
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Ih Rio,aku kira siapa."
"Kami buat aku kaget aja," lanjut ku.
"Habisnya kamu sih,kenapa harus jalan berjinjit kayak gitu sih?"
"Ah itu....."
"Tadi aku menyimpan makanan untuk Guna,soalnya aku perhatikan dari tadi dia tidur terus.Nanti dia nggak bakalan sempat untuk beli makanan ke kantin lagi." jelas ku.
"Hah?"
"Jadi si Guna belum bangun juga dari tadi? Ya ampun ini anak." ucap Rio.
Dia pun langsung berjalan menuju ke tempatnya Guna.
"Gunawan........" teriak Rio.
Sontak saja,Guna langsung terbangun dan melihat ke sekeliling kelas yang sudah kosong tidak ada siapa-siapa.
"Ya ampun,ini yang lain pada kemana?" ucap Guna.
"Ya kemana lagi,kalau bukan istirahat aneh."
"Lah......''
"Ada apaan sih?'' ucap Nadin yang baru saja masuk di ikuti Surya dari belakang.
"Eh Guna,kamu baru bangun dari tadi?" tanya Nadin.
"I-i-iya......"
Nadin dan Surya pun sama-sama menggelengkan kepalanya.
"Udah tuh makan,nanti kalau kamu ke kantin yang ada kamu telat masuk lagi." ucap Rio.
"Ini di kasih sama siapa?" tanya Guna heran sambil memegang roti pemberian ku.
"Ah itu,tadi aku beli lebih roti dari kantin.Sok aja buat kamu," ucap Rio.
Dia pun langsung berjalan ke arah ku,sambil menyunggingkan senyuman.
"Eh,sepertinya iya deh anak baru itu teman nya Kenzi sama Dila deh." ucap Nadin.
"Kamu bisa bicara seperti itu,tahu dari mana emang?" tanya ku.
"Tadi saat kita mau balik ke sini,tidak sengaja aku ketemu sama Dila di depan laboratorium.Tahu sendiri aku seperti apa,"
''Aku langsung tanyain lah sama dia," lanjut Nadin.
"Deh emang yah,si Nadin ini....." ucap Rio.
"Terus apa kata Dila?" tanya Rio kembali.
"Ternyata murid baru itu dulu nya emang sempat tinggal di sini.Hanya saja katanya pas SD kalau nggak salah dia pindah ke Jogjakarta gitu." jelas Nadin.
__ADS_1
"Ah pantas aja kalau gitu ceritanya mah,tidak heran kalau mereka bertiga kelihatan sangat dekat banget satu sama lain.Kayaknya emang dia masuk ke sekolah ini juga,karena ada Kenzi dan Dila di sekolah ini." ucap Surya.
"Kayaknya," ucap ku pelan.
Tidak lama kemudian,satu persatu siswa yang lainnya pun masuk bergantian.Kami pun langsung kembali ke posisi kami masing-masing.Karena memang sebentar lagi jam pelajaran ke tiga akan segera di mulai.
Dan yang terakhir masuk adalah Eran,dia terlihat santai meskipun di belakang sudah ada bu Olive tengah menatap ke arahnya.
Rio pun langsung berjalan ke arah Eran dan langsung menariknya menuju ke bangku miliknya.Mengingat memang bu Olive merupakan guru yang cukup kejam.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Jam pelajaran terakhir pun berakhir,hari ini kebetulan bagian Surya yang piket.Aku dan yang lainya pun menunggu di depan kelas.
"Eh kok kamu belum pulang sih?" tanya Eran yang paling belakangan keluar.
"Itu aku lagi nungguin teman aku,dia kebetulan lagi kebagian jadwal piket hari ini." jelas Rio.
"Oh maksud kamu,teman kamu yang pakai jaket itu?"
"Iya dia,"
"Lah kalau begitu,aku kebagian hari apa dong? Kalau emang ada jadwal piket tiap harinya." ucap Eran.
"Ya nanti juga kamu bakalan di kasih tahu sama sekertaris kelas kita.Kamu kan baru hari ini masuk,masa iya sih langsung di kasih tugas piket." ucap Rio.
"Oh iya juga yah,"
"Ya udah kalau gitu,aku duluan yah." ucap Eran.
"Ya udah,sampai ketemu besok."
"Kamu kelihatan dekat banget sama dia," ucap ku.
"Nggak juga,hanya saja mungkin karena aku dan dia ada banyak kesamaan aja.Jadinya aku merasa nyambung aja sama dia." jelas Rio.
"Ah......."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tidak lama kemudian sekitar 20 menit kemudian,Surya pun sudah menyelesaikan tugasnya hari ini.
Kami pun langsung menuju ke parkiran sekolah.Namun saat tiba di parkiran,aku menerima telpon dari bunda.
"Halo,Nadira....."
"Iya bunda....."
"Kamu bisa kan,jemput bunda ke bandara sekarang?"
"Hah? Mksud bunda,sekarang?"
"Iya sekarang,ini bunda sudah sampai di bandara.Sekarang bunda lagi di restoran untuk makan siang dulu."
"Iya bunda,"
"Kamu sekarang sudah pulang sekolah kan?, Dan pastinya di jemput sama mang Diman kan?"
__ADS_1
"Iya dong,aku pulang sama mang Diman."
"Ya takutnya aja kamu bandel,kayak waktu itu."
"Emangnya aku bakalan pulang sama siapa lagi,"
"Ya sudah,bilang sama mang Diman minta langsung jemput bunda saja ke sini langsung.Tidak perlu antar kamu ke apartemen dulu."
"Baik bunda....."
Bunda pun langsung menutup telponnya dan aku pun dengan perasaan yang agak kesal,langsung memasukan kembali HP ke dalam saku jaket ku.
"Kenapa?" tanya Nadin.
"Ini bunda ngedadak memberitahu aku,kalau teryata dia hari ini datang ke sini."
"Sial nya lagi,aku malah di minta langsung menjemputnya ke bandara langsung sama supir ku." lanjut ku.
"Lah terus gimana dong,kamu kan berangkat sekolah menggunakan motor." ucap Surya.
"Bentar,aku minta mang Dimana untuk jemput aku ke sini."
"Lah,motor kamu gimana?" ucap Nadin.
"Udah tenang aja,nanti aku bawa motor kamu ke rumah aku aja." ucap Surya.
"Ah serius nih,makasih yah."
"Iya nggak apa-apa,lagi pula jarak rumah aku ke sini cukup dekat.Nanti aku bisa minta bantuan Rio juga,iya kan?" ucap Surya sambil menatap ke arah Rio.
"Iya dong,pastinya."
Saat kami tengah asik mengobrol,tiba-tiba saja satpam di sekolah ku menghampiri kami berempat.Aku sempat mengira beliau meminta kami untuk segera membubarkan diri,karena mengingat hanya tinggal kami saja saat ini yang tersisa di parkiran.
"Nadira....." ucapnya.
"Iya pak,"
"Itu supirnya sudah menunggu di depan," lanjutnya.
"Oh gitu yah pak,"
"Iya pak,sebentar lagi saya ke sana.Maksih ya pak....."
"Sama-sama....."
Beliau pun langsung kembali menuju ke arah pos satpam yang berada di dekat gerbang depan.
"Itu supir kamu udah sampai di sini aja," ucap Rio.
"Nggak tahu aku juga,tapi baguslah kalau mang Diman sudah sampai duluan di sini."
"Ya udah kalau gitu,aku duluan yah.Nanti aku telpon...."
Aku pun langsung berlari menuju gerbang depan,ternyata benar saja.Mobil yang biasa di gunakan oleh ku sudah terparkir tepat di depan gerbang dan mang Diman pun tengah berdiri dengan pak satpam yang tadi menghampiri ku.
"Mang....." ucap ku.
__ADS_1
"Non,"
"Kata bi Ningsing,nyonya hari ini datang.Bibi bilang untuk jemput non ke sekolah," jelasang Diman.