PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 9


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Untung saja bibi udah kasih tahu mang Diman lebih dulu,tadi tuh bunda udah curiga kalau aku berangkat sekolah menggunakan motor." ucap ku.


"Lah iya,kalau non pulang sama mang Diman,terus dimana dong motor non sekarang?"


"Aku titipin di rumahnya teman aku bi,kebetulan tadi dia yang menawarkan untuk motor aku di bawa aja ke tempat dia.Terlebih lagi memang rumahnya dia cukup dekat dari sekolah."


"Oh syukurlah kalau begitu,"


"Ya udah non,sebaiknya sekarang non cepat samperin ibu.Takutnya beliau kelamaan nunggu di ruang makan." ucap bibi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya saat aku tengah belajar di kamar,bunda tiba-tiba saja masuk ke kamar dan duduk di kursi yang menghadap ke TV.


"Kenapa bun?" ucap ku.


"Tidak ada,bunda hanya bosan aja di kamar sendirian."


"Oh iya,gimana sekolah kamu? Apakah semuanya berjalan lancar?" tanya bunda.


"Lancar dong,"


"Syukurlah,bunda sempat khawatir saja.Karena sekarang kan kita berjauhan dan bund tidak bisa mengawasi kamu seperti dulu lagi."


"Ya kan ada bibi juga di sini,lagian kan bunda di sana kerja buat aku juga.Buat biaya sekolah aku,keperluan aku dan semua keperluan aku.Lagi pula sebentar lagi kan,aku akan menyusul bunda buat tinggal di sana." jelas ku.


"Oh iya,emang nya kamu nggak ada gitu niatan buat kuliah di luar negri? Kan sepupu dari keluarga dan ayah kamu kan,banyak juga yang nerusin sekolah di luar negri."


"Ya ada sih,"


"Kemana?"


"Dira sih,maunya ke Swiss atau nggak ke Inggris."


"Boleh kok,bunda senang malah kalau kamu ada kemauan untuk sekolah ke sana.Mas Nasdi kan dulunya kuliah di Inggris juga."


"Ya tapi nanti lah,lagian kan masih ada waktu ini."


"Sekarangkan baru juga mau masuk semester ke dua di sini,masih ada waktu sekitar 1,5 tahun lagi." lanjut ku.


"Itu waktu yang cukup sebentar Dira,belum lagi kamu harus mempersiapkan semuanya."


"Sepertinya kalau kamu memang mau kuliah ke sana,apa sebaiknya bunda juga ikut yah?"


"Ikut?" tanya ku langsung berbalik ke arah bunda.

__ADS_1


"Iyalah,di sana kamu mau sama siapa? Itu keluarga nya om burhan kan,mereka semua pindah ke Belanda karna Nasya sekolah di sana sama adiknya Reina."


"Iya juga sih,"


"Tapi gimana sama usaha bunda,di sini.Nanti siapa yang mau urus?"


"Ya kan buat apa bunda mempekerjakan orang lain di sini? Bunda kan bisa mengawasinya dari sana.Lagi pula kan di sini juga ada om Hadi yang bantuin usaha bunda." jelas bunda.


"Ya udahlah bunda,lagi pula masih lama ini."


"Tapi harus di rencanakan dari sekarang,supaya persiapannya matang.Masalah apartemen ini,nanti kita bisa menjualnya."


"Terus bagaimana sama bibi dan mang Diman,kalau kita pindah ke kuar negri?"


"Ya kan mereka bisa tinggal di rumah kita yang di Bali,"


"Um.....Baiklah aku akan mulai memikirkannya dari sekarang." balas ku.


Setelah bunda berpamitan untuk kembali ke kamarnya,aku pun melanjutkan kembali belajar ku yang sempat terhenti.


Pikiranku sekarang malah tidak fokus dan malah terbagi dengan pembicaraan yang bunda katakan tadi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Paginya saat aku tiba di sekolah,aku menunggu teman-teman ku di parkiran.Hari ini aku berangkat dengan di antarkan oleh mang Diman,karena motor ku yang masih ada di rumahnya Surya.


Sebenarnya hari ini aku datang kepagian,biasanya jam segini aku masih di apartemen tengah sarapan.Namun karena hari ini aku di antar sama mang Diman,jadinya aku harus berangkat lebih awal supaya tidak terjebak macet di jalan.


"Eh Pangeran," balas ku.


"Kami ngapain di sini sendirian? Yang lainnya mana?" tanya nya.


"Ini aku lagi nungguin mereka,sepertinya sebentar lagi mereka baru datang."


"Aku kira kalian satu arah semua rumahnya."


"Tidak,kecuali aku emang mereka satu arah semua." jelas ku


"Oh iya,aku baru tahu ternyata kamu sudah tahu ibu ku lebih awal." ucapnya.


"Ah itu,terjadi begitu saja.Aku juga tidak menyangka kemarin akan bertemu kembali sama ibu kamu di sana."


"Sepertinya ibu ku sangat menyukai kamu,aku bisa melihatnya saat kalian berdua ngobrol bersama." lanjut nya.


"Begitu yah,tapi aku merasa biasa aja kok."


"Lagi pula kita emang harus bersikap baik bukan di depan orang yang lebih dewasa dari kita."

__ADS_1


"Iya sih,"


Saat kami tengah asik mengobrol,datanglah Kenzi sama Dila yang berboncengan dan melihat ke arah aku dan Eran dengan raut wajah yang tidak senang.


Aku pun langsung memundurkan langkah ku untuk menjaga jarak dengan Eran.


"Hai....." ucap Dila sama Eran.


"Yuk kita ke kantin," ajaknya.


"Oh ya udah......" balas Eran.


"Dir,aku duluan yah.Sampai ketemu nanti di kelas," ucap Eran sambil melambaikan tangannya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Kamu kok bisa sih,dekat sama cewek aneh itu?" ucap Dila.


"Cewek aneh? Maksud kamu Nadira,"


"Iya siapa lagi,tadi kan kamu sedang ngobrol sama dia di parkiran." timpal Kenzi.


"Ya kan emang aku satu kelas sama dia,emangnya salah yah?"


"Ya enggak sih,"


"Hanya saja...." lanjut Dila.


"Hanya aja,kenapa?" tanya Eran heran.


"Dia tuh terkenal cewek aneh di sekolah kita,semua murid di sini tahu itu."


"Perasaan kakian aja kali,aku merasa dia baik kok,tidak ada yang aneh sama dia." timpal Eran.


"Nih ya,asal kamu tahu dia itu paling suka nya itu menyendiri di pojokan perpustakaan dan tidak suka bergaul dengan banyak orang.Ya paling temannya itu si Rio,Nadin sama Surya aja."


"Ya emang sih,aku mengakui dia tuh salah satu murid paling berprestasi di sekolah ini.Tapi sikapnya itu loh,yang buat kita nggak suka." lanjut Dila.


"Iya kayaknya dia itu,pilih-pilih banget punya teman.Atau mungkin orang yang mau berteman juga takut,dengan kebiasaan dia yang tertutup itu." timpal Kenzi.


"Ya aku sih sama siapa aja hayu,selagi orang itu memberikan hal yang baik terhadap aku.Terlepas dia mempunyai sikap seperti itu,kita tidak bisa merubah apa yabg sudah menjadi kebiasaan dan sikap dia kan," balas Edra.


"Ya hati-hati aja,jangan sampai kamu dekat sama cewek itu." ucap Dila.


"Ya lihat saja kedepannya seperti apa,kita tidak pernah tahu kan."


"Ya udahlah terserah kamu,yang penting kita udah kasih tahu kamu dari awal." ucap Kenzi.

__ADS_1


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Maaf yah lama,tadi soalnya aku isi angin bannya dulu." ucap Surya.


__ADS_2