
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku pun langsung menutup laptop ku,karena takut Nadin dan Surya curiga.Aku berniat untuk memberitahu mereka saat nanti aku benar-benar yakin akan berkuliah di luar negri.
"Ya udah yuk masuk,sebentar lagi jam pelajaran pertama akan segera di mulai." ajak Nadin.
"Tumben,kamu yang duluan ngajakin.Biasanya juga Dira," ucap Surya.
Kami bertiga pun langsung masuk ke kelas dan duduk di kursi masing-masing.Tidak lama kemudian siswa yang lainnya pun menyusul satu persatu,begitu pun dengan Rio dan Eran.
"Kalian dari mana?" tanya Surya.
"Nggak dari mana-mana,kita habis jalan-jalan aja sambil nunggu jam pelajaran pertama di mulai." jelas Rio.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Pas waktu istirahat,aku tidak sengaja bertemu dengan Hana di persimpangan yang menuju ke kantin.
Aku sudah menduga,kalau Hana pasti akan langsung menanyai aku hari ini.
"Dira,aku perlu bicara sama kamu." ucapnya.
Tanpa menunggu lama,aku pun langsung mengikutinya.Sedangkan Nadin,aku memintanya untuk menunggu aku di depan kelas X1 IPS.
"Aku tidak menyangka,Eran akan semarah ini sama aku."
"Kemarin dia meminta untuk bicara setelah pulang sekolah.Awalnya aku merasa senang,ini pertama kalinya dia mengajak aku untuk bertemu di luar sekolah untuk pertama kalinya."
"Tapi ternyata,dia malah marah pada ku." lanjutnya.
"Kok bisa?"
"Asala kamu tahu,aku tidak menceritakan kejadian itu sama dia."
"Aku tahu,itu bukan ulah kamu kok.Karena dia sendiri yang sudah menduganya.Mungkin ada seseorang yang melihat kita saat itu dan menyampaikannya sama Eran." jelas Hana.
"Sebenarnya kurang aku apa sih? Sampai-sampai dia menolak ku seperti ini." tuturnya.
"Wanita yang seperti apa,yang dia idamkan." lanjutnya.
"Aku sendiri tidak tahu,meskipun kami berdua berteman.Tapi aku sama sekali tidak pernah mau menyinggung urusan pribadi dia."
"Apa mungkin aku terlalu agresif mendekati dia,sampai akhirnya malah buat dia nggak suka sama aku?"
"Aku tidak bisa menjawabnya,karena aku tidak tahu."
"Mungkin memang aku harus benar-benar melupakan perasaan ku padanya." ucapnya pelan.
Aku bisa melihat wajahnya yang sudah memerah menahan tangis.
__ADS_1
"Hem,kamu yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hati kamu.Aku tidak bisa mengatakan apa-apa untuk saat ini." balas ku.
"Aku menyedihkan sekali,aku terus mengejar dia,tapi dia tidak pernah sedikit pun melihat ke arah ku.Lucu bukan?"
Aku hanya diam mendengar perkataan Hana,aku bingung harus mengatakan apa sama dia sekarang.Karena aku tidak punya pengalaman dalam hal ini.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Dia bicara apa lagi sama kamu?" tanya Nadin setelah aku kembali.
"Ya begitulah.Intinya dia akan melupakan perasaan dia sama Eran.Karena dia merasa selama ini dia......"
"Dia apa?" tanya Eran yang tiba-tiba saja muncul dari belakang.
Aku langsung terdiam karena takut salah bicara dan nantinya malah menimbulkan masalah yang baru.
"Apaan sih Eran,datang-datang langsung main sambar aja.Kepo banget sama urusan cewek." ucap Nadin.
"Yuk ah,aku sudah lapar." ajaknya langsung menarik tangan ku.
Untung saja,Nadin langsung menyela pertanyaan Eran barusan.Pikiran ku sudah buntu dan bingung harus menjawab apa sama dia.
"Hampir saja," bisik Nadin.
"Makasih ya....." balas ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kalian mau pesan apa?" tanya Rio.
"Umz,aku serahkan sama Nadin saja." balas ku.
"Ya udah,kalau aku sih mau pesan mie goreng hari ini."
Rio pun langsung memesan mie gorengnya,sedangkan Surya dan Eran sudah lebih dulu pergi untuk membeli bakso malang.
"Bagaimana,kalau hari ini kita makan di warung yang ada di belakang sekolah.Mau nggak?"
"Lah emang nya ada? Aku baru tahu kalau di belakang sekolah ada warung."
"Ada lah,apa sih yang tidak aku ketahui.Yuk,aku bosen soalnya sama menu di kantin ini.Nggak apa-apa lah,sekali-kali kita pergi ke sana.Yang lain juga pada makan siang di sana." jelas nya.
"Ya udah deh,aku mau."
Karena merasa tadi Nadin sudah membantu ku,dengan berat hati aku pun mengiyakan ajakan nya ini.
Sejujurnya aku ragu untuk pergi ke tempat yang di maksud oleh Nadin ini.Aku takut di sana bertemu dengan lebih banyak orang.
Setelah melewati kelas X,Nadin langsung menarik ku ke gang yang ukurannya cukup kecil antara kelas X dan kelas X1 IPS.
__ADS_1
Kami berdua pun akhirnya sampai di belakang dan ternyata benar apa yang di katakan Nadin tadi.Di sana terdapat warung yang ukurannya tidak cukup besar namun di penuhi dengan jajanan yang biasa aku beli saat aku tinggal di rumah ku yang dulu sebelum pindah ke apartemen.
"Ayo kamu mau apa?" tanya Nadin.
Dia sendiri sudah mengambil beberapa cemilan dan satu bungkus nasi rames di atas nampan.Sedangkan aku masih kebingungan harus memilih yang mana,saking banyaknya makanan yang harus aku pilih.
"Seru yah,aku jadi ingat saat masih sekolah SD dulu." lanjutnya.
Untungnya,saat ini kebanyakan murid sedang beristirahat di bawah pohon manggis yang berada di samping warungnya.
"Nadin.....!" seru seseorang.
"Eh kak Noval,kakak istirahat di sini juga?" tanya Nadin pada laki-laki itu.
"Iya,emang kakak tiap hari istirahat di sini."
"Kamu tahu dari mana,tempat makan di sini?Setahu ku,biasanya kamu makan siang di kantin."
"Ah itu,aku tidak sengaja mendengar dari teman-teman sanggar ku.Katanya mereka pernah istirahat ke sini,jadinya aku penasaran."
"Oh iya,kenalin teman aku.Namanya Nadira,panggil saja Dira." lanjut Nadin sambil menarik ku.
"Nadira......" tutur ku.
"Noval,senang bisa bertemu dengan kamu."
Aku pun hanya membalasnya dengan senyuman.Jujur saja,aku merasa malu karena ini kali pertamanya aku bertemu dengan dia.
"Kak Noval ini,tetanggaku.Ini mungkin kali pertama kamu melihat kak Noval,karena memang kak Noval ini orangnya jarang bergaul dengan orang-orang."
"Sembarangan," timpal kak Noval.
"Becanda kak,"
"Tapi,perasaan aku baru lihat Dira.Dia murid baru?" tanya kak Noval.
"Bukan,masa iya sih murid baru."
"Tapi emang aku baru lihat dia,sebelumnya aku belum pernah melihatnya di mana pun." lanjut kak Noval.
"Ah itu karna teman ku ini,sering menghabiskan waktunya di perpustakaan saja.Jadi pantas kalau kak Noval belum pernah melihatnya."
"Pantas saja,''
"Ya udah,takutnya kalian mau makan.Kakak duluan yah,"
"Loh emang kakak udah istirahatnya?"
"Sudah,kamu sih datangnya telat.Besok-besok datang lah lebih awal,supaya kita bisa makan bareng." ucapnya.
__ADS_1