
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Eh iya,perasaan kemarin aku nggak lihat dia di sini." ucap Nadin.
"Itu kak Nola," sambung Rio sambil menepuk tangan Eran.
"Udah lah biarkan saja,"
"Lah kok gitu? Bukannya kalian lagi dekat yah?" tanya Nadin.
"Nggak juga," balas Eran singkat.
Eran pun lebih memilih untuk melanjutkan makannya tanpa melihat ke arah kak Nola.Aku sempat aneh dengan sikap dia,tapi mengingat perkataannya tadi pagi.Mungkin emang nggak segampang itu buat bikin Eran jatuh hati.
Kami pun memilih untuk diam saja,karena merasa tidak enak dengan Eran dan mengalihkan pembicaraan.
Rio malah sengaja pindah posisi duduknya,supaya bisa menghalangi Eran.
"Eh iya,semalam aku sama Surya sudah pesan tiket untuk ke Bali nanti." ucap Rio memecah keheningan.
"Sama aku juga," timpal Nadin.
"Kalau kamu gimana?" tanya nya sambil melihat ke arah Eran.
"Sudah,kemarin siang."
"Wih,ternyata diam-diam sudah lebih dulu dari kita pesannya." balas Nadin.
"Kalau nggak salah,kemarin aku pesan tiketnya pakai maskapai Cit*****k deh," lanjut Nadin.
"Ya sama dong,aku dan Surya juga." timpal Rio.
"Kalau kamu apa?" tanya Rio sama Eran.
"Ga***a,"
"Dih,kirain sama kayak kita.Kalau begitu bisa jadi kamu sama Dira satu pesawat lagi."
"Emang kamu juga pakai maskapai itu?" tanya Nadin pada ku.
"Iya,"
"Aku juga baru tahu tadi pagi.Soalnya yang pesan tiketnya itu bunda,bukan aku sendiri yang pesan." jelas ku.
"Ya kalau begitu bisa jadi,"
"Tapi kan,nggak mungkin satu seat juga." timpal Eran.
"Ya iya,emang.Tapi kan setidaknya satu pesawat yang sama." ucap Nadin.
"Ya belum tentu juga,kan meskipun satu maskapai kalau beda tipe nya,ya enggak bakalan." balas Eran kembali.
Sejujurnya aku sedikit merasa kecewa dengan jawaban yang di berikan Eran.Aku mengira dia seperti tidak suka kalau seandainya kami berada di dalam satu pesawat yang sama.
Aku pun memilih untuk kembali makan eskrim yang sejak tadi aku anggur kan.
"Hai," ucap kak Noval yang baru saja datang menghampiri kami.
__ADS_1
"Hai kak," balas Nadin.
"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya nya.
"Boleh,silahkan kak." ucap Rio.
Dia pun bergeser supaya ada tempat untuk kak Noval duduk.
Ternyata kak Noval,orang nya cukup asik juga.Dia banyak membicarakan hal-hal yang buat aku dan yang lainnya tertawa.
Saat kami tengah asik ngobrol,tidak lama kemudian kak Nola pun datang menghampiri kami.
"Kok kamu bisa kenal sama mereka?" tanya nya sama kak Noval.
"Ya kenal lah,kan mereka ini tetangga aku."
"Oh pantes,aku kira kamu lagi dekat sama salah satu dari dua cewek ini." ucapnya.
"Enggak,"
"Kamu mungkin,yang lagi dekat sama salah satu diantara ke tiga cowok ini."
"Ish kamu ini," ucapnya sambil menepuk pundak kak Noval.
"Kalau boleh tahu,kakak dekat juga yah sama kak Nola."
"Itu karena kami satu kelas," balasnya.
"Oh gitu,aku baru tahu." timpal Nadin.
"Hai Eran," ucapnya sambil melambaikan tangannya.
"Oh iya,apa kita bisa bicara berdua saja aja? Ada yang ingin aku katakan sama kamu." ajaknya.
"Gimana yah,"
"Ayolah,sebentar aja kok." ajak kak Nola kembali.
Eran pun akhirnya mengiyakan ajakan kak Nola tersebut.Meskipun raut wajahnya nampak tidak senang.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah kembali dari warung yang berada di belakang sekolah,karena masih ada waktu sekitar 15 menitan.Kami pun nongkrong di depan kelas sambil ngemil buah-buahan yang aku bekal tadi.
"Lama juga yah, Eran sama kak Nola." ucap Nadin.
"Biarin aja lah,namanya juga lagi pendekatan.Kamu juga kan waktu dekat sama pacar kamu sekarang seperti ini dulu." timpal Rio.
"Ish kamu ini,main sambar aja."
"Oh iya,gimana kalau nanti kita pulang sekolah pergi ke mall.Kita beli baju buat nanti pergi ke Bali,soalnya aku nggak terlalu banyak punya baju pantai.Ada sih,tapi itu udah kapan tahu aku nggak pakai.Mungkin udah nggak muat buat aku pakai." jelas Nadin.
"Ya ampun,emang harus yah." timpal Surya.
"Harus lah,"
"Ya kalau kamu mau,aku ngikut aja.Kebetulan aku juga nggak punya baju pantai.Ini kan pertama kalinya aku pergi ke Bali." balas Rio.
__ADS_1
"Sip deh kalau begitu,"
"Kalian gimana,mau ikut juga nggak?" tanya Nadin.
"Ya sudah,boleh."
Rio pun tiba-tiba saja berdiri dan langsung melihat ke arah bawah.
"Wih,kayaknya seru juga kalau ikutan main basket sekarang."
"Mana lihat," Surya langsung ikutan berdiri di samping Rio.
"Jangan aneh-aneh deh,panas-panas gini kalian malah mau main basket.Lagian sebentar lagi kita masuk," ucap Nadin.
"Kan aku bilang kayaknya,Nadin."
Tidak lama kemudian Eran pun kembali dengan memasang wajah yang lebih baik dari pada saat tadi dia pergi.
"Wih udah balik juga kamu," ucap Rio.
"Habis di ajak ke mana emang sama kak Nola?" lanjutnya.
"Ya nggak jauh dari sini lah,kita cuma ngobrol aja di samping perpustakaan itu."
"Oh iya,kita berencana pulang sekolah nanti mau pergi ke mall buat belanja." ucap Rio.
"Oh gitu? Emangnya mau ngapain?"
"Ya kan kita mau liburan ke Bali,kita mau pada beli baju pantai buat di sana." timpal Nadin.
"Ah kalai itu,aku udah punya sih."
"Paling nanti aku mau beli celana pendek aja."
lanjut Eran.
"Nanti kita pergi ke mall nya,seperti biasa pakai mobil aku aja.Gimana?" tanya Nadin.
"Enggak ah,pakai mobil aku aja.Nanti pulangnya aku malas jalan kaki kayak waktu itu." timpal Rio.
"Mending pakai mobil aku aja,rumah aku dan Surya kan dekatan.Terus kan,rumahnya Eran kelewatan juga sama aku." lanjut Rio.
"Ya udah deh,kalau kamu nggak mau."
"Bukan nggak mau Nadin,cuma kan kalau ke rumah kamu dulu kita nggak enak lah.Sama keluarga kamu juga,apalagi kalau pas ada abang kamu di teras depan." sambung Surya.
"Ya udah iya,nanti tapi jemput aku yah."
"Kalau begitu,nanti aku tunggu kalian di mall aja.Kita ketemuan di sana," sambung ku.
"Deal......" ucap Nadin sambil mengulurkan tangannya.
Kami pun kemudian mengulurkan tangan kami masing-masing.
"Deal....." ucap kami bersamaan.
Setelah itu,baru lah kami masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
__ADS_1
"Aku udah nggak sabar banget untuk pergi liburan ke Bali kali ini.Soalnya ini pertama kalinya aku pergi sama kamu dan akan berkunjung ke rumah kami di sana." ucap Nadin penuh semangat.