PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 25


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Siap kak," balas Nadin.


Kak Noval pun berlalu menuju gang yang tadi aku dan Nadin lewati.


"Tapi emang ini pertama kalinya aku lihat dia," ucap ku.


"Ya iyalah,kan kamu hobinya di perpustakaan saja.Sekalinya upacara hari senin,mana sempat kamu melihat orang lain.'' timpal Nadin.


"Ya tapi kan,setidaknya aku pernah gitu sekali melihat dia di area sekolah ini."


"Ya emang dia jarang nongkrong di luar,setahu ku dia suka menghabiskan waktu istirahatnya di studio musik.Jadinya kalian pasti nggak bakalan bertemu satu sama lain." jelas Nadin.


"Iya juga yah,"


"Ya udah yuk,kita makan nya di bangku itu saja." ajak Nadin.


Kami pun langsung menuju bangku yang berada di bawah pohon lengkeng.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


"Gimana,seru kan makan siang di belakang sekolah?"


"Lumayan lah,terlebih lagi di sana tidak terlalu banyak siswa yang datang.Kebanyakan kakak kelas kita dan aku tidak terlalu mengenal mereka juga.''


"Emangnya kalau sesama kelas X1 kamu kenal?"


"Nggak juga sih,tapi sekedar tahu aja."


Setibanya di kelas,Rio sudah menunggu kami berdua di ambang pintu.


"Ya ampun,ini anak gadis.Dari mana saja kalian? Kok main pergi begitu saja." ucapnya.


"Kepo," balas Nadin.


"Din,aku nanya serius nih."


''Kalian istirahat di mana? Kok kalian main pergi gitu aja tanpa bilang apa-apa."


"Kami hanya istirahat di perpustakaan saja kok,"


"Tadinya kita mau pamit,tapi kan kamu sama yang lain lagi pada pesan makanan." lanjut Nadin.


"Ya setidaknya kirim pesan kek,aku kan tadi khawatir."


"Lebay......'' balas Nadin langsung menabrak Rio.


Tidak lupa dia menarik ku masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak bilang aja sih?" bisik ku.


"Nanti,jangan sekarang." balas Nadin.


Kami pun duduk di bangku kami masing-masing dan bersiap untuk menyiapkan buku pelajaran sehabis istirahat.


Saat aku tengah membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia,barulah Eran dan Surya datang.


"Ini dia mereka," ucap Surya sambil menunjuk ke arah aku dan Nadin.


"Kalian dari mana? Kok tadi main pergi gitu aja." lanjutnya.


"Ini lagi,sama banget pertanyaannya sama Rio." balas Nadin kesal.


"Oh iya,kalian kok nggak bareng sama Rio? Kalian habis dari mana?" tanya Nadin balik.


"Ah itu,tadi aku habis menemani Eran.Ada yang ajak dia ketemuan,dia minta aku untuk menemani dia.Karena Rio tidak mau,katanya takut ketemu sama mantan gebetannya." jelas Surya.


"Hush,apaan sih Rio.Nggk gitu juga kali,males aja aku tuh kalau main ke kelas XII tuh." balas Rio tidak terima.


Eran sendiri dia hanya diam saja dan langsung menuju kursinya.


"Eh,emang siapa lagi sekarang yang mau deketin Eran?" tanya Nadin sedikit berbisik.


"Kak Nola,tahukan anak kelas XII IPS 2?"


"Benar sekali,"


"Wah,hebat yah.Cewek-cewek yang coba deketin Eran itu bukan kaleng-kaleng ternyata." ucap Nadin sambil melihat ke arah Eran.


Eran pun langsung balik melihat ke arah Nadin.


"Apaan sih,tadi dia cuma mau kenalan aja." balas Eran.


"Sekalian,dong.Cariin buat Rio juga,setahu ku teman-temannya kak Nola pada cantik semua."


"Lah,kok kamu bawa-bawa aku sih?" timpal Rio.


"Nggak apa-apa kali,kamu harus nunjukin sama cewek yang udah nolak kamu itu.Kalau kamu bisa dapetin cewek yang lebih dari dia." jelas Nadin.


"Dih,tumben Nadin ngomongnya bener.'' sahut Surya.


Saat merek tengah asik mengobrol,bel tanda istirahat pun berakhir dan waktunya untuk lanjut pelajaran ke tiga yaitu pelajaran Bahasa Indonesia.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


"Nadin tunggu," ucap Rio.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Sebenarnya tadi kamu sama Dira pergi ke mana sih? Tadi kamu beralasan kalau kalian berdua pergi ke perpustakaan."


"Nih ya,tadi sebelum aku balik ke kelas tuh aku pergi ke perpustakaan untuk lihat kamu sama Nadin takutnya kalian makan siang di sana.Eh tahunya kata bu Ida,tadi kalian nggak ada masuk ke perpustakaan."


"Jadi,sebenarnya kalian pergi ke mana?" lanjut Rio.


"I-i-itu aku,"


"Jadi tadi tuh,aku ngajak Dira buat istirahat di warung yang ada di belakang sekolah."


"Kamu tahu dari mana,tentang warung itu Di sana kan kebanyakan kakak kelas aja yang datang."


"Aku tahu dari teman satu sanggar aku,mereka sering cerita kalau mereka suka pergi ke warung yang ada di belakang sekolah saat istirahat." jelas Nadin.


"Nanti kalau mau pergi,kamu tuh bilang sama aku atau Surya.Terlebih lagi kamu tadi pergi sama Dira,kamu tahu kan di sekolahan ini banyak yang memandang sebelah mata sama Dira."


"Aku berbicara seperti ini,karena aku takut ada orang yang mau berbuat jahat sama dia." lanjut Rio.


"Iya deh,aku janji nggak bakalan sembarangan pergi gitu saja."


"Ya udah yuk,sepertinya mereka sudah menunggu kita lama." ajak Rio.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Lama kami,kalian habis ngapain sih?" tanya Surya.


"Ya ini,kita habis beli minuman." balas Nadin sambil menunjukan satu kantong plastik yang dia jinjing.


Karena pelajaran terakhir ini,gurunya tidak hadir.Kami pun di tugaskan untuk mengerjakan tugas di perpustakaan atau pun di kelas.


Aku dan teman-teman ku memilih untuk mengerjakan tugasnya itu di perpustakaan,sedangkan yang lainnya ada yang di kelas dan ada juga yang di depan kelas.


Alasan aku dan teman-teman ku mengerjakan tugasnya di perpustakaan,supaya kami bisa mendapatkan jawabannya dari buku yang ada di perpustakaan dan terlebih lagi,tadi Nadin maksa karena kata dia lebih dekat ke kantin untuk beli cemilan teman kami mengerjakan tugasnya.


Sedari tadi,kedatangan kami ke perpustakaan.Eran tidak pernah melepaskan tangannya dari HP nya.Dia terus memandangi HP nya dan sesekali menyunggingkan senyuman.


"Sepertinya,acara pdkt antara dia dan kak Nola berjalan lancar deh.Lihat saja,dari tadi dia sibuk dengan HP nya.Sepertinya merek sedangan chatting an deh," bisik Surya.


"Ish kamu ini,mana mungkin.Sekarang kan,waktunya belajar.Mana bisa kak Nola dan Rio sedang chatting an." timpal Rio.


"Iya juga yah,"


"Tapi bisa juga sih,kan cuma chat bukan telponan.Guru nggak bakalan tahu lah," timpal Nadin.


"Ya sudahlah,mungkin emang kak Nola tipe cewek idaman Eran.Selama ini,sudah ada berapa cewek yang sudah di tolak." ucap Rio.


"Maklumlah,namanya juga punya paras ganteng.Pastinya bakalan ada banyak cewek yang ngejar-ngejar Eran.Emangnya kalian,aduh yang ada aku pusing." balas Nadin.


Rio dan Surya langsung melihat ke arah Nadin dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2