PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 40


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Oh kamu di sini juga ternyata," ucap Nadin sesudah kembali dari dapur.


"Yang lainnya mana?" lanjutnya.


"Masih di kamar,"


"Oh iya,ini aku ngambil buah strawberry. Nggak apa-apa kan?" lanjut Nadin.


"Ambil aja," balas ku.


"Ya sudah,karena sekarang di sini kamu ada Eran.Aku mau ke kamar dulu,biasa pacar ku mau vidio call katanya."


"Ya ampun kamu ini,ya udah sana." balas ku.


Dia pun langsung pergi dengan membawa satu mangkuk strawberry di tangan nya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan harinya,kami pun mengantarkan Surya menuju bandara.Kami merasa tidak enak,karena Surya harus lebih dulu berangkat dan tidak melanjutkan liburannya bersama aku dan yang lainnya di Bali.


"Hati-hati yah,nanti kalau udah sampai jangan lupa kasih tahu kami."


"Iya,makasih juga karena kalian udah mau nganter aku ke bandara hari ini."


"Seharusnya seperti itu bukan,"


Kami pun berpisah satu sama lain dan melepaskan Surya.Kami juga tidak langsung pulang melainkan menunggu Surya berangkat lebih dulu.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah keberangkatan Surya,kami pun langsung pulang kembali ke rumah.Hari ini memang Nadin dan Rio mereka berkata tidak ingin pergi ke mana-mana dan hanya ingin bersantai di rumah ku.


Sedangkan aku,tadi pagi bunda meminta aku untuk datang ke tempat kerjanya hari ini.


Sesudah sampai rumah dan bersantai sebentar dengan yang lainnya,aku langsung mengambil makanan yang di buatkan bibi untuk makan siang bunda.


Sedangkan mang Diman sendiri,beliau sudah ikut bersama bunda tadi pagi ke tempat kerja bunda.


Bunda sendiri meminta aku untuk meminta mang Diman kembali ke rumah dan menjemput ku ke rumah.Hanya saja aku lebih memilih ingin pergi ke sana dengan menggunakan motor saja.


Untungnya di rumah ada motor yang biasa di gunakan oleh pekerja yang merawat kebun di rumah ku.


"Kamu mau ke mana?"


Tiba-tiba saja Eran menghampiri aku di dapur.


"Ah ini,aku mau ke tempat kerja bunda buat main dan sekalian nganterin makan siang buat bunda."

__ADS_1


"Jauh enggak?"


"Tidak juga,paling hanya 5 menit dari sini."


"Apa aku boleh ikut? Aku merasa bisan saja di kamar terus sejak tadi."


"Memangnya nggak apa-apa? Kan di sini juga ada Rio dan Nadin ini."


"Mereka lagi pada tidur,tadi aku juga udah ke kamar Rio.Eh tahunya dia sedang tidur,"


"Ya ampun,pantas saja hari ini mereka meminta untuk tidak pergi ke mana-mana.Eh tahunya mereka malah pada tidur."


"Ya sudah kalau kamu mau ikut,aku sih hayu aja."


Eran pun langsung tersenyum setelah aku mengiyakan keinginannya.


Aku dan Etan pun langsung menuju ke tempat kerja bunda yang jaraknya cukup dekat dari rumah.Sebenarnya aku bisa berjalan kaki untuk sampai di sana,hanya saja karena hari ini panas dan waktunya di tengah siang bolong.Aku pun memilih untuk menggunakan motor saja ke sana.


Tidak lama kemudian,kami pun sampai di tempat kerja bunda.Dan mendapati mang Diman tengah duduk di gajebo di dekat parkiran.


"Non,kenapa nggak telpon mang Diman aja tadi?" ucap mang Diman menghampiri aku.


"Tidak apa-apa mang,lagian aku juga sudah lama nggak naik motor di sini."


"Oh iya,bunda ada?"


"Baru saha nyonya pergi,katanya ada barang yang harus di cek.Tadi ada rekan kerjanya ke sini yang datang menjemput beliau."


"Kata nyonya,bekalnya suruh di simpan di meja yang ada di pantry katanya."


"Oh iya mang,kalau gitu."


Aku pun langsung masuk ke gedungnya,di sana ada banyak karyawan yang tengah bekerja.Mereka langsung melihat ke arah ku setelah melihat kedatangan aku.


Aku sendiri langsung memberikan kotak bekalnya pada salah satu pegawai yang ada di pantry dan memintanya untuk memberikannya sama bunda nanti.


Setelah itu,baru lah aku kembali ke parkiran karena meninggalkan Eran di sana.Saat aku hendak keluar dari kantor bunda,tiba-tiba saja ada telpon masuk dan ternyata itu telpon dari bunda.


"Iya bunda......"


"Nak,kamu sudah di kantor?"


"Iya ini,aku habis menyimpan bekal bund di pantry."


"Oh ya sudah makasih ya nak."


"Bunda gimana sih,tahu gitu aku minta mang Diman saja tadi yang antar bekalnya ke kantor."


"Iya maaf sayang,bunda juga tidak tahu kalau hari ini barangnya akan datang.Jadinya mendadak bunda harus pergi buat mengeceknya,"

__ADS_1


"Ya udah nggak apa-apa,"


"Ini aku juga mau langsung pulang saja,"


"Oh gitu,ya udah hati-hati ya nak."


"Iya bunda."


Setelah itu,baru lah aku menghampiri Eran di parkiran.Ternyata dia sedang melihat koleksi ikan milik bunda yang di simpan di kolam yang ada di samping taman.


"Hayu......" ajak ku.


"Oh udah yah,"


"Udah......"


Kami pun langsung pulang,namun Eran meminta untuk membeli dulu minuman kesukaan dia yang berada di dekat pantai.


Aku sediri langsung mengiyakan nya,karena memang aku juga berniat untuk pergi ke sana.Soalnya aku juga bingung harus melakukan apa di rumah,sedangkan Rio dan Nadin mereka tengah tidur juga.


Sesampainya di area parkirannya,Etan langsung memarkirkannya di bawah pohon katanya biar motornya nggak ke panasan juga.


"Kamu sejak kapan suka sama es kelapa muda ini?"


"Ya sejak datang ke sini,kan di hari pertama aku datang ke sini kamu kan yang menyarankan es kelapa muda ini pada ku."


"Iya juga sih,"


"Tapi kan aku baru tahu kamu suka sama es kelapanya."


"Ya emang,awalnya aku tidak terlalu menyukainya,hanya saja nggak tahu di sini aku langsung menyukainya.Mungkin karena di sini dekat sama pantai dan cuacanya juga yang mendukung jadinya pengen nya tuh,minum yang segar-segar.''


"Oh,"


Kami pun langsung menuju ke tempat penjual es kelapanya,untung nya saat kami tiba penjualnya es kelapanya masih ada.Biasanya saat siang hari es kelapanya sudah habis terjual.


Eran pun langsung berlari menuju ketempat penjualnya dan langsung memesannya.


"Ya ampun,segitu senangnya dia sama es kelapanya." ucap ku.


Aku pun menunggunya di meja yang biasa kami gunakan saat menikmati makanan saat berkunjung ke pantai ini.


Tidak lama kemudian,Eran pun datang menghampiri aku dengan membawa es kelapa mudanya.


"Aku suka banget dengan pemandangan yang ada di sini." ucapnya.


"Syukurlah,kalau kamu menyukainya."


"Kalau nggak salah,di sini juga terkenal dengan gorengan apa itu.Aku lupa,"

__ADS_1


"Oh maksud kamu risol bukan? Soalnya emng di area sini banyak yang jual risol di dekat area pantai."


__ADS_2