
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku langsung memalingkan wajah ku,karena takut Eran menyadarinya.
"Makasih ya,karena udah izinkan aku buat gabung sama kamu dan yang lainnya liburan kali ini." ucapnya.
"Ya tidak apa-apa,lagian kan kita teman." balas ku sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian Rio dan Nadin pun datang menghampiri kami berdua.
"Kalian kok,udah duluan di sini aja.Tadi aku sama Rio nyari kalian tau,"
"Untungnya ada tukang parkir yang kasih tau kita,kalau kalian pergi ke arah sini." jelas Nadin.
"Ya dari pada nunggu di depan toilet,mending nunggu di sini bukan." balas ku.
"Hem....."
"Kamu ini," timpal Rio.
"Eh antar aku beli minum yuk,haus nih." ajak Nadin.
"Ya udah yuk,sekalian aku juga mau."
Aku dan Nadin pun langsung meninggalkan Rio dan Eran berdua di tepi pantai.Sedangkan aku dan Nadin pergi mencari warung terdekat untuk membeli minuman dan beberapa cemilan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sekarang tinggal lah,Eran dan Rio berdua saja di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang cukup sejuk hari ini.
"Eh iya,mumpung mereka lagi pergi....." ucap Rio.
"Emangnya kenapa?" tanya Eran heran.
"Enggak ada sih,hanya saja ada yang ingin aku katakan sama kamu."
__ADS_1
"Tentang?" tanya Eran kembali.
Rio pun sempat terdiam dan tampak ragu untuk mengatakannya sama Eran.
"Apa Rio,kok kamu malah diam aja sih? Katakan saja," ucap Eran kembali.
"Kamu suka yah sama Nadira?"
Sontak saja,pertanyaan yang di ajukan oleh Rio barusan cukup buat Eran terkejut dan tidak menyangka bakalan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Rio.
"Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?"
"Jawab saja," balas Rio singkat.
''Mana mungkin aku menyukai cewek kutu buku itu,lihat aja penampilan dia yang seperti itu.Harusnya kamu tau selera ku seperti apa,'' ucap Eran.
''Yakin kamu nggak menyukai Dira,meskipun dia terkenal kutu buku tapi dia cantik loh."
"Jangan gengsi dengan perasaan kamu yang sebenarnya,hanya karena reputasi kamu di sekolah ini seperti apa.Nanti kalau Dira lebih dulu di ambil orang,emang nya kamu mau?'' lanjut Rio
"Ya biasa aja kali,kamu sampai segitunya." ucap Rio.
Tiba-tiba saja Eran tertawa sambil memainkan pasir dan melemparkannya ke arah Rio.
"Ish kamu ini," gerutu Rio.
"Apa kamu percaya dengan apa yang aku katakan barusan?" ucapnya.
"Ya kalau aku sih percaya-percaya aja,secara emang selama ini sulit banget buat cewek deketin kamu."
"Tadi aku hanya becanda aja,jawaban yang benar itu aku memang suka sama Nadira." ucap Eran sambil melihat ke arah Rio.
"Serius?"
"Emang aku terlihat sedang becanda sekarang?" tanya Eran balik.
__ADS_1
"Sudah ku duga......"
"Makanya aku berani bertanya seperti itu sama kamu barusan." lanjut Rio.
"Aku juga tidak tahu,entah sejak kapan aku mulai menyukainya.Aku merasa nyaman aja saat ada di dekat dia,"
"Meski pun memang saat awal aku masuk sekolah ada banyak omongan yang sampai ke telinga ku ini.Tapi,di mata aku Nadira itu cewek yang istimewa dan spesial." lanjut Eran.
"Sejak pertama kali aku melihatnya,aku sudah tertarik sama dia."
"Dia selalu buat aku penasaran dan selalu ingin tahu tentang dia.Mungkin di mata anak-anak yang lain dia aneh,tapi di mata ku dia tidak aneh sama sekali."
Rio lamgsung tersenyum mendengar ucapan Etan barusan dan langsung menepuk pundak Etan dengan pelan.
"Aku tidak menyangka,kamu menaruh hati sama dia."
"Sejak kapan,kamu menyadari kalau aku menyukai Nadira?" tanya Eran.
"Sejak kamu sering pergi ke perpustakaan untuk melihatnya.Aku tahu itu saat aku tidak sengaja melihat kamu dan Dira tengah tidur bersama di perpustakaan."
"Semakin ke sini,aku melihat kamu semakin menunjukan ketertarikan kamu sama dia.Perhatian kamu,cara bicara kamu sama dia,cara kamu memperlakukan dia seperti apa.Makanya aku yakin,kalau selama ini cewek yang kamu sukai itu adalah Nadira." lanjut Rio.
Eran langsung tersenyum malu dengan apa yang di katakan Rio barusan.
"Tidak perlu malu seperti itu,lagi pula baik aku Nadin dan Surya pun sudah menduganya sejak lama.Hanya saja,baru kali ini aku berani untuk mengatakannya sama kamu." ucap Rio.
"Tapi aku takut,Nadira menolak ku.Aku tidak yakin,dia memiliki perasaan yang sama terhadap ku." balas Eran.
"Kata siapa? Emang kamu sudah menanyakannya sama dia?" tanya Rio.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Tanya apa?"
Aku langsung penasaran dengan apa yang di obrolkan Eran dan Rio sejak tadi.Sampai-sampai mereka berdua tidak mendengar panggilan aku dan Nadin dari tadi.
__ADS_1