PELANGI Di Mata PANGERAN

PELANGI Di Mata PANGERAN
Episode 34


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Ah itu,"


''Maksud kamu minuman coklat yang aku beli semalam itu?"


''Iya itu maksud aku,"


"Kenapa? Kamu menyukainya?"


''Iya,rasanya cukup enak dan tidak terlalu manis."


"Iya kan aku emang pesan gulanya minta di kurangi."


"Kalau bukan Nadin,terus siapa yang sengaja nyimpan coklatnya? Aku kan semalam hanya dekat dengan Nadin aja." bisik ku dalam hati.


"Kamu udah belum,aku udah nih.''


"Udah,ini sebentar lagi."


Setelah beberapa menit kemudian,aku dan Nadin pun keluar dari bilik toiletnya bersamaan.


"Yuk,sepertinya yang lainnya udah pada nungguin di lapangan deh." ajak nya.


Dan benar saja,saat kami tiba di lapangannya,semuanya sudah kumpul.Untungnya saat ini,guru nya belum datang jadinya kami berdua masih aman.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah pelajaran olahraga nya selesai,kami pun berkumpul di pinggir lapangan untuk menikmati cemilan yang di belikan oleh Nadin dan Surya barusan.


"Cape juga yah,padahal hari ini kita nggak banyak praktek." ucap Rio.


"Lumayan lah,'' balas ku.


''Oh iya,nih aku punya sesuatu.Tadi aku minta sama Eran pas mau ke sini." ucap Rio sambil memberikan coklat dari dalam saku celananya.


Aku langsung kaget saat melihat coklatnya yang sama persisi dengan coklat yang ada di saku jaket ku semalam.


"Kamu kenapa? Kok ekspresinya kayak gitu banget." ucap Nadin.


"Enggak,"


"Aku kira Rio sendiri yang sengaja beli coklatnya,Eh ternyata dapat minta juga."


"Lagian aku kan nggak begitu doyan sama coklat,paling aku beli buat adik ku aja.Kalau enggak buat cewek yang dekat sama aku aja." jelas Rio.


"Ini nggak mungkin kan,Eran sengaja menyimpan coklat di jaket ku semalam.Tapi,memang semalam dia duduk di samping ku juga." ucap ku dalam hati.


"Udah sih,makan aja.Terlepas itu pemberian dari Eran.Nanti lain kali aku beliin deh buat kamu." ucap Rio kembali.


Aku pun berbagi dengan Nadin dan Surya,sambil melihat Eran yang tengah bermain basket di lapangan.


"Oh iya,bukannya waktu itu kamu bilang mau main basket.Kenapa kamu nggak ikutan aja sekarang?" tanya ku.


"Enggak ah,males.Lagian hari ini aku lupa nggak pakai sun screen,soalnya aku berangkatnya di buru-buru sama ayah."

__ADS_1


"Ya ampun Rio,laga kamu.Sebel banget aku dengarnya." timpal Nadin.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah kembali dari lapangan dan berganti pakaian,kami pun langsung mengikuti pelajaran berikutnya.


Mungkin karena habis capek-capek an,kebanyakan siswa yang tertidur saat mata pelajaran bahasa sunda.


Untungnya aku punya stok permen kopi ya g aku simpan di bawah meja.Jadinya aku bisa mengikuti pelajarannya sampai selesai.


Aku sempat tersenyum saat melihat ke arah Rio,yang berusaha untuk tidak tertidur dengan membuka matanya lebar-lebar dengan bantuan tangannya.


Beda dengan Surya yang duduk di belakang ku,dia sudah tertidur pulas sedari tadi.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Bel tanda istirahat pun berbunyi,aku langsung membangunkan Surya lebih dulu.


"Surya,bangun...." ucapku sambil menepuk-nepuk bahunya.


"Hem......"


"Bangunlah,ayo kita istirahat."


"Surya bangun dong,"


Dia pun langsung terperanjat dan melihat ke arah ku.


"Lah,emangnya udah selesai?"


Dia pun melihat ke arah Rio dan Eran yang tengah fokus dengan HP milik mereka masing-masing.


"Tumben,Rio nggak ketiduran."


"Nggak lah,aku tadi makan permen pemberian dari Eran.Permen asem,"


"Dih,apaan......"


"Dia juga hampir ketiduran,coba aja kalau aku nggak mengolesi minyak telon ke hidungnya.Pasti dia udah tepar," timpal Nadin.


"Iya ikh,si Nadin tega banget sama aku.Di kira aku lagi mabok perjalanan apa,di kasih minyak telon segala."


Aku dan Surya pun tertawa mendengar ocehan Rio barusan.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setibanya di kantin sekolah,kami pun langsung memesan beberapa makanan.Hari ini,kami memutuskan untuk kembali makan siang di kantin sekolah.Karena tiba-tiba saja, Rio memaksa kami untuk makan di kantin sekolah hari ini.Padahal kami sudah berjalan menuju ke warung yang ada di belakang sekolah.


Usut punya usut,ternyata dia tidak sengaja melihat mantan pacarnya juga sedang berjalan menuju ke arah sana.


"Pantas saja,kamu langsung minta belok ke sini." ucap Surya.


"Iya ih,tahunya kamu belum move on dari mantan pacar kamu itu.'' timpal Nadin.


"Gue males aja ketemu sama dia,nanti yang ada dia malah mengejek aku karena masih jomblo."

__ADS_1


"Ya ampun Rio,kenapa kamu harus merasa minder sih? Harusnya kamu itu nunjukin sama dia,kalau kamu itu baik-baik aja.Meskipun tanpa dia," ucap Nadin.


Rio pun langsung terdiam dan menaruh tangannya di dagunya.


"Benar juga yah,apa kata kamu.Kenapa aku malah terus menghindari dia? Ya udah,yuk kita balik ke sana sekarang." ajaknya tiba-tiba.


"Kamu becanda,terus ini makanan yang sudah kita pesan mau di kemanakan aneh." ucap Surya langsung menarik tangan Rio.


''Nanti juga,kamu bakalan punya kesempatan buat ketemu lagi sama dia.Kita masih punya hari-hari berikutnya." lanjut Surya.


"Tau nih,main pergi gitu aja."


"Oh iya,Eran kemana?" tanya Nadin.


"Ah itu,tadi dia mau balikin kotak bekal katanya.Paling juga,dia di tahan sama ceweknya." ucap Rio.


"Ceweknya? Emangnya mereka udah jadian apa?"


"Ya enggak,"


"Tapi kan,nggak mungkin kalau nggak di tahan si ceweknya itu.Susah loh,buat ajakin Eran.Ini kan kesempatan baik buat cewek itu bisa ngobrol bareng sama dia." jelas Rio.


"Kamu tahu banyak juga tentang Eran,"


"Ya dia suka cerita aja sama aku,"


"Oh iya,minggu depan kan kita udah berangkat ke Bali.Di sana,kita mau nyewa hotel atau gimana?" lanjut Rio.


"Nggak perlu,kalian kan bisa menginap di rumah ku.Ada banyak kamar kok di sana,"


"Ya malu lah,Dir."


"Kita kan di sana bukan cuma sehari doang,nggak enaklah sama bunda kamu." lanjut Rio.


"Ya kalau enggak,kalian bisa menginap di vila milik keluarga ku,kalau mau."


"Mau lah," timpal Surya.


"Wih,kayaknya liburan semester tahun ini bakalan berkesan banget buat kita.Biasanya kan,kita sibuk dengan urusan kita masing-masing." lanjut Surya.


"Jadi aku nggak sia-sia kan,ajak kalian waktu itu buat liburan ke Bali."


"Tapi kayaknya aku mau nginep di rumahnya Dira aja deh,kan nggak baik.Masa aku sama kalian,cowok semua kan."


"Ya terserah kamu aja deh," timpal Rio.


"Eh iya,habis istirahat ini pelajaran apa sih?" tanya Rio.


"Geografi," balas ku.


"Nggak ada tugaskan?"


"Nggak."


"Syukurlah,soalnya aku nggak sempat buat cek buku semalam."

__ADS_1


"Lagian emang kamu kapan sempatnya,biasanya juga nggak." timpal Nadin.


__ADS_2