PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 26


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah kami berhasil menyelesaikan tugasnya,kami pun langsung kembali ke kelas dan mengumpulkan tugasnya pada Septi.


Sehabis itu,baru lah kita bersiap untuk pulang.Namun,hari ini kebetulan giliran aku dan Rio yang bertugas untuk piket.


"Biar aku saja yang menyapu nya,kamu cukup bantu aku untuk menaikan kursinya ke atas meja.'" pinta ku.


''Baikalah,aku mengerti."


Rio pun langsung memulai pekerjaannya begitu pun dengan aku.Sedangkan kedua teman ku yang lain mereka bertugas untuk buang sampah dan membersihkan papan tulis dan menatap rak buku yang ada di kelas.


"Dir," ucap Rio.


"Apa?"


"Kata Nadin,tadi kalian istirahat di belakang sekolah.Menurut kamu,enakan di kantin atau di belakang sekolah?"


''Kalau boleh jujur sih,aku lebih suka suasana di belakang sekolah.Soalnya di sana tidak begitu ramai dan adem juga."


"Kenapa? Kamu sendiri apa pernah istirahat di belakang sekolah?"


"Pernah sih,tapi menurut aku lebih enakan di kantin.Makanan nya lebih banyak dan banyak pilihan juga."


"Ya emang,kan aku bilang suasana nya yang enak." balas ku.


"Tapi sepertinya aku cukup ketagihan buat balik lagi ke sana besok," lanjut ku.


"Oh gitu,ya silahkan aja.Aku sih lebih milih di kantin saja."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah piketnya selesai,aku dan Rio langsung pulang dan tidak lupa kami menutup pintunya.


Hari ini,Nadin ada kelas tambahan di sanggarnya dan hanya Surya yang tengah menunggu kami berdua di tangga.


"Kami sendirian aja dari tadi?" tanya ku.


"Nggak juga,tadi Eran menemani aku."


"Terus dia kemana sekarang?" tanya Rio.


"Udah balik duluan,katanya dia udah ada janji."


"Wah,kedengarannya seru.Apa mungkin dia janjian pulang bareng kak Nola itu?"


"Ya mana aku tahu lah,mana mau aku bertanya sama dia tadi."


"Ya tanyalah Sur,gimana sih kamu." timpal Rio.


"Maaf yah,aku bukan kamu.Yang kepo sama urusan pribadi orang." balas Surya.


"Aduh,kalian apaan sih.Udah yuk,dari pada kalian berdebat,mendingan kita pulang saja.Aku soalnya mau pergi untuk belanja mingguan sama bibi."


"Ya udah yuk."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...

__ADS_1


Setibanya di apartemen,ternyata bibi sudah lebih dulu pergi ke mall nya lebih dulu.Kata mang Diman,tadi beliau pergi bersama kawannya yang tinggal di lantai 12.


Setelah berganti pakaian dan makan roti yang sudah di siapkan oleh bibi.Aku langsung menuju parkiran karena mang Diman sudah menunggu aku.


"Ayuk mang......"


"Baik non,"


Mang Diman pun langsung melajukan mobilnya,sebenarnya aku bisa saja jalan kali menuju ke mallnya.Namun berhubung kali ini kami akan berbelanja,aku meminta mang Diman untuk ikut bersama aku dan bibi.


Namanya perempuan,yang tadinya bermaksud mau belanja mingguan tau-taunya malah segala di ambil.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Mang,nanti aku telpon yah kalau sudah selesai."


"Baik non,"


Aku pun langsung turun dan langsung menuju ke area pusat perbelanjaannya.Karena tadi bibi sempat mengirim aku pesan dan beliau mengatakan sudah ad di dalam supermarket nya.


Setelah berkeliling beberapa menit,akhirnya aku pun menemukan bibi,beliau tengah memilih telur ternyata.


"Bi,maaf yah lama."


"Tidak juga non,ini bibi juga baru mulai kok."


"Ya sudah,kalau gitu gimana kalau aku yang bertugas untuk mengambil keperluan di kamar mandi dan makanan ringan nya.Biar lebih cepat bi."


"Boleh non,bibi setuju."


Aku pun langsung mengambil lagi satu troli untuk aku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Halo tante," sapa ku.


"Eh Nadira,ya ampun tante kira siapa."


"Kamu sedang belanja juga yah?"


"Iya,kebetulan hari ini jadwalnya buat belanja mingguan."


"Sama dong,tante juga lagi belanja mingguan nih."


"Wah tante tidak menyangka akan bertemu sama kamu di sini." lanjut beliau.


"Iya tante,"


"Kamu sudah lama di sini?"


"Tidak baru saja aku sampai,kebetulan aku ke sini sama bibi juga.Hanya saja beliau kebagian untuk memilih bahan makanan dan yang lainnya." jelas ku.


"Oh kalian berbagi tugas gitu? Enak yah kalau ada yang nemenin mah."


"Tante juga,kebetulan hari ini belanja di temani sama Eran juga.Hanya saja baru saja dia ijin mau ke toilet,kebelet katanya." lanjut beliau.


"Oh gitu......"

__ADS_1


"Gimana kalai kita lanjutin belanja kita sambil ngobrol aja." ajak beliau.


"Boleh tante,"


Kami pun kebetulan berada di lorong yang sama dan memang kebanyakan barang yang aku beli dan tante Ajeng beli itu samaan.


"Oh iya,kata Eran liburan akhir semester ini kalian mau pada pergi ke Bali yah?"


"Iya rencananya,tapi nggak tahu juga.Waktu itu teman ku Nadin yang menyarankannya,Karena kebetulan memang libur kali ini,aku sudah janji sama bunda untuk mengunjungi beliau di sana."


"Oh gitu,"


"Pantas,tadi pas siang jam berapa yah tante lupa.Eran minta ijin sama tante untuk ikut bersama kalian."


"Awalnya tante tidak kasih dia ijin,tapi setelah tahu dia pergi sama Dira baru lah tante ijinin." lanjut beliau.


"Kok bisa gitu,"


"Ya tante nggak khawatir saja,kalau dia pergi sama kamu.Kan tante sudah kenal sama kamu." balas nya sambil tersenyum.


"Makanya hari ini,dia mau menemani tante buat belanja mingguan ke sini.Ya itu tadi,karena dia merengek minta pergi ke Bali."


lanjut beliau.


Aku pun tersenyum,mendengar penjelasan yang di katakan oleh tante Ajeng barusan.Ter nyata tadi pas kami sibuk kerjain tugas itu,sebenarnya Eran tengah meminta ijin sama ibunya untuk bisa pergi bersama aku dan teman-teman ku.


Padahal tadi teman-teman ku sudah salah paham sama dia.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Itu dia Eran,"


Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh tante Ajeng.Dan ternyata benar saja,Eran tengah berjalan ke arah kami berdua.


"Lama sekali nak,ibu sudah hampir selesai ini.Untung saja ada Nadira,jadinya ibu tidak terlalu kesepian tadi."


"Iya bu,tadi di toiletnya lumayan ngantri."


"Ya sudah,tolong bawain trolinya dan bawa ke kasir." ucap tante Ajeng.


''Iya bu,"


"Nadira,tante duluan yah,sampai ketemu lagi di lain waktu."


"Iya tante,"


Eran dan tante Ajeng pun lebih dulu selesai dan meninggalkan aku.Sedangkan aku masih harus berkeliling untuk mencari barang yang masih kurang.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah 15 menit aku berkeliling dan sudah mendapatkan apa yang aku mau,tiba-tiba saja Eran datang menghampiri aku.


"Loh,kamu kok balik lagi? Ada yang lupa yah?" tanya ku.


"Tidak," balasnya.


Dia pun langsung memberiku dua batang coklat dan langsung memegang tangan ku.

__ADS_1


"Ini hadiah untuk kamu." lanjutnya sambil tersenyum.


__ADS_2