PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 32


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tidak lama kemudian,filmnya pun di putar.Sejujurnya aku pun gugup dan takut untuk menonton film horor.


Aku pun lebih memilih untuk tidak terlalu memperhatikannya dan fokus pada HP ku sambil mendengarkan musik.


Untungnya aku memakai hoodie dan tidak ada yang tahu kalau aku sedang mendengarkan musik.Meskipun begitu,aku masih bisa mendengar sedikit suara yang di timbulkan oleh filmnya.


Berbeda dengan Nadin,yang sedari tadi menutup wajahnya dengan jaket milik Rio.Sedangkan Rio dan Surya mereka malah asik melihat Nadin yang ketakutan.


Eran sendiri,dia beda dari yang lain.Sedari tadi dia hanya diam saja dan melihat filmnya dengan wajah yang datar tidak menunjukan ekspresi apa-apa.


Aku pun meraih popcorn yang sedari tadi di pegang oleh Nadin.


"Nadin,ini popcorn nya kamu nggak mau?"tanya ku.


Baru,dia pun mengulurkan tangannya dan meminta popcorn nya pada ku.


"Ini lah ambil,nanti kotor lagi kena jaketnya Rio."


"Ish kamu ini,"


Dia pun langsung menyingkirkan jaketnya dan meraih popcorn nya dari pangkuanku.Saat Nadin hendak memakan popcorn nya,tiba-tiba saja hantu yang ada di filmnya keluar dan sontak saja buat Nadin teriak dan langsung melemparkan popcorn nya ke arah Rio dan Surya.


Karena ulahnya itu,tempat duduk kami pun jadi pusat perhatian oleh pengunjung lainnya.


Rio pun dengan sigap langsung menutup Nadin dengan jaketnya.


"Nadin,apa-apaan sih kamu." ucap Rio sedikit berbisik.


"Habisnya,hantunya keluar nggak bilang-bilang.Aku kan takut,"


"Ya sudah,kalau kamu takut sebaiknya kita keluar lebih dulu aja yuk." ajak ku.


Ini sebenarnya jadi kesempatan untuk aku menghindari filmnya itu.


"Setuju,setidaknya kita sudah menontonnya meskipun hanya sebentar."


Nadin pun langsung menyingkirkan jaketnya dan setelah itu langsung beranjak dari duduknya.


"Ayok....."


Kami pun langsung keluar dari studionya tanpa menghiraukan Rio dan yang lainnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ikh,aku kesal banget sama Rio.Awas aja nanti bakalan aku balas dia." ucapnya kesal.


"Ya udah sih,yang terpenting sekarang kita sudah bisa keluar dari studionya.Bagaimana kalau kita beli sesuatu yang buat mood kamu balik lagi."


"Setuju,"


"Aku mau makan es krim coklat,yang banyak." lanjutnya.

__ADS_1


Kami pun langsung menuju ke area tempat jualan makanan.Di sana Nadin tidak hanya membeli es krim melainkan membeli beberapa makanan pendamping lainnya.Aku sampai kesusahan membantu dia untuk membawa makanan yang sudah dia beli.


"Nadin,kamu yakin bisa menghabiskan semua ini." ucap ku.


"Yakin lah,kan aku belum makan dari tadi.Ya udah yuk,kurasa ini sudah cukup.Kita cari tempat untuk menikmati semua ini." ajaknya.


Kami pun duduk di dekat air mancur sambil menikmati cemilan yang dia beli tadi.Saking banyaknya,meja yang kami tempati pun hampir penuh di buatnya.


"Makan lah,biarkan saja mereka di dalam sana kelaparan." ucapnya kesal.


"Haduh,tetep aja masih ngambek."


"Habisnya,dia usil banget sih.Pantas saja,aku sudah curiga sebelum kita masuk tuh."


"Eh ternyata benar aja,"


"Kayak nggak tahu aja,Rio seperti apa orangnya.Dia kan emang suka usil sama kita,"


"Awas aja,nanti aku bakalan balas dendam sama dia.Pasti," ucapnya.


"Hush jangan gitu,nggak baik tahu."


"Habisnya,dia rese."


"Sudahlah,sebaiknya kamu cepat habiskan semua makanan ini.Nanti di mintanya lagi sama Rio,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Wih,enak banget yah kalian.Malah lagi pada makan di sini," ucapnya.


"Bagi dong," sambung Surya langsung mengambil sosis bakar milik Nadin.


"Ya enak lah,daripada di dalam aku harus lihat film horor.Ya mending di sini lah," balas Nadin.


Eran pun langsung duduk di samping ku,tidak lupa aku pun memberikan minuman yang sudah aku belikan untuk mereka bertiga.


"Iya deh,maaf.Lain kali,aku nggak bakalan ulangi hal seperti ini lagi.Tadi aku hanya becanda aja sama kamu,aku nggak tahu kalau kamu bakalan ngambek." jelas Rio.


"Hem......"


Nadin pun memilih diam dan tidak menggubris perkataan Rio.Dia malah melanjutkan makan sambil sesekali melihat ke arah Rio.


"Udah,kamu duduk aja." pinta ku.


Dengan ragu Rio pun duduk di samping Surya,dia pun meraih cup minuman yang aku berikan tadi.


"Makasih ya," ucapnya.


"Sama-sama."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


Sekitar jam setengah 10,kami pun baru selesai makan.Setelah itu barulah kami bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Aku minta tolong anterin yah,"


"Iya,lagian apartemen kamu kan kelewatan ini." balas Rio.


Saat kami baru turun di lantai satu,tidak sengaja kami bertemu dengan kak Noval dan abang nya Nadin.


"Abang......!" seru Nadin langsung berlari menuju ke arah abangnya berada.


Kami pun menghampiri mereka untuk hanya sekedar menyapanya.


"Eh,aku sepertinya mau pulang sama abang aku aja." ucap Nadin.


"Oh ya sudah,kalau gitu kami duluan yah." balas Surya.


"Dah Nadin,sampai ketemu besok." ucap ku.


"Dah......." balasnya sambil melambaikan tangannya.


Aku dan Surya pun langsung menuju ke lobi,untuk menunggu Rio dan Eran mengambil mobilnya lebih dulu.


"Aku sempat takut tadi,kirain Nadin bakalan ngadu sama abangnya."


"Enggak lah,lagian Nadin kan biasanya marah nya sebentar doang."


"Ya tetap aja,aku merasa tidak enak sama dia.Emang kami sudah kelewatan sih,ngerjain dia kali ini." jelasnya.


"Udah sih,nggak apa-apa.Lain kali,jangan di ulangi lagi."


"Oke,"


Setelah menunggu sekitar 5 menitan,baru lah Rio dan Etan pun datang.Aku dan Surya langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Wih,tadi aku sudah deg-degan tahu.Kau kira Nadin bakalan ngadu sama kakaknya." ucap Rio.


"Haduh,apaan sih."


"Dia kan kalau marah cuma sebentar aja.Makanya lain kali kalau mau ngerjain teman tuh di pikir dulu." balas ku.


"Tapi aku nggak ikutan yah,tadi aku cuma sekedar bantu pesen makanannya aja." timpal Eran.


"Awalnya,aku kira saat kalian pesan tiketnya itu Nadin lagi ulang tahun.Makanya kalian kayak niat banget buat ngerjain dia." lanjut Eran.


"Ya mudah-mudahan aja,besok dia sudah tidak marah lagi sama aku." ucap Rio pelan.


Tidak lama setelah itu,aku pun sampai di lobi apartemen ku.


"Dah,sampai ketemu besok yah." ucap ku.


Aku pun langsung turun dan berpamitan sama mereka bertiga.Setelah mereka pergi,barulah aku masuk dan naik ke lantai dimana kamar apartemen ku berada.


Saat aku memasukan tangan ku ke dalam saku jaket,aku merasa ada sesuatu yang aku pegang.Aku pun langsung mengeluarkannya dari dalam saku jaket ku.


"Lah,ini coklat nya siapa? Perasaan aku nggak beli coklat deh." ucap ku heran.

__ADS_1


__ADS_2