PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 33


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku terus memperhatikan coklat yang ada di tangan ku sekarang,karena seingat ku coklat pemberian dari bunda nya Eran itu ada di lemari es di kamar ku


Sampai akhirnya aku tidak sadar kalau sudah sampai di depan kamar apartemen ku.


Bibi yang langsung membukakan pintu untuk ku,beliau terlihat heran melihat aku.


"Lah non,kok malah bengong sih?" ucapnya.


Aku pun langsung keluar dari dalam lift nya.


"Nggak,ini barusan aku menemukan coklat ini dari dalam saku jaket ku."


"Perasaan,waktu terakhir belanja sama bibi aku nggak beli coklat kan?"


"Iya,kan memang non juga jarang makan coklat." balas bibi.


"Terus ini dari siapa yah? Masa iya,ada yang sengaja memasukannya ke dalam sini."


"Ya bisa aja non,tanpa non sadari kan."


"Tapi siapa yah,aku kan barusan hanya pergi sama teman-teman ku aja."


"Ya nanti juga bakal ketahuan,siapa orang yang sudah menyimpan coklat ini.Mungkin seseorang yang menyukai non," balas bibi.


"Nggak ada bi,aku lagi tidak dekat dengan siapa-siapa."


"Itu kan perasaan non saja,tapi kan nggak ada yang tahu."


"Ya sudah,sebaiknya non masuk dulu.Ini waktunya buat non istirahat."


Aku pun langsung masuk,ternyata di dalam tengah ada temannya bibi.


"Malam non Dira," sapanya.


"Malam juga,"


"Ya udah bi,aku mau langsung masuk aja."


"Iya non,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah selesai ganti pakaian,aku pun langsung bersiap untuk tidur.Tapi,sayangnya bunda malah menelpon ku.


"Halo bunda,"


"Nadira,"


"Kata bibi,kamu habis pergi sama teman-teman kamu yah?"


"Iya bunda,aku habis menemani mereka untuk beli pakaian saja.Lagian dekat kok perginya,cuma ke mall yang di dekat apartemen kita aja."


"Oh....."


"Bunda kira kemana,"


"Kamu juga ikut belanja dong?"


"Tidak,kan baju pantai ku banyak di rumah yang di Bali."


"Aku tadi hanya beli kacamata aja,"


"Buat apa nak? Kan bunda udah beliin kamu di sini."


"Kan aku nggak tahu,kalau bunda udah beliin aku kaca matanya di sana.Kan bunda nggak cerita sama aku."


"Iya juga yah,"


"Ya sudah,takutnya kamu mau istirahat."


"Bye nak......."


"Iya bunda......"

__ADS_1


Setelah menutup telponnya,aku pun langsung menarik selimut ku dan bersiap untuk tidur.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan harinya di parkiran sekolah,saat aku baru saja datang.Tidak lama setelah itu,Eran pun tiba.


Aku tidak berani menyapanya lebih dulu,aku pun lebih memilih untuk mengalihkan pandangan ku saja.


"Kamu sendirian aja?" tanya nya.


"Eh,kamu sudah datang." balas ku basa-basi.


"Iya nih,sepertinya yang lainnya belum pada datang."


"Tumben,biasanya Rio yang paling duluan datang."


"Mungkin,dia bangun kesiangan." balas ku.


"Bisa jadi,"


Aku dan Eran pun sempat saling terdiam satu sama lain.


Sampai akhirnya Surya dan Nadin pun datang berboncengan.


"Itu dia mereka," tunjuk Eran.


Nadin pun langsung berlari menghampiri aku,sambil tersenyum.


"Hai......" ucapnya.


"Kalian udah lama di sini?" tanya nya.


"Nggak juga,baru aja sampai beberapa waktu yang lalu." balas ku.


"Ya udah yuk,kita ke kantin dulu.Kau mau beli roti sama susu hangat." ajaknya.


"Nggak nunggu Rio dulu,"


"Lah,kan dia udah datang duluan bukannya." timpal Surya.


"Ah emang,tadi dia itu berangkat bareng ayahnya.Paling sekarang dia udah duduk manis di kantin." jelas Surya.


"Ya ampun," ucap ku pelan.


Kami pun langsung berjalan beriringan menuju ke kantin.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Ternyata benar saja,Rio tengah menikmati satu gelas susu coklat di hadapannya.


"Itu dia," tunjuk Surya.


Rio sepertinya tidak menyadari kedatangan kami berempat dan malah sibuk dengam HP miliknya.


"Wey....." ucap Surya sambil menepuk pundak Rio.


"Ya ampun Sur,hobi banget kamu ngagetin orang."


"Lagian kamu sih,malah sibuk terus lihatin HP."


"Kenapa,kamu lagi chatingan yah sama sepupu ku?" lanjut Surya.


"Ish kamu ini,bukan loh."


"Kau lagi main game,ini lagi seru-serunya tau." ucapnya sambil menunjukannya.


Kami pun langsung duduk dan memesan makanan di warung bibi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Oh iya,semalam sepulang dari mengantarkan kamu.Kita nggak langsung pulang ke rumah.Tapi kita malah mampir ke lapangan yang ada di dekat taman kota,buat lihat konser musik." jelas Rio.


"Konser musik? Emangnya ada?" tanya Nadin.


"Ada lah,makanya kita mampir dulu." timpal Surya.

__ADS_1


"Kok aku nggak tahu sih,"


"Kita juga baru tahu,pas kita lewat lampu merah banyak anak-anak sekolah ini yang pada pergi ke sana.Mereka.pun mengajak kami untuk bergabung dengan mereka." jelasnya.


"Iya tapi,cuma sebentar keburu Rio kebelet mau berak." timpal Surya.


"Ish kamu ini,malah buat aku malu aja."


"Hahahaha.......'' kami pun tertawa mendengar ucapan Surya barusan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di kelas,kami langsung di sambut oleh Eko.


"Kenapa?" tanya Rio.


"Ini,tadi ada kakak kelas yang menitipkan ini buat Pangeran." ucapnya sambil memberikan satu kotak makanan.


Eran pun langsung mengambilnya,dia juga sepertinya kaget mendapatkan bingkisan pagi ini.


"Dari siapa?" tanya nya.


"Nggak tahu,aku belum sempat menanyakan namanya.Dia udah pergi duluan,"


"Oh......"


"Makasih ya,"


"Sama-sama...."


Eran pun langsung memberikan kotak makan nya pada Surya.


"Lah,kok malah kamu kasihin ke aku?" tanya Surya heran.


"Makan aja,aku masih kenyang.Lagi pula aku tidak tahu,itu dari siapa."


"Lumayan," ucap Surya senang.


Eran pun langsung berjalan menuju kursinya dan langsung meraih HP yang ia simpan di dalam saku jaketnya.


"Kayaknya ini pemberian dari kak Nola,kalau bukan dia siapa lagi." ucap Rio sedikit berbisik.


"Sok tahu banget kamu,kan yang suka sama Eran bukan dia aja sekarang." timpal Nadin sambil menepuk pipi Rio.


"Iya juga sih,"


"Coba buka,pasti ada tulisan di dalamnya." perintah Rio.


Surya pun langsung membuka kotak bekalnya di atas meja milik Nadin.


"Nggak ada woy,"


"Ya udah lah,mungkin penggemar rahasianya Eran.Sebaiknya kita makan aja nanti,sebentar lagi bel masuk berbunyi soalnya." ucap Eran.


"Oke,"


Surya dan Rio pun langsung duduk di kursi merek masing-masing.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hari ini,kebetulan jam pelajaran pertamanya itu adalah pelajaran olahraga.Aku dan Nadin pun langsung ke toilet untuk mengganti pakaian.


"Din,"


"Apa?"


"Kamu semalam pas beli cemilan itu di mall,kamu beli coklat nggak?" tanya ku.


"Coklat? Maksudnya coklat apa sih?" tanya nya balik.


"Ya coklat,"


"Enggak,emangnya kenapa?" tanyanya.


Aku pun malah kebingungan untuk menjawab pertanyaan Nadin ini.

__ADS_1


"Ya ampun Dira,kamu kenapa malah menanyakan hal itu sama Nadin sih?" bisik ku dalam hati.


__ADS_2