PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 29


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Nggak juga,kebetulan aku kenal dia dari Surya."


"Lah kok bisa,"


"Iya,mereka masih sepupu gitu.Waktu itu,aku antar Surya buat nganterin barang ke rumahnya.Dari sana lah,aku mulai dekat dengan dia."


"Siapa namanya,kalau aku boleh tahu."


"Diva,"


"Namanya bagus juga,pasti orangnya cantik." lanjut ku.


"Yang terpenting tuh,dia mau terima aku apa adanya.Masalah cantik mah,belakangan." timpal Rio.


Aku pun tersenyum mendengar ucapan Rio barusan.


"Jadi,nanti libur akhir semester dia ikut dong?"


" Enggak kayaknya,soalnya kebetulan dia sudah punya acara sama keluarganya katanya.Lagi pula,hubungan aku sama dia kan baru dekat aja sekarang." jelasnya.


"Ya sudah,aku do'akan semoga secepatnya kamu bisa jadian sama dia."


"Harus lah," balas nya sambil tersenyum.


"Kamu kapan?"


"Perasaan,dari dulu aku kenal kamu tuh ya.Bekum pernah aku lihat kamu dekat apalagi pacaran sama cowok." lanjutnya.


"Haduh,aku tidak terlalu mementingkan. Suatu saat juga kalau sudah waktunya,aku juga bakalan bertemu dengan seseorang yang baik dan menerima aku apa adanya." balas ku.


"Semoga di segera kan," ucap Rio.


Saat kami tengah asik mengobrol,Eran pun datang menghampiri kami berdua.


"Hai.....'' ucapnya.


"Wih Eran,gila yah.Main nya cepat juga,sat-set." ucap Rio.


"Maksudnya?" tanya Eran heran.


"Ya itu,kamu bisa langsung bonceng kak Nola hari ini."


"Ah itu,tadi aku tidak sengaja lihat dia di pertigaan yang ada di depan sana.Motor yang di tumpangi dia sama temannya mogok,jadinya aku menawarkan diri aja untuk mengajaknya berangkat bersama." jelas Eran.


"Oh aku kira......"


"Aku kira apa? Jangan berpikir aneh-aneh deh. Lagi pula aku nggak segampang itu juga kali," ucap Eran.


"Udah sikat aja,lumayan kan ada teman buat nanti di ajak ke Bali."


"Apaan sih Rio,lagian gue nggak suka sama dia.Aku cuma mau kasih bantuan aja sama dia tadi." ucap Eran.


"Iya deh,lagian gue juga becanda kali."


"Ya udah yuk,kita ke kelas." ajak Rio.


Kami pun langsung membubarkan diri dan berjalan menuju lapangan.

__ADS_1


"Oh iya,terus gimana sama si Hana? Apa dia masih gangguin kamu lagi?" tanya Rio.


"Tidak,dia sudah tidak lagi mengganggu ku sekarang."


"Baguslah,"


"Mungkin dia sudah sadar kali,betapa susahnya buat dapatin hati kamu." ucap Rio.


"Mungkin," balas Eran singkat.


Sedari tadi aku memilih untuk diam saja dan hanya menyimak pembicaraan diantara Rio dan Eran.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di depan kelas,sekarang giliran Surya dan Nadin yang sudah menunggu kami bertiga di ambang pintu sambil menyilangkan tangan nya.


"Ya ampun,kalian malah asik aja ngobrol.Nggak tahu apa,dari tadi kita nungguin di sini." ucap Nadin kesal.


"Lah,emangnya kenapa?" tanya Rio.


"Itu,anak-anak yang lain udah pada pergi duluan ke laboratorium." ucap Surya.


"Lah,emangnya hari ini ada praktik lagi di sana? Perasaan enggak deh," ucap Rio.


"Apaan sih kamu,kan emang minggu ini jadwalnya praktik aneh.Jangan-jangan kamu juga belum ngerjain tugasnya lagi." timpal ku.


"Gawat,gawat ini mah."


"Dir,pinjamkan aku buku fisika kamu.Please......" ucapnya.


"Hem,kamu kebiasaan deh."


"Emang yah dia,ada aja kelakuannya." ucap Nadin sambil menggelengkan kepalanya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ayolah Rio,cepatlah.Sebentar lagi,bel nya akan segera berbunyi.Nanti kita terlambat lagi," ucap Nadin.


"Iya sabar,sebentar lagi ini." balas Rio.


Setelah menunggu sekitar 3 menitan,baru lah Rio selesai menyalin jawaban nya.


"Tahu gini,aku tadi nggak harus nongkrong dulu di parkiran." ucapnya sambil memberikan bukunya pada ku.


"Lagian,siapa yang nyuruh kamu nggak langsung ikut bersama kami ke kelas." timpal Nadin.


"Aduh,udah deh.Kok kalian malah ribut sih,sebaiknya kita langsung ke laboratoriumnya sejarang." ucap Surya melerai Nadin dan Rio.


Kami pun langsung turun ke bawah dan berjalan menuju ke laboratorium.Untung nya,saat kami tiba bel tanda masuk pun baru berbunyi.


Telat sedikit kami berlima pasti bakalan kena hukuman.Kami pun langsung mengumpulkan tugasnya sama Septi.


"Tumben,kamu telat." ucapnya padaku.


"Iya tadi aku ada urusan dulu sebentar,"


Aku pun langsung bergabung dengan yang lainnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...

__ADS_1


Setelah jam pelajaran ke dua berakhir,sekarang waktunya untuk kami beristirahat.


Rio pun langsung menghampiri aku dan Nadin,karena memang Nadin sudah lebih dulu menghampiri aku.


"Eh gimana,jadi nggak kita makan siang di warung yang di belakang sekolah?" tanya nya.


"Aku sudah ajak Surya dan Eran juga." lanjutnya.


"Ya udah hayu." balas Nadin.


"Eh hayu katanya," ucap Rio sambil berbalik ke arah Surya dan Eran.


Kami pun langsung keluar dari kelas dan setelah itu berjalan melewati kelas XI IPS.Baru lah kami melewati gang sempit yang kemarin aku dan Nadin lewati.


Mungkin,karena hari ini kami terlalu cepat datangnya jadinya masih banyak siswa lain yang tengah mengantri di warungnya.


Kami pun menunggu giliran sambil sibuk dengan HP kami masing-masing.


"Nadin......" panggil kak Noval.


"Eh kak,"


"Kamu balik lagi ke sini? Kenapa,kamu ketagihan yah sama masakan bude?" tanya nya.


"Salah satunya sih itu,tapi aku lebih suka aja sama suasana di sini." balas Nadin.


"Hai Nadira," ucap kak Noval sambil melambaikan tangannya.


"Hai juga,"


Dia pun menyunggingkan senyumannya ke arah ku dan aku pun membalasnya meskipun sedikit canggung.


"Ya udah,aku duluan yah.Soalnya teman ku yang lain udah pada nungguin di bawah pohon manggis itu." ucapnya.


"Iya kak,duluan aja." balas Nadin.


Sepeninggal kak Noval,kami pun langsung mengantri untuk mengambil makanannya.


"Sejak kapan,kamu kenal sama kak Noval?" tanya Surya.


"Ah itu,kemarin aku tidak sengaja bertemu sama dia dan di kenalkan oleh Nadin juga." balas ku.


"Kayaknya sebentar lagi,bakalan ada pasangan baru nih." timpal Rio.


Aku pun langsung melihat ke arahnya dengan kesal.


"Rio......." ucap ku pelan.


"Becanda kali,tapi aku setuju kok kalau kalian jadian."


"Apaan sih," balas ku.


"Haduh,tahu nih Rio.Kayaknya hobi banget ngecengin teman sendiri." ucap Nadin.


Setelah kami mengambil makanannya,kami pun langsung mencari tempat duduk.Untungbya meja yang kemarin aku tempati dengan Nadin masih kosong.Jadinya kami pun langsung duduk di sana.


"Ternyata enak juga yah,di sini.Aku baru tahu," ucap Surya.


"Iya selama ini kita tahunya di kantin saja." timpal Rio.

__ADS_1


"Eh bentar,bukannya itu kak Nola bukan sih?" tunjuk Rio.


__ADS_2