Pasukan Kharisma Jagat

Pasukan Kharisma Jagat
Bagian 39 : Pembersihan Gunung 15


__ADS_3

“Kau menipuku!” Atami berkata dengan kesal, “katanya kalian adalah orang-orang yang mulia, benarlah kata tuan, kalau kalian hanya sekelompok orang hina.”


“Salah satu cara menghadapi orang seperti kalian, yang bersikap yang sama. Memang siapa yang diam-diam memagari kami dengan pagar netral milik Zarik, lalu membuat teman kami masuk dalam halusinasi pikiran paling dalamnya? Siapa yang menyerang secara diam-diam dan apakah tindakan itu bisa dibilang mulia? Hanya pengecut yang melakukan hal semacam itu. Giliran dibalas, berkoar-koar merasa tak adil.


Lagian kami bukan sekelompok orang yang mulia, tapi kami pasukan milik Ayi Mahogra, jadi kalian jangan banyak bicara, berkumpulah di sini untuk bisa selamat.” Ganding kesal, bisa-bisanya anak-anak muda yang umurnya masih ingusan ini menghina kawanan yang sudah banyak jam terbanngya.


“Aku melihat mereka berpencar Kak, apakah kita perlu untuk menangkap mereka satu-persatu?” Datona bertanya.


“Ayi bilang batasnya malam ini, kalau mereka tak ketemu, Ayi pasrah.” Aditia menjawab.


“Kita harus menemukan mereka Dit, harus!” Hartino dan Datona bergegas, sementara Jarni menggiring  tangkapan mereka untuk naik ke atas, dia akan disandera di puncak gunung itu, dekat pintu masuk tanah para pejuang.


“Oh ayolah, bisa apa kau? bukan kharisma Jagat berani sekali menyentuhku.” Atami mengejek Jarni, mereka hanya bertiga, Jarni, Atami dan Alisha yang di dalam tenda, dia masih dipaksa beristirahat, Aditia menggendamnya, dia ditidurkan, karena cukup lemah dan terguncang, pertemuannya dengan Rania sungguh membuatnya terguncang.


“Aku memang bukan Kharisma Jagat, tapi tahukah kau, kalau kami adalah orang-orang kepercayaan ratumu? Kami segelintir orang yang dipercayakan karembo hejo, sedang kau? malah mau membelot, orang-orang bodoh, anak muda yang dicuci otaknya, andai kalian tahu, bagaimana ratu kalian berkorban mempertaruhkan jiwanya, bahkan pernah meninggalkan kekasinya selama 2 tahun penuh untuk berjuang menghapus dunia kelam jodoh adat. Jika saja tak dia hapuskan, maka akan banyak orang-orang muda yang jadi korban! Kalian saja yang mau dibodohi oleh para tetua, jadi tak heran jadi dungu begini.”


“Diam kau!” Atami marah, dia bahkan berusaha melepas ikatan dan menumbukkan tubuhnya pada tanah untuk menggapai Jarni, Jarni mundur dan memasang kuda-kuda, dia membuat lingkaran dengan tangannya dan melempar energi yang dia buat, pagar perlindungan.


“Kawanmu siapapun yang berusaha menggapaimu akan celaka, ingatkan mereka jika ingin mereka selamat, tapi kalau kau mau coba ilmuku, biarkan kawanmu datang dan menyelamatkanmu, maka habislah dia.” Jarni lalu berjalan kembali ke bawah, ikut pencarian, mereka harus mencari dengan bantuan Jarni, karena terpisah, tak semua orang dilindungi oleh pagar netral Zarik yang membuat mereka tak terdeteksi karena energi mereka menjadi netral.


“Gimana? sudah ada yang ketemu?” Jarni bertanya pada Ganding, karena yang lain terpencar, hanya Ganding yang mencari di sekitar tempat terakhir mereka menangkap Atami.


“Belum, tapi kata Aditia, selain 4 orang yang memimpin, biarkan yang lain lepas, mereka hanya pasukan rendah, mereka berhak untuk bebas, jadi Aditia mengerucutkan pencarian, apakah kau siap melempar pegar-pagarmu?” Ganding bertanya.


“Ya, aku siap.”

__ADS_1


“Bagaimana dnegan Atami?”


“Sudah kupagari, takkan ada yang bisa menyentuhnya, mereka anak-anak muda yang sangat bersemangat. Sayang sekali bukannya bertemu Ayi atau bapak seperti kita, jadinya diarahkan ke hal yang salah.” Jarni jadi lebih banyak bicara, padahal dia tak terlalu suka bicara.


“Anak muda sesat, Ayi saja yang terlalu lembut, aku benar-benar kesal mereka berani sekali memboikot.” Ganding kesal.


Jarni kembali memasang kuda-kuda membentuk lingkaran pada tangannya dan melempar pagar pada segala arah agar bisa menangkap pagar milik Zarik, Jarni terus melempar pagarnya ke segala arah semenara Aditia dan Hartino berpencar.


Di tempat yang tak seberapa jauh ada yang bersembuyi, Asti dan Masti, si jagoan memeriksa energi itu mengira kalau dia bisa menghindari siapapun dengan deteksi energi, sedang Masti si jago menghilang juga cukup takut, dia tadi melihat bagaimana Aditia sangat mengerikan, wajahnya bengis mencekik Asti.


“Tadi aku benar-benar melihatmu dicekik ketua mereka, Kharisma Jagat Agung, dia mencekikmu!”


“Dia mencoba untuk menipu Atami, dia pasti tahu siapa kelemahan Atami.”


“Kau tahu kalau Atami suka padamu?” Masti bertanya, dia perempuan yang cukup sensitid untuk masalah perasaan, walau dia jagonya menghilang, tapi bukan berarti perasaannya juga hilang, dia tahu dengan jelas bagaimana Atami sangat menyukai Asti sejak mereka kecil.


“Diam, aku merasakan energi yang sangat besar!” Asti meminta Masti diam, mereka berdua lalu pegangan tangan, takut kalau Aditia melihat mereka.


“Duh, kenapa harus perempuan sih yang ketemu!” Aditia kesal karena dia menemukan dua perempuan muda ini.


“Masti pergilah.” Asti meminta Masti pergi, sementara dia akan mencoba untuk melawan Aditia, padahal dia tak jago bela diri, dia hanya bisa mendeteksi energi tak bisa bertarung.


“Tidak, kau yang kabur, aku akan mengelabuinya.” Masti mencoba menghilang dan akan menghajarnya, Asti melihat Masti menghilang segera berlari, tapi sayang Aditia keburu memukul tengkuknya saat dia hendak berlari dan membelakangi Aditia, Asti pingsan, lalu Masti yang menghilangkan tubuhnya, dia berusaha menyerang Aditia tapi sayang, ketika dia akan memukul dada Aditia, Aditia secara tiba-tiba mencekik leher Masti, seolah dia tahu kalau Masti itu ada dan terlihat.


Masti yang tercekik dan hampir kehabisan nafas memukul-mukul tangan Aditia agar dilepaskan, “Kau pikir menghilang bisa membuat energimu hilang juga? justru ketika kau menumpang pada karuhunmu, pada saat itulah energi terkuatmu. Bodoh, apakah kalian tak dilatih untuk hal sesepele itu?” Aditia melepas cekikannya lalu memukul tengkuk Masti dan dia ambruk juga seperti Asti.

__ADS_1


Aditia lalu membawa Asti dan juga Masti di bahu kanan dan kiri, mereka berat, tapi Aditia cukup kuat untuk membawa sandera yang pingsan.


Dalam hati Aditia bergumam, jika saja kekasih jiwanya ada di sini, pasti lebih mudah, karena dia membawa dua wanita ingusan ini sampai puncak dalam hitngan detik, tidak perlu repot menggendong seperti ini.


Tapi ketika Aditia hendak berjalan ke puncak, dia melihat seorang lelaki tiba-tiba muncul di hadapannya, Timo si lelaki yang paling kekar dan bertubuh super kuat, dia yang isunya bisa menggeser gunung, Aditia telah mendapatkan informasi dari Datona.


“Kau tahu, aku itu sebenarnya lelah, ingin menghabisimu, tapi kalian ini sekelompok anak muda yang sangat suka bermain ternyata.” Aditia melempar tubuh dua orang wanita yang ada di bahunya dengan kasar, Timo berlari untuk menangkap dua tubuh itu, saat Timo berhasil menangkap dua tubuh itu sekaligus, Aditia langsung memegang kepalanya dan menggendam Timo dengan energi yang cukup besar, jiwa Timo tertidur, hanya jiwa keilahian yang ada, yang membuat Timo menjadi raga yang memiliki tuh untuk hidup saja, tanpa akal pikiran yang datangnya dari sukma, karena sedang ditidurkan oleh gendam Aditia.


“Nah, lumayan kan, punya bala bantuan untuk bawa dua perempuan ini.” Aditia lalu menyuruh Timo untuk berjalan, sementara Asti dan Masti sudah di bahu Timo, maka bala bantuan gratis Aditia dapatkan dengan sedikit kecerdasan.


Aditia menuju puncak, rupanya Ganding dan juga Jarni sudah di sana juga, Zarik tertangkap oleh Jarni.


“Kau menggendam lelaki kekar ini?” Ganding bertanya.


“Iyalah, malas aku bertarung dengan anak muda kayak begini, terlalu besar egonya, nanti dikalahkan langsung frustasi.” Aditia tertawa mengatakannya, membuat Atami geram dan berusaha lepas dari ikatan, tapi tak bisa.


“Kami juga menangkap Zarik dengan mudah, salah satu pagar ghaib Jarni mengenai pagar netral milik Zarik, pagarnya hancur, lalu Jarni mengurung Zarik di pagarnya dan membuat dia tak bisa berkutit, dia masih punya kekuatan, tapi tak bisa berbuat apa-apa di dalam pagar yang Jarni lemparkan.” Ganding tertawa juga menjelaskannya.


“Kalau begitu, bagaimana dengan Rangda, apakah ketemu?” Aditia bertanya, karena dia tak melihat Hartino.


“Mereka menaruh Rangda pada salah satu botol yang dibaa oleh pasukan mereka, aku tak tahu siapa, Hartino masuh mencarinya.


“Kita harus segera turun dari sini, karena kalau sampai kita tak turun, maka apa yang Ayi khawatirkan akan terjadi.” Aditia mengingatkan.


“Ya kau benar Dit, tapi bagaimana dengan Hartino?” Ganding bertanya.

__ADS_1


“Kalian turun, bawa mereka, aku akan menjaga Alisha di sini, kalau sampai Hartino kembali dengan Rangda kita baru turun.” Jarni memberikan solusi.


“Baiklah, aku, Ganding dan Datona akan membawa mereka semua, biar aku gendam dulu ketua kelas ini, dia terlihat paling bersemangat tapi bodoh.” Aditia mendekati Atami dan menggendamnya, jiwanya tertidur dan akhirnya mengikuti semua perintah Aditia, maka Timo membawa dua gadis itu akibat tergendam dan Atami juga mengikuti mereka turun, meninggalkan Jarni dan Alisha untuk menunggu Hartino, tapi pertanyaannya, apa yang mereka takuti yang sudah diperingatkan Ayi Mahogra, mereka harus bergegas hingga akhirnya berpisah di sana, apakah sebegitu daruratnya hingga harus segera turun? Menurut kalian, apa yang akan terjadi?


__ADS_2