
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Yosef pun akhirnya pergi setelah mendengar perkataan Rio barusan.
"Aneh banget,giliran di tanya malah main pergi gitu aja.'' ucap Rio.
"Iya tuh,aneh banget." timpal Nadin.
"Jangan-jangan yang selama ini menguasut anak-anak lain untuk ikut membenci Dira itu dia lagi." ucap Surya.
"Hush,kamu jangan bicara sembarangan.Nggak baik tau," timpal ku.
"Ya kan bisa aja Dir,perasaan tiap kali ketemu sama kamu dia selalu aja cari gara-gara sama kamu dan mencoba untuk memancing kemarahan kamu." lanjut Nadin.
"Sudahlah biarkan saja,lagi pula aku sudah tidak memperdulikan apa yang dia ucapkan pada ku.Terserah dia mau ngomong seperti apa,aku tidak mau pusing." jelas ku.
"Ya kan,sekali-kali harus di kasih pelajaran juga Dir."
"Kalau terus di biarkan begitu saja,nannti dia malah ngelunjak lagi.Kalau di ingat-ingat dulu pas awal-awal kita masuk,dia nggak bersikap seperti itu sama kamu."
"Apa jangan-jangan,dia merasa tersaingi oleh kamu.Pas kenaikan kelas tahun lalu,karena kamu mendapatkan juara umum." lanjut Surya.
"Iya deh,"
''Kayaknya dia merasa tersaingi oleh Dira deh.Soalnya kan pas kita mau naik kelas itu,dia terobsesi banget buat dapetin peringat juara umum itu." timpal Nadin.
"Ya tapi kan kalau pun dia pintar,tapi sikapnya jelek seperti itu nggak bagus juga lah.Sayang banget," ucap Surya.
"Udahlah,sebaiknya kita ke kelas aja sekarang.Aku tidak mau nantinya malah menimbulkan berita yang tidak-tidak.Lihat lah,sekarang semua orang tengah memperhatikan kita semua.'' balas ku.
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku dan langsung menuju ke kelas di ikuti oleh teman-teman ku dari belakang.
Namun,saat aku melewati kelas yang kosong tiba-tiba saja ada tangan yang menarik aku.
''Eran," ucap ku kaget setelah melihatnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya ku.
"Aku ingin bicara sama kamu,"
"Hari ini kami ke mana? Aku pergi ke perpustakaan,tapi kamu tidak ada di sana." lanjutnya.
"Ah itu.....''
"Aku pergi makan siang di kantin sama yang lainnya.Bukan kah kamu sendiri yang bilang,kalau aku harus belajar terbuka dengan teman-teman ku.Dan saat ini,aku sedang mencoba untuk lebih terbuka sama mereka."
"Apa yang kamu katakan saat itu ada benar nya,selama ini aku hanya terbelenggu dengan ketakutan yang aku ciptakan sendiri.Aku malah membuat orang-orang yang berada di sekitar ku malah terluka oleh sikap ku ini.'' lanjut ku.
Eran pun langsung melepaskan cengkraman tangannya dan menatap ku.
__ADS_1
"Bukan kah ini,hal yang kamu maksud?''
"Tapi,seharusnya kamu bilang kalau hari ini kamu tidak akan pergi ke perpustakaan.Tadi aku menunggu kamu sendirian di sana,"
"Aku kan tidak mengira kamu akan pergi ke sana.Aku pikir kamu malah makan siang sama Rio dan Surya di kantin." balas ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Dira,kamu jalannya cepat banget sih." rengek Nadin.
"Kamu nya aja yang terlalu lambat," balas ku.
"Tau nih,tiba-tiba aja tadi kamu menghilang begitu saja.Aku kira kamu ada yang menculik," ucap Surya.
Aku pun langsung menatap ke arah Eran dan dia pun hanya tersenyum melihat ke arah ku.
"Apaan sih,kok dia malah senyum." ucap ku pelan.
"Apa Dir?" tanya Rio.
"Apa? Emangnya aku ngomong apa?" tanya ku balik.
"Dih aneh,perasaan barusan kamu ngomong sesuatu deh."
"Perasaan kamu aja kali,aku tidak ngomong apa-apa kok.Iya kan?" ucap ku langsung menatap Nadin.
Rio pun kebingungan dan menggaruk-garuk kepalanya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang sekolah,aku mampir untuk bermain ke rumahnya Nadin dengan yang lainnya.Kebetulan hari ini,aku meminta mang Diman untuk menjemputku nanti saja di rumah Nadin.
Sesampainya di rumah Nadin,kami langsung di sambut oleh beberapa kucing peliharaannya di depan gerbang.
"Lucu sekali," ucap ku sambil mengelus salah satu kucingnya.
"Bagus kan,ini namanya Coco.Ini kucing kesayangan aku,soalnya Coco merupakan hadiah ulang tahun ku dari ayah.'' jelas nya.
"Lucu,aku gemas sekali lihat muka dia."
'' Kenapa kamu nggak coba pelihara kucing saja di apartemen kamu.Nanti kan kamu nggak bakalan kesepian lagi,karena punya peliharaan." ucapnya.
"Gimana yah,tahu sendiri aku tidak pandai untuk merawatnya."
"Ya di coba aja,"
"Kalian kok malah ngobrol di sini sih? Ayo masuk.Aku sudah haus nih," ucap Surya.
"Ya ampun Surya,"
__ADS_1
Nadin pun langsung mengajak kami masuk ke dalam rumahnya dan mengarahkan kami menuju ke halaman belakang.
Katanya di sana ada ikan peliharaan kakaknya,dan benar saja ada begitu banyak koleksi ikan di dalam akuarium yang di pajang di teras belakang.
"Cantik kan?" ucapnya.
"Heeh....." balas kami bersamaan.
Tidak lama kemudian,ada wanita yang menghampiri kami sambil membawa beberapa cemilan dan minuman.
"Ini siapa?" tanya ku.
"Ini mba Dwi,dia yang bekerja untuk bantu-bantu pekerjaan rumah di sini." jelas Nadin.
Surya dan Rio pun langsung mengambil minuman yang sudah di simpan di atas meja.Sedangkan Eran dia malah asik melihat ikan yang ada di dalam akuarium.
"Eran sini,ini minum." ucap Nadin.
"Iya sebentar," balas nya.
"Eh tahu nggak,rumahnya Eran tuh tidak kalah besar dari rumah ku ini.Waktu kemarin aku lari pagi sama ibu,tidak sengajakan aku lewat depan rumah dia." jelas Nadin.
"Itu hanya rumah dinas ayah ku," ucap Eran langsung duduk di samping aku.
"Ya kan tetap aja,sekarang kamu tinggal di sana bukan?"
"Tapi menurut aku,emang rumah sekitar sini ukurannya hampir sama semua." balas ku.
"Contohnya rumahnya Rio,rumahnya Surya juga.Hanya saja,halaman mereka jauh lebih luas di bandingkan ukuran rumahnya." lanjut ku.
"Iya sih,"
"Oh iya,kalau boleh tahu sebentar lagi kan kita bakalan liburan akhir semester nih.Kalian udah punya rencana nggak mau liburan ke mana?'' lanjut Nadin.
"Kalau aku sih belum," tutur Surya.
"Aku juga," sambung Rio.
"Kalau kamu Eran,gimana?'' tanya Nadin kembali.
"Belum tahu,aku masih belum memikirkannya.Emangnya kenapa?"
"Gimana kalau kita adakan tour,ya kita-kita aja.Naik mobil pribadi aja,nggak harus ke tempat yang jauh-jauh.Ke tempat yang dekat dari sini aja," jelas Nadin.
"Kayaknya aku nggak bisa deh,soalnya aku udah janji sama bunda.Liburan akhir semester ini,aku mau mengunjungi bunda ke Bali." jelas ku.
"Bali?"
"Kedengarannya seru,bagaimana kalau kita main ke rumahnya Dira yang di Bali?" ucap Nadin.
__ADS_1