PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 28


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Iya......."


"Kok,aku merasa ini beda dari strawberry yang biasa aku makan."


"Iya lah,maka nya setiap kali aku pergi ke sini pasti aku minta di beliin strawberry ini sama ibu.Soalnya enak gitu,tapi kalau buat smoothies sih enakan strawberry yang biasa." jelas Nadin.


"Oh gitu,aku baru tahu soalnya."


Setelah menunggu sekitar 20 menitan,akhirnya pesanan kami pun datang.Aku sempat terkejut dengan makanan yang di pesankan oleh Nadin ini,karena ini pertama kalinya untuk aku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Dah......"


"Sampai ketemu besok di sekolah,makasih ya.Karena kamu udah mau nemenin aku malam ini." ucap Nadin.


"Iya sama-sama,ya udah aku pulang duluan yah."


Kami pun berpisah,aku langsung turun ke lantai bawah Sedangkan Nadin dia naik ke lantai 4.


Setibanya di depan lobi,ternyata mang Diman sudah datang.Aku pun langsung masuk ke dalam mobil.


Sebenarnya bisa saja aku pulang dengan berjalan kaki,hanya saja karena ini udah malam.Bibi pasti akan memarahi aku kalau pulang sendiri dengan berjalan kaki.


Setibanya di apartemen,ternyata bibi habis membereskan cemilan milik ku yang di simpan di dalam kamar.


Tidak lupa beliau pun mengambil beberapa cemilan yang sudah lama menghuni tempat cemilannya.


"Bi,itu kan masih bisa di makan.Expayet nya masih lama," ucap ku.


"Non,ini sudah lama ada di alam loker nya.Biar nanti mang Diman saja yang menghabiskannya,tadi kan non juga sudah beli beberapa cemilan yang baru." jelas bibi.


"Um,ya sudah deh." balas ku pasrah.


Aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk mandi.Karena tadi siang,aku tidak sempat untuk mandi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Paginya,aku menerima pesan dari bunda.Ternyta pas aku buka pesan nya itu,adalah link pemesanan tiket.Bunda sudah lebih dulu memesankan tiket untuk aku nanti.Begitu pun untuk bibi dan mang Diman.


Setelah membaca pesan nya,aku langsung bangun dan bersiap untuk mandi.


Namun,sebelum itu aku mengecek dulu buku yang hari ini harus aku bawa dan melihat beberapa tugas yang sudah aku kerjakan,takutnya ada yang terlewat.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Non,ayo makan......!" seru bibi dari luar.


"Iya bi,sebentar aku lagi beresin ini dulu." balas ku.


Saat aku tengah mengambil dompet dari dalam tas yang aku gunakan semalam,aku baru sadar ternyata ada coklat pemberian dari ibunya Eran semalam.Aku pun langsung memasukannya ke dalam kulkas kecil yang ada di kamar ku.


Tidak lupa aku juga mengecek sisa uang yang ada di dalam dompet.Takutnya nanti aku kekurangan saat istirahat siang nanti.


Setelah selesai dengan urusan ku dan memasukan laptop ke dalam tas.Aku pun langsung keluar untuk sarapan.

__ADS_1


"Pagi bi,"


"Pagi juga non....."


"Wah sepertinya enak," ucap ku setelah melihat satu mangkuk sereal yang sudah di siapkan bibi.


"Ini susunya,"


"Makasih bi,"


Pagi ini,aku sarapan dengan sereal dan satu potong roti panggang saja.


"Non,hari ini mau bekal nggak?" tanya bibi.


"Tidak bi,tapi tolong bungkus beberapa buah-buahan untuk aku bawa."


"Baik non,"


Sambil sarapan,aku juga melihat vidio tentang sekolah kuliah ke luar negri dan melihat beberapa rekomendasi sekolahnya.


"Ini non,bibi sengaja memasukan lebih."


"Iya bi,nanti aku bisa berbagi dengan teman-teman ku juga."


"Makasih ya bi.Kalau begitu,aku berangkat dulu."


Aku pun langsung keluar dan turun ke parkiran untuk mengambil motor.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di parkiran,aku melihat Rio tengah duduk sendirian dan tengah sibuk dengan HP nya.


"Rio......!" seru ku.


"Eh Dir,kamu sudah datang ternyata."


"Kamu lagi ngapain sih,sampai-sampai aku datang saja tidak sadar."


"Ah ini,aku lagi main game.Lagi seru-serunya soalnya." balas nya.


"Ya ampun, aku kira kamu sedang apa."


"Oh iya,yang lain mana?"


"Udah duluan masuk,aku memilih untuk tetap di sini karena kalau sudah di kelas berisik dan banyak yang ganggu." jelasnya.


"Itu kamu bawa bekal lagi?"


"Nggak,ini aku hanya bawa buah-buahan saja."


"Kamu mau?"


"Nggak nanti aja,kalau istirahat.Soalnya pagi


tadi aku hanya makan roti saja sama susu.Kalau makan sama nasi,aku baru berani.Aku takut sakit perut soalnya,"


"Ya udah,"

__ADS_1


"Eh iya,nanti kita makan siang di belakang sekolah yuk?" ajaknya.


"Gimana Nadin aja,ya aku sih hayu aja."


"Kok tumben,kamu ngajakin makan siang di sana?" lanjut ku.


" Ya sekalian aku mau nyobain juga,pernah sih waktu itu aku makan di sana.Cuma udah lama aku nggak ke sana lagi." jelasnya.


"Ya hayu aja,"


Aku pun langsung duduk di atas motor yang berada di samping motornya Rio.


"Oh iya,aku udah dapat tiketnya loh.Tadi pagi bunda sudah mengirimkannya sama aku."


Rio pun langsung menyudahi permainannya setelah mendengar perkataan ku dan langsung melihat ke arah ku.


"Aku juga udah,semalam aku sama Surya sudah pesan tiketnya."


"Oh gitu,bagus lah."


"Coba aku lihat milik kamu," ucapnya.


Aku pun langsung menunjukannya sama Rio,isi pesan yang di kirimkan bunda tadi pagi.


"Yah,sayang banget kita tidak dalam satu pesawat.Ini kamu mah,pesawatnya beda sama aku dan Surya." ucapnya.


"Oh gitu,"


"Aku mah,naik pesawat Cit*****g."


"Biasalah,namanya juga kantong pelajar." lanjutnya.


"Ya aku juga ini,di beliin sama bunda.Aku sendiri nggak tahu kalau akan di pesankan tiket oleh bunda."


"Tadinya,aku emang mau pesan tiket di maskapai itu juga." jelas ku.


"Sayang banget yah,padahal seru loh kalau kita bisa berangkat dalam satu pesawat yang sama." ucapnya.


Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Rio barusan.


Saat kami tengah asik mengobrol,tidak sengaja kami melihat Eran datang dengan membonceng kak Nola.


Aku sempat kaget melihat Eran membonceng kak Nola.Tiba-tiba saja aku merasakan panas di dada ku dan merasa tidak senang melihat nya.


"Aku kenapa sih ini? Apa yang aku rasakan sekarang?" tanya ku dalam hati.


"Wah,hebat juga si Eran.Baru saja kemarin dia PDKT.Eh tahunya hari ini dia udah bisa main bonceng aja." ucap Rio sedikit berbisik.


"Ya ampun Rio,bilang aja kamu sirik." balas ku.


"Ih maaf yah,aku nggak kayak gitu orangnya."


"Lagian,aku juga udah punya gebetan baru." balasnya tidak terima.


"Siapa?" tanya ku.


"Adalah,nanti juga kamu bakalan tahu.Yang pastinya bukan siswa sini,dia sekolah di SMA Tugu Bunda."

__ADS_1


"Jauh juga kamu mainnya," timpal ku.


__ADS_2