
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Aw........" meringis kesakitan.
"Kenapa?" tanya Eran langsung meraih tangan ku.
"Ini,aku kejepit pintu.Aku tidak sadar kalau aku masih berpegangan sama pintu.Jadinya seperti ini."
"Harusnya kamu lebih berhati-hati,sebaiknya kamu harus lebih berhati-hati lagi."
Eran pun mengecek kondisi tangan ku dan setelah itu dia baru mengajak ku menuju mini market untuk membeli obat.
Untungnya di sana ada mini market yang menjual obat yang aku butuhkan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Lah,Dira sama Eran mana?" tanya Rio.
"Tidak tahu,kita kan dari tadi main air.Aku tidak memperhatikannya," timpal Nadin.
"Lah lagian biarin saja mereka.Paling mereka juga lagi jalan-jalan di sekitar sini.Ayo lah kita lanjutin lagi,aku masih belum puas." ucap Surya.
"Ish kamu ini," balas Nadin.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Untungnya ini hanya luka memar saja,tapi mungkin kamu akan kesakitan juga."
"Makasih ya,kamu udah bantu aku buat obati lukanya."
"Oh iya,apa sebaiknya kita samperin yang lainnya.Mereka pasti mencari kita di sana,"
"Ya udah hayu,"
Aku dan Eran pun langsung menuju ke arah pantai untuk menghampiri mereka kembali.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tapi ternyata pas aku sampai di sana,mereka malah sedang asik main air.Jadinya aku dan Eran pun lebih dulu menikmati cemilan yang tadi kami beli.
"Ya ampun,mereka kayak anak kecil aja yah.Nggak bosen apa,dari tadi mereka main di dalam air terus."
"Ya kan emang mereka kayak bocah." timpal Eran.
Aku pun langsung tersenyum mendengar ucapannya.
Tidak lama setelah itu,Surya lebih dulu selesai dan langsung menghampiri kami.
"Cape banget," ucapnya.
"Ya iya lah,kalian sudah berapa jam di dalam air sana."
"Belum lah,paling sejam juga kurang."
"Sejam kata kamu,kalian di sana itu udah mau 2 jam tahu."
"Emang iya?"
"Perasaan baru sebentar,"
Surya pun langsung melihat ke arah makanan yang kami biarkan berserakan di atas plastik belanjaan.
"Wih,kebetulan banget.Aku merasa lapar banget,"
"Makan lah,kita sengaja beli semua ini buat kamu dan yang lainnya."
__ADS_1
"Oh iya,ini aku juga bekal rujak buah dari rumah.Cobain deh,enak loh."
"Wih,cocok banget nih."
Dia pun langsung melahapnya,dia terlihat puas dan senang setelah memakannya.
Tidak lama kemudian,Rio dan Nadin pun menyusul dan menghampiri kami juga. Mereka langsung duduk di bangku yang berada di belakang kami sambil rebahan.
"Kalian kenapa?"
"Capek,tapi seru." balas Rio.
"Udahlah,sebaiknya setelah ini kita pulang aja yuk.Aku ngantuk nih,mungkin karena habis main air." ajak Surya.
"Iya,tapi kamu mandi dulu lah.Masa iya kamu mau pulang dalam keadaan seperti waktu itu.Bunda aku pasti pusing melihatnya,"
"Tenang aja,kita udah bawa baju gantinya kok."
"Tapi sebelum itu,ijinkan kami untuk makan dulu.Aku lapar nih,"
"Ya udah sini,ini Eran sama Dira udah beli makanan buat kita." lanjut Surya.
Nadin pun langsung bangun dan duduk di sampingku.
"Mantap banget,emang yah kamu paling tahu kesukaan ku." ucapnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang dari pantai tadi,aku langsung ke klinik karena bunda marah.Mungkin bunda khawatir melihat keadaan tangan ku yang sudah agak membengkak.
Aku sempat menolaknya dan meminta untuk di urut saja oleh tukang urut langganan kami.
Tapi bunda bersikeras meminta aku untuk pergi ke klinik saja.
Setelah di periksa oleh dokternya,bunda meminta aku untuk menunggu di mobil saja.Sedangkan bunda pergi untuk menebus obatnya.
''Harusnya kamu lebih hati-hati,untung saja itu hanya luka memar biasa saja."
"Iya bunda,namanya juga celaka.Kalau aku tahu akan seperti ini,aku juga bakalan menghindarinya."
"Ya sudah,sebaiknya kamu setelah pulang dari sini langsung istirahat saja.Jangan lupa oleskan dulu salepnya sebelum itu."
"Iya bunda,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di rumah,tadinya aku mau mampir ke kamar nya Nadin.Tapi bunda langsung menarik tangan ku membawa ke lantai dua menuju kamar ku.
"Sudah besok saja kamu menemui Nadin,kan bunda sudah bilang supaya kamu istirahat lebih awal malam ini."
"Iya bunda......"
Dengan berat hati aku langsung masuk ke kamar pasrah dan bersiap untuk istirahat.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya bunda membawakan beras kencur untuk ku,tidak lupa bunda pun membantu untuk mengoleskan beras kencurnya di tangan ku.
"Kok agak perih ya bunda,"
"Ya namanya juga obat,ya pastinya akan ada efek sampingnya."
"Tapi nanti juga akan terasa sejuk dan nyaman juga.Tahan saja buat sementara waktu,"
"Oh iya,sepertinya teman-teman kamu tengah pergi ke pantai deh.Tadi Rio pinjam mobil untuk ke sana,katanya mereka mau joging di pantai."
__ADS_1
"Oh,ya udah nggak apa-apa."
"Nanti kalai kamu butuh apa-apa,kamu telpon bunda saja."
"Iya bunda,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Siangnya Nadin dan yang lainnya pulang,aku sendiri sedang menonton TV di ruang tengah bersama dengan bibi.Karena kebetulan bibi juga sedang mengurut tangan ku.
"Dira......."
"Gimana tangan kamu? Apa sudah baik kan?"
"Sudah,ini lagi di urut sama bibi."
"Syukurlah,"
"Ya udah,aku mau mandi dulu."
"Nati aku ke sini buat menemani kamu,"
"Iya,kita juga mau mandi dulu.Gerah nih,'' ucap Rio.
Sepeninggalan mereka,aku dan bibi masih menonton TV.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Eh iya,katanya tadi Surya mau pulang lebih dulu."
"Lah,kenapa?"
"Katanya kakeknya di Bogor sedang sakit,tadi aku mendengarnya saat telponan dengan ibunya.Dia di minta untuk pulang besok."
"Oh gitu,"
"Nanti juga dia bakaln cerita juga sama kamu,"
"Emang mereka sekarang lagi pada ngapain di kamar?"
"Tadi kalau tidak salah sih,mereka lagi main game."
"Tahu lah,anak laki-laki kalau udah kumpul ngapain lagi selain main game." lanjut Nadin.
"Bentar yah,aku mau ambil minum dulu "
Nadin pun langsung menuju ke dapur untuk mengambil minum nya.Sepeninggal Nadin,tidak lama kemudian Eran pun datang menghampiri aku.
"Kami dari tadi di sini sendirian?" tanya nya.
"Tidak,aku di sini bareng Nadin."
"Dia lagi ambil minum dulu," lanjut ku.
"Oh kirain,"
Eran pun langsung duduk di hadapanku dan memakan cemilan yang sudah di sediakan oleh bibi tadi.
"Surya katanya mau pulang lebih dulu," ucap Eran.
"Iya,aku tahu dari Nadin tadi."
"Jadi tinggal kita-kita aja dong sekarang,"
"Ya mau bagaimana lagi,kan kakeknya lagi sakit.Takutnya ada apa-apa,"
__ADS_1
"Iya juga sih,nggak mungkin juga yah ibunya langsung minta dia pulang lebih dulu."
"Iya juga sih,semoga aja kakeknya cepat sembuh." balas Eran