PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 37


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian,aku pun langsung kembali ke lantai bawah untuk ikut bergabung dengan yang lainnya yang sudah menunggu ku di ruang makan.


"Ya ampun nak,cepat lah.Kita sudah lama menunggu kamu sedari tadi."


"Iya maaf bund,tadi aku beresin dulu kamar aku karena sedikit berantakan."


"Ya sudah,sini sebaiknya kita makan sekarang." ajak bunda kembali.


Aku pun langsung duduk di kursi yang berada tepat di samping bunda.


Setelah selsai makan,aku dan teman-teman ku pun berkumpul di taman belakang sambil menikmati suasana malam.


"Aku masih tidak percaya,hari ini kita bisa kumpul di rumahnya Dira." ucap Nadin.


Yang lainnya pun langsung menyahutnya dengan senyuman.


"Oh iya,gimana kalau kita pergi ke nusa penida.Katanya di sana indah banget,"


"Ya kita mah hayu aja,yang jadi masalahnya itu kan biasanya pihak cewek yang suka telat."


"Ya iya lah,kan kita harus tampil cetar membahana.Masa iya nanti di foto muka aku kucel,aneh kamu." timpal Nadin.


"Pokoknya besok kita berangkat jam 8 pagi,tidak ada yang terlambat titik." balas Rio.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah kami kembali masuk ke kamar masing-masing,Nadin tiba-tiba saja mengikuti aku dari belakang.Dia memaksa untuk tidur dengan ku malam ini.


"Ya ampun,kamu kan udah gede Nadin."


"Masa,kamu masih takut untuk tidur sendirian." lanjut ku.


"Bukan begitu,hanya saja kan di kamar bawah itu laki-laki semua.Cuma aku aja yang anak ceweknya sendiri."


"Ya udah lah,kalau kamu kekeh."


Dia pun langsung merangkul tangan ku dan tersenyum puas.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan paginya,saat aku baru terbangun.Aku melihat Nadin sudah duduk di kursi rias.Aku sempat kaget di buatnya dan berpikir dia hantu yang muncul saat pagi hari,karena rambunya yang dia biarkan tergerai dan acak-acakan.


"Ya ampun Nadin,kamu buat aku kaget aja.''


"Lebay......"


"Ayo bangun,jam 8 kan kita sudah harus berangkat." ajaknya.

__ADS_1


"Emang ini sudah jam berapa?"


"Jam 7,tapi kan lebih baik kita bersiap lebih awal di bandingkan terlambat."


"Ya ampun,"


Sebenarnya hari ini,aku berniat untuk tidak pergi kemana-mana.Hanya saja,aku merasa tidak enak sama teman-teman ku.


Karena memang biasanya,di hari ke tiga baru lah aku pergi untuk jalan-jalan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah aku selesai dan berganti pakaian,Nadin sudah menunggu ku di ambang pintu sambil memegang jaket milik Rio.


"Yuk," ajak ku.


"Hayu lah,yang lainnya sudah menunggu kita di mobil."


"Semangat banget mereka,kelihatan banget niatnya untuk jalan-jalan hari ini."


"Iya lah,apalagi Rio.Lihat aja nanti,dia udah heboh banget."


Aku dan Nadin pun langsung turun ke lantai bawah.Tidak lupa,aku pun ke dapur dulu untuk mengambil beberapa cemilan dan minuman dari dalam kulkas.


"Kan kita bisa saja beli di sana."


"Buat apa,kalau di rumah ada."


"Oh iya,kok aku baru ingat.Bunda sama bibi kemana? Aku belum melihatnya dari sejak aku turun tadi."


"Katanya mereka mau ke rumah paman kamu untuk mengambil pesanan apa gitu.Aku juga nggak tahu pasti,aku hanya mendengarnya dari lantai atas.Dan aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas." jelas Nadin.


"Oh paling bunda,pesan buah-buahan dari paman.Soalnya kan paman aku punya toko buah di pasar."


"Oh pantas kalai begitu,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di Nusa Penida,mereka langsung berhamburan keluar dari dalam mobil.


"Ya ampun,mereka udah kayak bocah aja." ucap ku sambil tersenyum.


Mereka pun langsung menuju ke tempat pembelian tiketnya.Sedangkan aku hanya melihat mereka dari kejauhan.


"Dira ayo......" ucap Surya sambil melambaikan tangannya.


Eran pun datang menyusul ku dan menarik tangan ku untuk segera ikut bergabung dengan yang lainnya.


"Kenapa? Sepertinya hari ini,kamu kelihatan kurang semangat." ucapnya.

__ADS_1


"Tidak juga,cuma memang biasanya di hari kedua saat aku berkunjung ke sini aku tidak langsung jalan-jalan.Biasanya aku beristirahat di rumah saja,baru besoknya aku pergi untuk jalan-jalan.'' jelas ku.


"Pantas,sejak dari kita berangkat kamu hanya diam saja di mobil."


"Oh iya,apa kamu juga udah sering berkunjung ke sini?"


"Tidak juga,aku paling menghabiskan waktu di sekitar rumah ku saja.Paling ke pantai kuta aja.Itu juga hanya sesekali aja,biasanya aku malah ikut sama bunda ke tempat pembuatan kerajinan tangan."


"Oh gitu,pasti seru juga di sana."


"Aku juga kalau ada kesempatan,boleh dong untuk aku pergi juga ke sana."


"Boleh aja,tapi kamu yakin? Di sana kan tempatnya agak berdebu gitu,nanti yang ada nafas kamu sesak lagi karena tidak terbiasa."


"Kan ada masker ini," timpalnya.


"Iya juga sih......"


Saat aku tengah mengobrol dengan Eran sambil menuruni tangga menuju ke tempat wisatanya,Nadin meneriaki aku dan Etan karena memang kami berjalan cukup jauh dari merek.


"Eran,Dira ayo......" ucapnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Saat kami sudah sampai di tempat wisatanya,mereka langsung sibuk dengan HP mereka masing-masing.Sedangkan aku dan Eran malah tersenyum melihat kelakuan ke tiga teman kami ini.


Kami pun mengambil beberapa foto untuk di jadikan kenang-kenangan nantinya. Untungnya,saat ini ada wisata lain yang bersedia untuk kami minta tolong untuk mengambilkan beberapa foto.


"Wah,ini indah banget.Ternyata ini jauh lebih indah di bandingkan saat di lihat secara langsung." ucap Surya.


"Iya benar,aku setuju." timpal Nadin.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah mereka puas menghabiskan waktu sekitar 3 jam.Mereka pun langsung memaksa ku untuk mencari makanan khas Bali.


Aku pun langsung merekomendasikan salah satu restoran yang berada di dekat pantai kuta.Karena itu memang merupakan restoran yang sengaja di bagun dengan nuansa yang bagus dan pegawainya yang sangat ramah.


"Kalian suka seafood kan?" tanya ku.


"Suka sih,tapi aku nggak makan gurita,geli aja." timpal Rio.


"Sama aku juga,aku malah suka geli kalau melihat nya." sambung Nadin.


"Ya udah,nanti kita pesan sesuai apa yang kalian mau aja." balas ku.


"Oke deh kalau gitu,kapan lagi coba kita bisa menikmati makan seafood sambil menikmati keindahan laut di siang ini." ucap Nadin.


Aku pun langsung memesankan beberapa makanan yang biasa aku pesan saat aku mampir ke rumah makan ini.Tidak lupa juga,Rio dan yang lainnya pun memesan makanan juga.

__ADS_1


Untungnya saat ini,pengunjungnya tidak begitu penuh.Jadinya kami kebagian tempat duduk di yang paling depan dan dekat dengan pantai.


__ADS_2