
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Nadira......!" seru bunda yang langsung masuk.
"Apa yang terjadi nak? Kenapa bisa sampai seperti ini?" bunda menghujani aku dengan pertanyaan.
"Aku baik-baik aja kok bunda,ini hanya luka kecil aja."
"Luka kecil bagaimana,lihat lah tangan kamu itu."
"Tenang saja bu,ini tidak akan lama kok.Paling sekitar 2-3 harian udah membaik,yang penting Nadira rajin minum obatnya." jelas dokter Hendra.
"Begitu yah,tapi tetap saja dok.Saya khawatir banget,"
"Iya saya paham bu,"
Bunda pun mengantar dokter Hendar dan suster yang ikut bersamanya untuk pulang.Dan sekarang tinggal aku dan bi Ningsih yang berada di kamar ku.
"Haduh aku tuh,kadang suka malas kalau ada bunda di sini.Bunda tuh terlalu over banget sama aku," ucap ku.
"Hush jangan bicara seperti itu non,itu kan bentuk perhatian ibu sama non."
"Non harusnya bersyukur,mempunyai bunda yang sangat perhatian dan mengkhawatirkan non.Coba lihat bibi,"
"Bibi sudah tidak punya siapa-siapa lagi sekarang," lanjut bibi.
"Benar juga ya bi,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya saat aku tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah,bunda tiba-tiba saja masuk ke kamar dan langsung meraih tas ku.
"Nadira,"
"Hari ini aja kamu nggak usah masuk sekolah dulu.Tunggu sampai luka kamu gak mendingan nak," ucap bunda.
"Tapi bunda,"
"Udah biar nanti bunda yang langsung bicara sama wali kelas kamu.Pastinya beliau akan memberikan ijin sama kamu,kan beliau juga pasti tahu kondisi kamu saat ini seperti apa.". ucap bunda.
Aku pun pasrah dengan apa yang di katakan bunda barusan dan langsung menyimpan kembali tas laptop yang sudah aku bawa tadi ke atas meja belajar ku.
"Nah gitu dong,sekali-kali nurut sama apa kata bunda."
Setelah berhasil membujuk aku,bunda pun langsung keluar dari kamar ku dengan wajah yang tampak puas.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Bi bunda mana? Kok nggak ada di rumah."
"Lah kan ibu pergi ke sekolah non,"
"Katanya tadi ibu mau minta ijin,karena hari ini non tidak bisa masuk sekolah." lanjut bibi.
"Ya ampun bunda,ada-ada aja deh."
"Padahal bisa aja kan,minta nomor telpon nya sama aku."
"Lah,emang non nya ngasih sama ibu?"
"Enggak,"
"Hem......." bibi langsung berlalu meninggalkan aku.
__ADS_1
Karena tidak mendapati bunda,aku pun langsung kembali ke kamar.
Rasanya gabut sekali,padahal ini belum juga seharian aku di rumah.Aku pun memutuskan untuk membaca buku pelajaran untuk mengusir rasa jenuh ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Halo,Dir......"
"Iya kenapa Rio?"
"Itu tadi aku lihat bunda kamu,kayaknya habis dari kantor guru deh."
"Ah itu,iya emang bunda mau menemui wali kelas kita.Katanya bunda mau minta ijin,karena hari ini aku tidak masuk sekolah."
"Ah pantesan,"
"Emangnya kamu lihat bunda di mana?"
"Tadi pas aku habis mengikuti pelajaran fisika di laboratorium,aku tidak sengaja melihatnya baru saja keluar dari kantor guru."
"Tadinya aku mau menghampiri bunda kamu,hanya saja keburu di panggil pak Galih."
"Ah begitu,"
"Tidak apa-apa lagian,"
"Ya udah ya,sekarang aku mau masuk lagi ke kelas.Bentar lagi jam pelajaran ke dua di mulai.Dah....."
"Dah......"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Nadira....." panggil bunda.
"Bunda sudah bicara sama wali kelas kamu,beliau memberi kamu ijin 2 hari....."
"2 hari? Ya ampun bunda,itu kelamaan banget.Ini saja aku sudah merasa badmood seharian hanya di kamar saja." timpal ku.
"Nggak apa-apa nak,itung-itung buat kamu istirahat dan menenangkan pikiran kamu." ucap bunda.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya,aku di panggil sama bibi lewat telpon.Aku pun langsung menghampiri bibi keluar.
"Kenapa bi?"
"Ini kata satpam yang jaga di depan,katanya ada teman-teman non di bawah."
"Lah,"
"Sepertinya itu emang teman-teman aku deh bi,ya udah bilang aja suruh langsung naik ke sini."
"Baik non,"
Bi Ningsih pun,langsung menelpon kembali sama satpamnya.
"Iya pak,suruh langsung naik saja ke sini.Mereka semua memang temannya non Nadira."
''Maksih pak...."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya teman-teman ku pun sampai.Bibi pun langsung membukakan pintu untuk mereka.
__ADS_1
Ternyata yang datang itu ada Rio,Nadin,Surya sama Eran juga.Aku tidak mengira kalau Eran akan ikut serta dengan merek bertiga ke rumah ku.
"Dira...!" seru Nadin langsung memeluk ku.
"Eh awas itu kena tangan nya," Surya langsung menarik Nadin.
"Eh iya maaf,habisnya aku udah kangen banget sama kamu.Padahal baru setengah hari kita nggak bertemu,"
"Lebay banget sih,teman aku yang satu ini." balas ku.
"Ya udah yuk,"
Aku pun langsung mengajak mereka menuju ke ruangan tengah,tidak lupa bibi pun langsung menyiapkan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka dan menatanya di atas meja.
"Silahkan," ucap bibi.
"Makasih bi," ucap Rio.
Mungkin karena mendengar kegaduhan kami,bunda pun keluar dari kamarnya dan langsung melihat ke arah kami.Karena memang,kamar bunda letaknya tepat di dekat ruang tamu.
"Eh ada siapa ini?" ucap bunda langsung duduk di samping ku.
"Sebentar,ini kalau tidak salah Rio...."
"Yang ini Suraya,yang ini Nahda...."
"Nadin tante," ucap Nadin mengoreksi ucapan bunda.
"Ah iya Nadin,"
"Nah,kalau yang ini bunda baru lihat nih."
"Saya pangeran," ucap Eran langsung mengulurkan tangannya.
"Kenalkan,nama ibu Kadek Ayu Putri.Panggil saja ibu Ayu." ucap bunda membalas uluran tangan Eran.
"Dia baru saja pindah tante," ucap Rio.
"Oh gitu,pantes bunda baru lihat.Soalnya kalau sama kalian bertiga bunda sudah hapal.''
Eran pun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan bunda barusan.
"Ya udah,kalau begitu bunda masuk dulu yah.Silahkan di nikmati,jangan sungkan." ucap bunda sambil tersenyum.
"Iya bunda....." ucap Rio dan Nadin bersamaan.
Sepeninggal bunda,aku dan teman ku mengobrolkan banyak hal tentang kejadian hari ini di sekolah.
"Eh iya hampir saja aku lupa," ucap Surya.
"Kenapa?" tanya ku.
"Itu motor kamu sudah aku simpan di parkiran."
"Oh gitu,makasih ya."
"Aku udah buat kamu repot,untung saja hari ini kamu balikin nya ke sini.Sebelum bunda ku sadar kalau motor ku sudah beberapa hari ini tidak terparkir di bawah." balas ku.
"Terus kalian ke sini naik motor juga,apa gimana?" lanjut ku.
"Nggak,kita ke sini naik mobilnya Nadin.Tadi kita sengaja pulang dulu ke rumahnya Nadin untuk ngambil mobil dia.Untungnya rumah Eran juga ternyata tidak begitu jauh dari rumahnya Nadin." jelas Rio.
"Iya yah,aku juga baru tahu loh..." timpal Nadin.
__ADS_1