Panglima menggunakan kemampuan mengendus jinnya dan berlari ke arah yang Ayi Mahogra katakan.


Betul saja, ada seorang pria yang berlari dari tempat itu dan menghilang di kegelapan malam.


“Tidak tertangkap lagi?” Ayi bertanya.


“Tidak, golongan tetua, tentu saja. Ilmu mereka masih tinggi.” Panglima menjawab.


“Bagaimana dengan para pengawal di depan gerbang?” Ayi bertanya.


“Meninggal.”


“Ini kali ketiga bukan?” Ayi hanya menghela napas dan bermaksud untuk kembali ke kamarnya, beristirahat, dia tak sadar, bahwa ini bukan hanya pembunuhan penjaga gerbang, tapi ini … kudeta.


___________________________________


Catatan Penulis :

__ADS_1


Apakah kalian merasa ada yan aneh dengan paragraf terakhir? Apakah kalian merasa pernah membacanya? Ya, kalau begitu kalian hebat, karena perbincangan pada paragraf-paragarf terakhir adalah, di mana part 1 PKJ publish. Maka kalian sedang membaca alur mundur.


__ADS_2