PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 8


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Iya mang,aku baru juga baru tahu baru saja."


"Bunda menelpon aku dan meminta untuk langsung menjemputnya ke bandara sekarang." jelas ku.


"Ya sudah kalau begitu,kita langsung aja mang.Nanti takutnya bunda malah menunggu kita lama di sana." ajak ku.


Aku dan mang Diman pun langsung berpamitan sama pak satpam yang sedari tadi mungkin hanya menyimak pembicaraan ku dengan mang Diman.


"Untung saja tadi bibi memberitahu saya,kalau tidak non akan ketahuan kalau berangkat sekolah menggunakan motor." ucap mang Diman.


"Iya benar mang,"


"Tadi saja bunda sudah menyindir aku.Untungnya bibi udah kasih tahu mamang duluan."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sekitar kurang lebih satu jaman,kami barulah sampai di bandaranya.Aku pun langsung turun dan menuju ke restoran yang tadi sudah bunda kirimkan pada ku.


Saat di tengah perjalanan,aku tidak sengaja bertemu dengan wanita yang waktu itu aku temui di dekat lapangan sekolah.Dan saat beliau pun ternyata melihat kehadiran ku saat ini.


Beliau pun langsung menghampiri aku dengan senyuman yang iya sunggingkan.


"Hai...." ucap nya.


"Saya tidak menyangka akan bertemu sama kamu di sini."


"Iya tante,"


"Oh iya,kamu lagi ngapain siang-siang udah di sini?" tanya beliau.


"Ah itu,aku mau jemput bunda aku yang baru saja datang dari Bali."


"Bali?" ucap beliau tampak kaget.


"Iya tante,kebetulan bunda sekarang tinggal di sana dan mengurus usaha milik keluarga kami juga di sana."


"Terus,kalau bunda kamu tinggal di sana,kamu di sini tinggal sama siapa dong?"


"Aku di sini kebetulan tinggal bersama bibi art aku dan supir yang bekerja dengan keluarga ku."


"Ah seperti itu,"


"Kalau ayah kamu sama,beliau juga tinggal sama bunda kamu juga di Bali?''


Pertanyaan beliau sontak saja buat aku terdiam,sejujurnya hati aku akan langsung terasa sakit saat ada yang menyinggung soal keberadaan ayah ku.


"Ayah......"


"Mah......!" seruan seseorang menghentikan ucapan ku.


"Eh kamu sudah sampai ternyata," ucap tante Ajeng pada seseorang yang baru saja memanggil beliau.


"Oh iya,perkenalkan itu anak tante...." ucap beliau sambil melihat ke arah seseorang yang sekarang berada di belakang ku.


Aku pun langsung membalikan badan ku dan melihat siapa seseorang yang beliau sebut sebagai putranya.

__ADS_1


Alangkah kagetnya aku,ternyata putra dari tante Ajeng itu tidak lain adalah Eran.Siswa baru yang hari ini baru saja masuk di kelas ku.


Aku dan dia pun sama-sama kaget dan mata kami saling melihat satu sama lain.


"Loh kalian berdua kenapa?" ucap tante Ajeng.


"Jadi ini anak tante?"


"Iya,ini anak tante....." ucap tante Ajeng sambil tersenyum.


"Ini sih,aku tahu mah."


"Kami kan satu kelas," jelas Eran.


"Yang benar? Kok bisa begitu yah,mamah tidak menyangka loh."


Tiba-tiba saja,ada telpon masuk.Aku pun langsung meraih HP ku dari dalam saku jaket.


"Iya bunda.....''


"Kamu lagi di mana? Kata mang Diman kalian sudah sampai di bandara."


"Iya bunda,ini bentar lagi aku sampai di restorannya."


"Ya sudah,bunda udah mau istirahat nih."


"Iya bunda....."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Permisi tante,"


"Ah iya,nggak apa-apa.Semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan." ucap beliau sambil tersenyum.


Aku pun langsung berlari menuju ke arah restoran yang di maksud.


"Mah,kok mamah bisa kenal sama dia sih?" tanya Eran.


"Lah emangnya salah yah?"


"Ya nggak juga sih,hanya saja aku merasa aneh saja,sepertinya mamah sama dia sudah pernah bertemu sebelumnya."


"Iya emang,mamah pertama bertemu sama Nadira itu saat hari dimana kamu mendaftar sekolah."


"Nah saat itu,mamah sama ayah kebingungan untuk mencari ruang guru.Karena waktu itu,kamu malah susah untuk di hubungi lagi,eh kebetulan saat itu ada Nadira dan satu temannya siapa yah,mamah lupa."


"Mereka lah,yang bantu mamah dan menunjukkan letak ruang gurunya dimana." jelas mamah nya Eran.


"Oh gitu ceritanya,"


"Ya udah yuk,pasti paman sama bibi kamu sudah sampai sekarang." lanjut beliau.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Bunda.....!" seru ku.


"Ya ampun Nadira,bunda kira kamu kesasar.Dari tadi loh,bunda nungguin kamu di sini sendirian." ucap bunda.

__ADS_1


"Iya maaf bunda,tadi aku sempat kebingungan juga cari restorannya."


"Ya udah yuk,bunda udah kangen sama suasana di apartemen kita."


Bunda pun merangkul tangan ku dan langsung menunju ke arah keluar dari bandaranya menuju ke parkiran.Untungnya saat itu,mang Diman sudah memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu keluar.


Kami berdua pun langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Hai Diman....." sapa bunda.


"Siang bu,"


"Ayo mang kita langsung pulang saja," ucap bunda.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Oh iya,dalam rangka apa bunda ke sini? Kok perasaan tiba-tiba banget.''


"Bunda ada kerjaan di sini,kebetulan mitra bunda buka cabang di sini.Beliau meminta bunda untuk menghadiri acara pembukaan usahanya di sini." jelas bunda.


"Ah seperti itu,"


"Lagi pula bunda sudah lumayan juga kan nggak pulang kesini.Kenapa kamu nggak senang,melihat bunda datang ke sini?" lanjut ku.


"Eh iya,mang Diman."


"Kalau boleh tahu,Nadira sudah tidak berangkat sekolah dengan menggunakan motor kesayangannya kan?" tiba-tiba saja bunda menanyakan hal itu pada mang Diman.


"Ah itu,"


"Tidak bu,setiap hari saya yang mengantar jemput non Nadira ke sekolah.Paling hanya sesekali ada temannya yang mengajak nya untuk berangkat sekolah bareng." jelas mang Diman.


Aku sangat lega,karena mang Diman ternyata bisa menyembunyikan kebenarannya dari bunda.Hampir saja aku kena semprot dari bunda di hari pertama kedatangan bunda hari ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di apartemen,kami pun langsung turun dari mobil dan langsung naik menuju ke unit apartemen kami.


"Selamat datang bu...." ucap bi Ningsih menyambut kedatangan bunda.


"Apa kabar bi,bagaimana kabar bibi?"


"Baik bu,"


Bunda pun memeluk bibi dengan penuh kehangatan,layaknya anak yang baru saja bertemu dengan orang tuanya.


Aku sendiri memilih untuk langsung menuju ke kamar untuk menyimpan tas sekolah dan berganti pakaian.


Saat aku tengah mengganti pakaian,tiba-tiba saja bibi datang menghampiri aku.


"Non,di panggil ibu untuk makan siang bersama." ucap bibi.


"Iya bi,sebentar aku mau ikat dulu rambut aku ini."


"Bi sebentar deh," aku langsung menarik bibi.


"Iya kenapa non?"

__ADS_1


"Bibi kok tahu,kalau hari ini bunda datang?" tanya ku penasaran.


"Ah itu,kebetulan tadi sekitar jam berapa yah.Ibu mengirim pesan sama bibi,untuk di masakan makanan kesukaan beliau.Dan beliau bilang saat itu tengah berada di bandara untuk menuju ke sini." jelas bibi.


__ADS_2