PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 13


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah teman-teman ku berpamitan pulang,aku pun langsung masuk kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas yang di kasih oleh Nadin tadi.Rasanya semangat sekali saat ada tugas yang harus aku lakukan.


"Lagi apa non?" ucap bibi.


"Ini bi,aku lagi mengerjakan tugas yang di kasih Nadin tadi."


"Ya ampun non,padahal ibu sudah meminta non untuk istirahat saja.Tapi non,malah tetap kekeh ngerjain tugas."


"Ya kan kalau aku tidak ngerjain ini,nantinya aku tidak bisa ngejar ketertinggalan aku."


"Lagi pula tangan kiri aku ini yang terluka,aku masih bisa mengerjakan tugas sekolah ku dengan baik."


"Ya udah,kalau itu sudah keputusan non.Kalau begit bibi pamit yah,jangan lupa obatnya di minum.Nanti kalau ibu tahu,pasti beliau marah." lanjut bibi.


"Iya bi,"


Sepeninggal bibi,aku langsung meminum obat yang di bawakan oleh bibi barusan.Nanti kalau aku telat sedikit saja dan tiba-tiba saja bunda masuk ke kamar,yang ada benar kata bibi.Aku bakalan kena omelan bunda malam ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Dua hari telah berlalu dan selama itu pula aku hanya bisa berdi diri di kamar saja atau pun menghabiskan waktu di ruang TV sama bibi dan bunda.


"Makasih ya mang,"


"Iya non,"


Aku pun langsung turun dan ternyata Rio juga baru saja datang.Aku pun langsung berlari ke arahnya.


"Rio.....!" seri ku.


"Eh Dir,akhirnya kamu masuk juga."


"Iya akhirnya yah,"


"Oh iya,yang lain mana?"


"Nggak tahu,kayaknya mereka belum datang deh.Lihat aja,motornya Nadin sama Surya juga belum ada di parkiran." tunjuk Rio.


"Tumben yah,"


"Oh ia,jadinya sekarang kamu berangkat sekolah di antar sama supir kamu?"


"Ya seperti nya,paling sampai bunda kembali lagi ke Bali.Tahu sendiri,bunda melarang aku berangkat sekolah mengendarai motor sendirian." jelas ku.


"Iya lah,kan kamu anak kesayangannya.Apalagi kamu kan anak satu-satunya." timpal Rio.


"Iya sih,"

__ADS_1


"Ya udah yuk,enaknya kita nunggu mereka di bawah pohon itu aja." tunjuk Rio.


Kami berdua pun langsung menuju pohon cemara yang berada di dekat lapangan basket.


"Tapi tetap yah,meskipun sekarang kamu di antar jemput bekal makan siang nggak pernah ketinggalan." ucap Rio sambil melihat ke arah kantong bekal ku.


"Iya lah,"


"Oh iya,ini aku ada sandwich loh.Tadi kebetulan aku minta bibi untuk buat lebih," ucap ku sambil membuka kotak bekal.


"Ih tahu aja,kebetulan tadi aku belum kenyang sarapan di rumah."


Dia pun langsung meraih satu potong sandwich nya dan langsung melahapnya.Saat aku tengah asik menunggu Nadin dan Surya,tidak sengaja perhatian aku tertuju sama Eran yang sedang mengobrol dengan seorang wanita di sebrang sana.


"Kamu lihat apa sih?" tanya Rio.


"Itu," ucap ku sambil terus menatap ke arah Eran.


"Ah itu,"


"Kamu kok jawabnya gitu?"


"Kalau nggak salah itu Hana anak kelas IPS 3 deh,"


"Iya aku juga tahu dia Hana,maksud aku tuh sejak kapan mereka dekat?"


"Aku tahu ini kemarin saat aku dan Eran pulang bareng.Hana menunggu Eran di parkiran,gokil tahu." ucap Rio.


"Gokil gimana? Aku nggak ngerti sama ucapan kamu."


"Itu si Hana langsung nembak Eran dan ngajak dia pacaran.Emang yah,sekarang tuh kebalik cewek yang menyatakan perasaan nya lebih dulu."


"Nggak semuanya juga kali,"


"Iya juga sih,mungkin si Hana nya aja yang terlalu agresif.Tapi di lihat dari reaksi Etan sih,kayaknua dia bukan tipenya deh.Lihat aja sekarang,Eran terus berusaha menepis Hana." ucap Rio.


"Tau ah,lagian bukan urusan kita juga.Biarin saja,mau mereka jadian atau apapun itu." timpal ku.


"Lah kan,tadi kamu yang lebih dulu nanya sama aku.Sejak kapan mereka berdua bisa dekat,aku kan hanya sekedar menjelaskan saja sama kamu." jelas Rio.


"Kalian lagi pada ngapain sih? Kayaknya lagi serius banget." tiba-tiba saja Surya datang sambil menenteng tas milik Nadin.


"Nggak ada," ucap aku dan Rio bersamaan.


"Lah itu,kamu ngapain bawa tas nya Nadin?" tanya Rio.


"Ah ini,kebetulan Nadin lagi beli minum dulu ke kantin.Katanya dia malas untuk bawa tasnya ke sana,jadinya terpaksa aku yang bawa." jelas Surya.


"Ya udah yuk,kita ke kelas.Di sini panas," ajak Surya.

__ADS_1


"Nadin di tinggal?" tanya ku.


"Iya dia bilang minta kita untuk duluan aja ke kelas."


Kami pun langsung beranjak dari tempat duduk kami dan menuju ke kelas.Pas sampai di tangga,aku melihat Eran tengah berdiri sendirian sambil menelpon.


"Udah yuk,sebaiknya kita duluan aja." bisik Rio.


Karena memang,kami sempat berhenti.Namun Eran langsung melambaikan tangannya dan memberi kode supaya kami duluan saja.


"Ada apa emang?" tanya Surya sedikit berbisik.


"Kau juga nggak tahu lah, mungkin dia lagi menelpon hal yang penting kali." ucap Rio.


Kami pun langsung duduk di bangku kami masing-masing.Tidak lama setelah itu,Nadin pun datang dengan kantong belanjaan yang cukup besar.


"Ya ampun Din,kamu bawa apaan sih kalo ini?" ucap Surya.


"Pantas kamu minta aku untuk bawain tas kamu ini." lanjutnya.


"Ah ini,tadi kebetulan di kantin ada cemilan yang lagi diskon.Beli dua gratis satu,jadinya aku beli lah.Lumayan kan,buat bekal kita nanti habis olah raga." jelas Nadin dengan bangganya.


"Ya kan kamu bisa belinya nanti aja,nggak harus sekarang juga lah." timpal Rio.


"Nggak bisa lah,nanti yang ada keburu kehabisan di beli sama siswa yang lain dong." ucap Nadin tidak terima.


"Udahlah,lagian kan dia gak minta uang sama kalian ini." sambung ku.


"Iu Dira,kamu emang teman paling mengerti aku deh." ucapnya langsung menyimpan bungkusan iya bawa di atas meja ku.


"Terus apa maksudnya,kamu malah menyimpan kantong plastiknya di atas meja aku Nadin?"


"Ya takutnya kamu mau,"


"Nanti aja,lagi pula sebentar lagi kita masuk." tolak ku.


"Ya udah,"


Dia pun langsung membawa kembali kantong plastiknya dan menyimpannya di bawah meja milik nya.


"Terus,gue nggak loe tawarin gitu?" ucap Rio.


"Hey,sebentar lagi jam pelajaran pertama akan di mulai.Nanti aja," ucap Nadin.


"Hem......." Rio terlihat kecewa.


Tidak lama kemudian,Eran pun masuk dengan wajah yang tampak di tekuk.Terlihat wajahnya yang sangat memerah.


Rio pun yang tadinya mau menyapanya,langsung mengurungkan niatnya dan membalikan kembali badannya menghadap ke depan.

__ADS_1


__ADS_2